
"Bedebah, berani dia melakukan itu!" seorang Bayu Lesmana mengeraskan rahangnya kala melihat dana yang sudah dirinya taruhkan malah dirampok oleh akun yang tidak bertanggung jawab.
"Dia benar-benar penipu!" ucap Tuan Gilbert, dirinya juga geram, jika benar yang merampok dana mereka adalah Jason berarti apa Jason sudah mengetahui rencana mereka.
"Tapi bukannya selama ini rencana kita berjalan dengan lancar?" tanya heran Bayu.
"Entahlah, ini tidak bisa dipercaya!"
"Hubungi dia!" titah Bayu.
Tuan Gilbert segera menghubungi Jason, namun geraknya terhenti kala ada yang mengetuk pintu.
"Siapa?" tanya Bayu.
Tuan Gilbert menggeleng, "Mungkin Tomy!" tebaknya.
Ceklek, pintu dibuka.
"Selamat siang Tuan!" Segerombolan pihak berwajib setidaknya ada lima mobil memasuki halaman rumah utama Tuan Bayu Lesmana.
Tuan Gilbert menetralkan jantungnya, apa maksud dari semua ini?
"Ya selamat siang, ada apa ini?" tanya Tuan Gilbert mencoba untuk tidak gugup.
"Anda Tuan Gilbert Cowan dan Tuan Bayu Lesmana, ada tiga laporan tuduhan tindak pidana yang mengarah pada anda dan Tuan Bayu, dan semuanya sudah kami selidiki, anda dan Tuan Bayu terpaksa kami tangkap!" ujar salah satu Polisi tersebut sembari menunjukkan tiga berkas laporan berbeda pada Tuan Gilbert.
Tuan Gilbert tidak percaya, tuduhan dan laporan semacam apa yang bisa menjeratnya?
Segera Tuan Gilbert merampas ketiga berkas tersebut, matanya melotot tidak percaya dengan apa yang ditemukannya.
Tiga kasus berbeda yang jelas melibatkan namanya dan Tuan Bayu Lesmana, Mengenai kepemilikan perusahaan fiktif yang berpusat di Malaysia, Percobaan pembunuhan saudari Shirleen Damla Julian, serta kasus pembunuhan saudara Tomi Raditya.
"Ini tidak mungkin, kami tidak pernah melakukan ini!" ucap Tuan Gilbert.
Bayu yang mendengar keributan di pintu utama rumahnya itu sedikit terkejut kala melihat siapa yang bertamu, samar dirinya dengar apa yang dibicarakan, matanya melotot tidak percaya.
Gegas dirinya naik ke atas untuk menyuruh anak dan istrinya pergi sejauh mungkin.
"Ada apa Pa?" tanya Lina istrinya Bayu.
__ADS_1
"Ma, kalian pergilah sejauh mungkin, bawa anak-anak, putuskan akses komunikasi dari siapapun, kalau perlu jangan lagi memakai ponsel yang kalian pakai sekarang, kalian harus sebisa mungkin tidak meninggalkan jejak." titah Bayu.
"Tapi kenapa Pa?" Lina menuntut kejelasan.
"Sudah, ayo cepat keluar lewat pintu samping sana, dan ingat jangan pernah menceritakan kejadian ini pada siapapun!"
Lina mengangguk paham, dirinya segera mengambil koper dan menaruh semua bentuk barang berharganya yang masih bisa dirinya bawa, sementara Bayu sibuk menghubungi kedua anaknya untuk menemui Ibu mereka di Bandara.
"Sudah Pa! Lalu Papa bagaimana?" tanya Lina khawatir.
Dirinya sadar kalau selama ini ia dan sang suami hidup mewah hasil dari merampas hak orang lain, jadi bukan tidak mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Papa akan mencari jalan aman, sementara Gilbert tua bangka itu sedang menghadapi Polisi di luar, Papa akan mencoba kabur!" ucap Bayu membeberkan rencananya.
"Mama ikut Papa aja Pa!" usul Lina.
"Tidak, Mama tidak akan menjadi buron setelah ini, jadi Mama harus menyelamatkan harta berharga kita, sementara Papa, Papa bisa leluasa pergi kemanapun menghindari Polisi tanpa harus memikirkan keselamatan Mama dan anak-anak, karena itulah kalian tidak boleh ikut denganku." terang Bayu.
Lina mengangguk paham, meski berat dirinya juga tidak mau harta yang sudah berhasil dirinya dan suami kuasai lenyap begitu saja.
Dia belum siap hidup dengan kemiskinan.
Sementara keadaan diluar bertambah ricuh kala seorang wanita dengan tergopoh-gopoh berlari menuju rumah utama Bayu Lesmana.
"Pembunuh... Keluar kau Bayu Lesmana, kau pembunuh, kau membunuh suamiku..."
"BAYU LESMANA, KAU PEMBUNUH, KAU PEMBUNUH SUAMIKU!!!"
Wanita yang diketahui bernama Nita itu, tidak hentinya mengutuk Bayu Lesmana, yang menurut pengakuannya telah membunuh suaminya Tomi Raditya.
"KELUAR KAU, HADAPI AKU, KELUAR KAU PENGECUT!!!"
Tuan Gilbert meneguk salivanya kelat, untuk masalah perusahaan fiktif dan percobaan pembunuhan istrinya Jason dirinya masih bisa berpikir setidaknya memang dia melakukannya, namun untuk membunuh Tomy, orang kepercayaan Tuan Bayu, ia rasa dirinya dan Tuan Bayu tidak pernah melakukannya.
Tuan Gilbert yang tidak mau mengatasi masalah ini sendirian pun membukakan jalan untuk pihak kepolisian mencari keberadaan Tuan Bayu di dalam rumah, namun sayang sekali Tuan Bayu dan istrinya tidak bisa ditemukan.
Bersamaan dengan itu "Dorrr..." terdengar tembakan yang cukup keras tidak jauh dari rumah utama Bayu Lesmana.
Tuan Gilbert segera dibawa menuju mobil, sementara sebagian pihak kepolisian lainnya menuju sumber suara tembakan.
__ADS_1
Belum selesai keterkejutannya, Tuan Gilbert harus menghadapi kenyataan kala melihat seorang pelayan yang pernah mengaku mengandung anaknya berdiri bersama dengan para anggota kepolisian, menyunggingkan senyum di sebelahnya ada seseorang yang tampak asing baginya, dirinya mengucek mata tidak percaya dengan tangan yang sudah terborgol, mungkin saja itu hanya halusinasinya.
"Tidak apa jika kau tidak mau mengakui anak ini, nyatanya aku masih bisa menjadi orang kaya dalam sekejap bahkan tanpa terlihat seperti pengemis di hadapanmu!"
"Apa maksudmu?" tanya heran Tuan Gilbert.
"Terimakasih sudah mengizinkan aku menjamah tubuhmu. Hahahaha!" tawanya menggelegar penuh kemenangan.
Malam itu, saat Tuan Gilbert menyusul Jason menuju rumah sakit untuk memastikan keadaan Shirleen, seorang pelayan dibawa oleh seorang pria tampan ke suatu tempat tersembunyi, pria itu menawarkan kesepakatan, dan dirinya bisa merubah takdir hidupnya dalam sekejap jika saja mau menuruti apa yang diperintahkan.
Sidik jari Tuan Gilbert sangat diperlukan, dan wanita pelayan itulah yang bisa melakukannya tanpa adanya kecurigaan.
Tuan Gilbert memang akan menikmati tubuhnya malam itu, untuk merayakan kemenangan karena telah berhasil membuat Jason terkena musibah, namun sayang sekali karena harta jugalah seseorang dengan mudah berpaling, pelayan wanita yang awalnya sangat mendukung kebejatannya itu ternyata malah berbalik menyerangnya.
"Kau..."
Kini jika hanya untuk sepuluh tahun mendatang, setidaknya dirinya tidak perlu repot bekerja, cukup menikmati hidup saja, dan pria yang mengajaknya bekerjasama itu menjanjikan privasi, itu yang paling terpenting, sehingga dirinya tidak perlu ragu akan kehidupan seperti apa yang akan dirinya jalani.
"Dasar lacur!" umpat Tuan Gilbert, setelahnya dirinya benar-benar dibawa ke mobil Polisi.
Nikmati hidup kalian, berani bermain-main dengan Bos kami, harus berani menanggung resikonya.
Nyatanya, pria itu adalah Darwin. Yang tengah menatap puas akan hasil kerjanya.
Sementara Ben, rekannya itu juga sedang tersenyum puas memberikan hasil buruannya yang mencoba kabur, dirinya yang hari itu juga ikut memakai seragam kepolisian tidak akan membuat orang curiga bahwa dirinya bukan bagian dari mereka.
Bayu hanya bisa meringis menahan kesakitan kala di kakinya telah bersarang timah panas, padahal sedikit lagi dirinya bisa benar-benar melarikan diri.
"Pergilah dengan tenang, membusuklah di penjara, nanti di sana kau akan mengerti begitu fatal kesalahanmu, hingga kau menyadari bahwa siapa yang kau lawan benar-benar bukan manusia!"
"Kau tau, kesalahan fatalmu adalah, menganggap remeh lawanmu, tanpa kau sadari sebenarnya kau sudah sangat tertinggal jauh!"
Bersambung...
*
*
*
__ADS_1
Like, koment, and Vote !!!