
Jason membuka kain penutup mata istrinya itu, hari ini ia akan melakukan suatu perubahan.
"By..." ucap Shirleen tidak percaya.
Makan malam romatis, dengan begitu banyak lampu yang mengelilingi meja mereka, tempat terbuka diatasnya bisa melihat bintang yang tampak sangat indah bertebaran.
"Kau suka..." tanya Jason.
"Suka By, sangat..." Shirleen begitu tidak percaya kalau suaminya itu bisa seromantis ini.
"Kau sangat cantik By" ucap Jason, tatapannya penuh cinta.
"Kau juga" balas Shirleen.
"Maksudmu aku juga cantik ?" canda Jason.
"Aahh tidak tidak bukan begitu maksudku, kau juga, kau sangat tampan" ucap Shirleen.
Pasangan suami istri itu kemudian makan malam romantis berdua, Jason membawa istrinya itu ke sebuah kamar President suite di hotel ARAD miliknya, di kamarnya itu tersedia balkon yang sangat luas ditanami rumput yang tertata rapi, padahal kamar mereka berada di lantai 22 namun Jason sengaja membuat ruangan ini khusus untuknya dan Shirleen berbulan madu mengarungi surga dunia nantinya.
Jacob dan Misca sudah mereka titipkan pada para Oma, Oma Nena dan Oma Mila sudah berada di rumah mereka tepatnya tadi sore, Jason sangat beruntung kedua mamanya itu sangat antusias berkontribusi untuk perangnya dengan Shirleen.
Jason memuji kerja bagus Roy dalam mempersiapkan semuanya, sehingga ia bisa merasakan suasana semewah dan seromantis ini.
Setelah makan keduanya bercengkrama, namun ternyata itu hanya sebentar karena Shirleen tak henti-hentinya mencemaskan Jacob meski Jason selalu menenangkannya.
Hingga saat Jason sudah tidak tahan lagi karena Shirleen yang seakan tiap lima menit sekali mencemaskan Jacob dan bahkan dengan tanpa berdosa meminta pulang, Jason benar-benar tidak tau lagi dan mulai menganggap ia salah langkah niat untuk menyenangkan istrinya itu.
Tapi biarlah sudah kepalang tanggung, Jason kembali tidak peduli, baginya sungguh akan sangat sia-sia jika ia dan Shirleen harus pulang malam ini, kalau begitu kenapa tidak bertarung di kamar mereka saja, tidak perlu menciptakan suasana romantis dengan susah payah seperti ini.
Ia mulai mencumbui candunya, membungkam mulut Shirleen yang terus berucap ingin pulang tadi.
Shirleen lagi-lagi hanya bisa mematung, aaahh Jason selalu saja.
Shirleen mulai terbawa suasana, ia sungguh menikmati setiap sentuhan yang diberikan Jason.
"Aaaahh" desahnya dengan semangat yang menggebu. Shirleen tau malam ini mereka akan melakukannya, karena masa nifasnya memang sudah berakhir.
Jason tidak tinggal diam, ia menggendong Shirleen ala bridal style menuju tempat yang sudah ia sediakan.
Sebuah tempat yang ia ciptakan khusus untuknya malam pertama dengan Shirleen.
Disebuah balkon yang luas itu, ia sempatkan membangun sebuah ruangan yang lebih tepatnya kamar khusus untuknya dan Shirleen, sebuah ruangan dengan dinding dan atap yang terbuat dari kaca.
__ADS_1
Jason membawa Shirleen ke kamar yang akan menjadi saksi cinta mereka. Mengungkung istrinya itu yang sudah terpejam sedari tadi. Shirleen begitu menikmati.
Ayolah By, padahal kan gue mau nunjukin betapa perkasanya gue, eehh si dia malah tutup mata mulu.
Jason membaca doa sebelum ia mengarungi surga dunia miliknya, doa itu ia pelajari dadakan saat tadi di kantor, ia ingat perkataan Roy yang katanya jika tidak membaca doa setan bisa saja mengikuti permainannya. Entahlah benar atau tidak, tapi kata-kata Roy itu selalu terngiang ditelinganya dari tadi meski ia sudah kepanasan.
Jason memulai lagi aksinya, membawa Shirleen dalam kenikmatan, ia bermain-main di leher jenjang istrinya membuat Shirleen geli tak tertahankan seperti menginginkan lebih.
Namun sabar, itu sungguh baru pemanasan bagi Jason.
Mengecup dan membuat tanda kepemilikan di berbagai tempat di bagian leher Shirleen, sejenak Jason berbangga hati mengagumi hasil karyanya, ada bakat seni juga dirinya ini rupanya.
"By..." racau Shirleen, saat Jason menyentuhnya lagi.
"Yes Baby, katakan..." jawab Jason, walau ia yakin Shirleen tidak akan bisa banyak bicara selain itu karena bisa ia pastikan Shirleen yang akan meminta padanya malam ini.
"Aaahhh" desa*an lagi lolos dari bibir Shirleen.
"Eeemmhh"
Terbuai, Shirleen benar-benar terbuai, inikah rasanya daun muda.
Jason mulai turun kebawah, bermain di tempat favoritnya, mer*mas dan menyesap keduanya, seperti Jacob ia pun sangat suka dengan yang duo keny*l itu.
"Aaahh By..."
"Yes By, katakan saja" ucap Jason, ia ingin tau sampai mana kesadaran istrinya itu.
Jason masih betah di bukit kembar, seolah ingin membuat Shirleen benar-benar meminta dan memohon padanya, ia belum juga bergeser kebawah, ia mau mendengar yang lebih dan itu mungkin sebentar lagi akan keluar dari mulut istrinya.
"By..."
"Heemmm"
"Aaahhh, aaahh, sudah By, aku sudah tidak tahan"
Merasa sudah cukup, Jason bergeser, ia mulai memainkan area bawah istrinya, membuat istrinya itu semakin saja menginginkan lebih dan lebih, sungguh demi apapun Shirleen sudah tidak kuat menghadapi serangan Jason, dan ini entahlah sudah sampai setengah jalan atau belum, Shirleen tidak tau karena ia benar-benar menginginkannya.
"By, aaahhh"
Namun dengan tiba-tiba Jason membangkitkan tubuhnya, memperlihatkan benda keramat tegak menantang yang dinamai suaminya si Perkasa itu dihadapannya, Shirleen mengerti ia tidak bodoh-bodoh amat dalam melakukan hal intim, Shirleen membalas kali ini ia bintangnya, sebisa mungkin ia akan memberikan service terbaiknya pada sang suami.
"Aaahh" desah Jason. Ia begitu menikmati saat permennya dinikmati Shirleen.
__ADS_1
Shirleen yang mendengar itu tersenyum bangga, tadi bisa saja ia yang berada diposisi Jason, mendesah tidak karuan seakan meminta lebih, namun kali ini lihatlah entah yang pertama atau tidaknya bagi Jason, namun Shirleen melihat suaminya itu begitu menikmati dan sudah terbawa suasana.
Jason sudah tidak tahan lagi, ia melepas paksa kulu*an Shirleen pada permennya, dan mulai melancarkan aksinya.
"Jleb" dalam sekali hentakan.
Jeki berhasil memasuki sarangnya setelah lamanya berpuasa.
Aahh Jeki, selamat yaaa.
Jason memberikan gaya terbaiknya, keduanya sama-sama blingsatan, hanya dengan begini, dengan sebuah penyatuan keduanya bisa tau teryata suamiku ini ? Atau ternyata istriku ini ?
Karena keduanya sama-sama membuang sifat ego masing-masing, jati diri keduanya bisa dilihat dari bagaimana mereka berinteraksi melakukan hubungan suami istri, sungguh pasangan yang halal pasti akan menciptakan sebuah keharmonisan yang tidak bisa dibayar dengan apapun saat bercinta.
"Aarrggghhh"
"Aaaahhhh"
Keduanya mencapai puncak bersamaan, Jason tumbang memeluk istrinya, mengecup pipi kening dan seluruh wajah istrinya.
"Terima kasih By" ucap Jason lagi penuh cinta.
"Terima kasih juga By" balas Shirleen, ia sungguh beruntung bisa memberikan cintanya pada Jason. Pemuda yang sempat ia katai bocah ingusan itu bahkan kini tengah berbaring menindihnya.
Pemuda yang sempat ia katai orang gila ternyata malah dengan gilanya membuat ia tergila-gila.
Jason, seseorang yang mengatakan mencintainya dulu, kini telah benar-benar membuktikan perkataannya, karena benar sekali ia bisa melihat cinta di mata suaminya itu, bukan hanya ***** belaka.
"Aku mencintaimu By..." ucap Jason sesaat setelah beberapa menit berlalu.
"Aku juga" balas Shirleen.
Keduanya kembali bercumbu mesra, dibawah bintang yang bertaburan diatas sana yang seakan menjadi saksi cinta mereka, ternyata Jason belum benar-benar tumbang, dan sekarang ia kembali mulai lagi.
Dan terjadilah lagi, ronde kedua karena Jason benar-benar ingin tes drive si Perkasa kebanggaannya itu.
Aaahh akhirnya gue udah nggak perjaka !!!
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
__ADS_1
Happy reading !!!