Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Penyesalan Roy.


__ADS_3

Roy menatap pedih ruang rawat istrinya, dirinya tidak bisa membayangkan apa yang sebenarnya telah terjadi, namun nyatanya istrinya itu kini sudah terbaring lemah tidak berdaya.


Dan lebih membuatnya seakan tidak terima, dia kehilangan bayinya. Bayi yang baru saja dirinya ketahui bahwa Shakira sedang mengandung anaknya namun kebahagiaan itu lenyap bahkan sebelum dirinya pernah merasakannya.


"Maafkan aku... Aku tidak bisa mencegah semuanya terjadi..." ujar Jason, dirinya juga tidak bisa membayangkan apa yang sebenarnya terjadi.


Flashback.


"Cepatlah Roy, cepat..." titah Jason, dirinya sudah dirundung kepanikan yang menjadi, istrinya, bayi-bayinya di dalam sana, sungguh dirinya berharap tidak terjadi sesuatu pada istri dan anak-anaknya.


Namun setelah beberapa menit berlalu, dan saat sudah sedikit menjauh dari rumah Tuan Gilbert, Shirleen membuka matanya, dirinya tersenyum pada Shakira yang masih berekspresi datar.


"By..." seru Shirleen, dirinya bangkit dari tidurnya yang dipangku Jason.


"Jangan banyak bergerak dulu, ku mohon!" mohon Jason.


"By... aku tidak apa, aku sudah mengetahui semua niat busuk Tuan Gilbert, aku hanya berakting saja tadi supaya dia yakin bahwa jebakannya memang kena." jelas Shirleen, yang seketika membuat Jason membulatkan matanya tidak percaya.


"Semua ini ide Shakira, dirinya yang telah menyuruhku untuk tidak meminum apa yang mereka berikan! Hahaha, kau tampak panik sekali By!" ujar Shirleen lagi.


Jason bisa bernafas lega, sekali lagi dirinya harus bersyukur istrinya lagi-lagi terhindar dari maut.


Roy pun sama, "Jadi kita kemana Tuan Muda, tidak terjadi sesuatu pada Nona Muda, Nona Muda sudah bisa licik juga ternyata." puji Roy.


"Itu semua karena istrimu Roy, ya kan Shakira!" tanya Shirleen, dirinya meminta persetujuan Shakira, namun sayangnya tidak terdengar jawaban.


"Shakira..." Shirleen menusuk-nusuk bahu wanita itu dengan jari, namun tidak ada reaksi.


Roy melihat ke arah istrinya yang duduk di samping kemudi, nampak mata istrinya itu sudah terpejam, Roy segera menepikan mobilnya, dirinya langsung saja membangunkan istrinya itu.


"Shakira..." seru Roy, namun Shakira tetap bungkam dengan mata yang sudah tertutup.


"Sayang..." panggil Roy lagi, dan masih sama tidak terdengar jawaban.

__ADS_1


"Shakira!" panggil Shirleen. Ada apa dengan Shakira batinnya.


"Shakira..." Jason juga ikut memanggil mantan anak buah andalannya yang baru saja menyelamatkan nyawa istri dan anak-anaknya itu.


Roy berubah sangat serius, diguncangnya tubuh sang istri supaya sang istri terbangun, namun Shakira masih saja tanpa jawaban.


Bau amis darah membuat Shirleen mengendus, dilihatnya ada darah mengalir di kaki Shakira, yang membuat Shirleen memekik memanggil nama Shakira, "Shakira...."


Roy tercengang karena Nona Muda mereka sudah bergelimang air mata sembari terus menyebut nama istrinya, "Shakira... Roy, Shakira lihat itu ada darah!" tunjuk Shirleen.


Mata Roy refleks menuju apa yang ditunjuk Nona Mudanya itu, benar darah sudah mengalir di kaki istrinya.


"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Roy panik sembari tetap mencoba membangunkan istrinya.


Jason bergegas turun dari mobilnya, dirinya membuka pintu kemudi dan menyuruh Roy membawa Shakira ke kursi belakang bertukar posisi dengan Shirleen.


Shirleen juga langsung saja menurut dan membantu Roy memindahkan Shakira meski perutnya sudah membuncit.


Dan kemudian mobil pun melaju kencang menuju rumah sakit.


Lalu apa itu, darah yang mengalir tadi apa, mungkinkah Shakira juga sedang hamil saat ini?


Tidak, itu berarti secara tidak langsung dirinya mengorbankan Shakira.


Shirleen tidak bisa menahan tangisnya, tubuhnya berguncang hebat dengan tangis yang terisak, di kursi belakang Roy masih terus mencoba membangunkan istrinya, nama wanita yang sangat dicintainya itu tidak berhenti keluar dari mulutnya, Shakira Shakira Shakira, serunya berharap Shakira akan mendengar. Namun Shakira tetap membisu dengan mata yang tetap saja terpejam.


"Tuan Muda, cepat sedikit." demi apapun, dirinya bukan bermaksud memerintah seseorang yang sangat dihormatinya itu, namun panik membuat dirinya melakukan itu.


Sepuluh menit berlalu, Jason sudah sampai di rumah sakit miliknya, Shakira langsung dibawa oleh Roy dalam gendongan, darah merembes dari gaun di bagian bokong Shakira, kemeja putih yang dikenakan Roy kini sudah ternoda dengan warna merah darah yang banyak sekali.


Shakira langsung saja ditangani tenaga medis, dirinya di bawa ke IGD, Roy ingin ikut masuk namun sesuai prosedur maka dirinya hanya bisa ketar-ketir menunggu di luar.


"By, apa yang terjadi?" tanya Jason dengan nada lembut, melihat istrinya itu tidak berhenti menangis membuat dirinya merasa mungkin Shirleen mengetahui sesuatu.

__ADS_1


"Aku tidak tau By, tapi mungkinkah Shakira tidak membuang minuman itu dan malah meminumnya, aku kira dirinya membuang minuman itu karena dia menuju jendela dapur setelah menukar gelas kosong padaku, namun apa mungkin Shakira meminum itu... Hiks hiks hiks, tidak, Shakira, maafkan aku..." Shirleen menyesali karena dirinya tidak cukup pandai menghadapi lawan.


Sebenarnya bukan salah Shirleen, karena Shirleen tidak terbiasa akan situasi semacam itu, dirinya tidak pernah menaruh curiga pada siapapun, membuat dirinya sulit untuk bertingkah biasa saja tanpa menimbulkan kecurigaan.


Saat menyebutkan bahwa minumannya sudah habis dirinya minum, pun dirinya harus menetralkan rasa gugupnya supaya tidak mengundang rasa curiga.


Roy tidak bisa protes mendengar apa yang dijelaskan Nona Muda mereka, meski dalam hatinya terbesit kata menyesal karena telah menyetujui permintaan Shakira untuk ikut dengan mereka makan malam.


"Tuan Muda, sebaiknya Nona Muda tidak di sini, bukan tidak mungkin si tua bangka itu mengikuti kita, jadi sebaiknya Nona Shirleen tidak terlihat berkeliaran di rumah sakit ini." usul Roy, Jason menangis mendengar pendapat asisten pribadinya itu, saat Roy tidak bisa membayangkan apa yang sedang terjadi di dalam sana karena Shakira masih ditangani para medis, namun Roy masih juga memperdulikan masalahnya, sungguh demi apapun Jason semakin tidak bisa jika harus hidup tanpa Roy.


Jason mengurus semuanya, dirinya menyuruh Darwin untuk urusan menggantikan Roy, ruangan IGD dan Ruang Rawat Shakira nantinya akan di tutup aksesnya, hingga tidak ada yang mengetahui bahwa Shakira sedang sakit.


Sementara dirinya, memanggil dokter Eri untuk menemui nya di ruangan rawat Shirleen waktu itu, dirinya membawa Shirleen ke situ dengan penjagaan ketat dan meminta Dokter Eri membuat Shirleen menjadi seperti orang sakit.


Beruntung sepupunya dari pihak Mama Mila itu selalu saja menurut dan tanpa bertanya dengan suka rela melakukan itu.


Jason juga sengaja memberitahu mertuanya dan meminta mertuanya itu untuk segera datang ke rumah sakit, dirinya ingin Shirleen juga ditemani karena bukan tidak mungkin Gilbert sialan itu akan mencari keberadaan mereka di rumah sakit ini dengan dalih menjenguk.


Setengah jam berlalu, kedua mertuanya sudah datang dengan wajah panik menuntut penjelasan pada sang menantu.


Jason kemudian menjelaskan di dalam ruang rawat Shirleen, bahwa ini hanya sementara, Jason juga menjelaskan bahwa ada pihak yang telah berani mencelakai Shirleen namun untungnya Shirleen selamat, dan untuk membuat pihak lawan semakin yakin atas keberhasilan rencana mereka jadilah Jason meminta Shirleen untuk berpura-pura sakit, dan beruntung kedua mertua Jason mudah mengerti, dan mendukung rencananya.


Kini dirinya akan menemui Roy yang sedang sendirian menunggui Shakira dari luar ruang IGD, Jason juga tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Shakira, wanita yang telah membawa kebahagiaan bagi Roy dan juga kebanggaan Jason.


Jason berjanji Shakira akan tetap hidup, apapun akan dirinya lakukan.


Bersambung...


*


*


*

__ADS_1


Like, koment, and Vote !!!


__ADS_2