
Shirleen menunggu taxi online yang dipesannya saat ia berada dikamar tadi, tidak lama sebuah mobil mewah datang menghampirinya.
Seorang pria memakai topi hitam dan masker membuka kaca mobilnya dan bertanya "Dengan Mbak Shirleen ?"
"Ya" Shirleen pun menyahut dan mulai membuka pintu belakang namun dicegah oleh si supir taxi
"Didepan saja Mbak" driver taxi online itu menyuruh Shirleen untuk duduk didepan. dan Shirleen pun menurut, setelah memasukkan dua kopernya pada pintu belakang.
"Sesuai aplikasi ya Mbak" ucap sang driver
"Iya Mas" Shirleen mengangguk.
Namun belum sampai setengah perjalanan tiba-tiba driver taxi online itu menepikan mobilnya.
"Lho kok berhenti Mas ?" Tanya Shirleen yang dari tadi fokus pada ponselnya.
Dan alangkah terkejutnya ia, driver taxi online itu sudah berubah menjadi Jason, atau mungkin memang Jasonlah yang sedang menyamar menjadi supir taxi. Sungguh ia tidak mengerti mengapa dimana-mana ada Jason dan herannya bocah tengil itu bisa bunglon kapan saja.
"Kamu lagi... Ngapain kamu disini ?" Shirleen bertanya dengan nada yang sangat kesal.
"Yeee, bukannya baby yang masuk ke mobil ini, inikan mobil aku by ya wajarlah aku disini" Jason senyum dengan tampang yang minta ditabok panci.
"Ya lagian kamu nanyanya kayak supir taxi online gitu, dengan Mbak Shirleen, sesuai aplikasi ya Mbak, kan kampret mana aku tau orang itu kamu" Shirleen menggerutu.
"Hahahaa, mana ada kali sayang taxi online mobilnya mewah gini, kamunya aja yang nggak fokus" Jason merasa menang telah berhasil menipu Shirleen.
__ADS_1
"Jadi kita mau kemana ini, Misca dimana sayang nggak kamu bawa sama kamu ?" Jason bertanya setelah ia sadar Shirleen tidak membawa Misca bersamanya.
"Sayang sayang pala lo peyang, jadi taxi online yang aku pesen gimana nasibnya ini ?" Shirleen mulai repot, ia langsung memeriksa ponselnya kembali, dilihatnya pesan driver taxi online yang ia pesan telah menunggu didepan rumahnya.
Lalu ia membalas pesan, bahwa ia sudah pergi dan untuk masalah pembayarannya ia akan mentransfernya.
"Kamu itu emang kayak hantu tau nggak, tiba-tiba muncul tiba-tiba ngilang" ucap Shirleen
"Kenapa ayang kangen..." Jason malah menggoda Shirleen.
"Stop Jason, berhenti manggil aku sayang, aku nggak enak dengernya" protes Shirleen.
"Kalau aku nggak mau ?" Jason dengan tengilnya.
"Jadi kita mau kemana ini ?" Jason bertanya, karena sejujurnya ia berhenti tadi karena belum mengetahui kemana tujuan Shirleen.
"Kebutik Angels W, jemput Misca, dia aku titipin dibutik temen aku" Shirleen kini sudah pasrah.
Jason pun mulai melajukan mobilnya, tidak banyak perbincangan antara mereka berdua, hanya sesekali Jason bernyanyi teriak-teriak kayak tarzan sambil memgemudi.
Jangan jangan kau menolak cintaku
*Jangan jangan kau ragukan hatiku
Ku kan slalu setia menunggu
__ADS_1
Untuk jadi lakimu
Jangan jangan kau tak terima cintaku
Jangan jangan kau hiraukan lakimu
ceraikanlah saja lakimu
Lalu bilang I Love You padaku*.
Jason memilih menyanyikan lagu dari band ST 12 berjudul "Puspa" namun ia sedikit mengganti liriknya agar terkesan lebih real untuk kisah cintanya.
Shirleen pun sedikit tertawa melihat kelakuan Jason yang ajaib, Jason sama sekali tidak jaim bernyanyi sambil teriak-teriak disampingnya,meski Shirleen mengetahui Jason mempunyai perasaan terhadap dirinya.
"Eemm oiya tadi kamu bilang apa ? kamu nggak suka kalau aku panggil apa tadi ?" Jason tiba-tiba bertanya pada Shirleen.
Shirleen yang masih merasa lucu akan kelakuan Jason tadi pun menjawab tanpa berfikir terlebih dahulu. "Panggil aku sayaaang" jawab Shirleen ketus.
"Iya apa sayang" Jason langsung memotong ucapan Shirleen dengan mode manjanya.
Shirleen pun terperangah, ia sudah dua kali ditipu Jason hari ini. Sungguh greget nih anak manusia, dan sialnya ada sedikit senyum dibibir manis Shirleen saat ini.
"Sa ae berondong tengil" Batin Shirleen.
Bersambung...
__ADS_1