
Disebuah ruangan yang gelap Pak Adrian bergidik ngeri menyayangkan mengapa ia harus menemui seseorang ditempat seperti itu.
Ia sudah menunggu hampir satu jam di tempat yang nampak horor tersebut bersama Jo salah satu orang kepercayaannya.
"Selamat siang Pak Adrian" sapa seseorang yang sudah ia tunggu sedari tadi.
"Siang Tuan Fred" jawab Pak Adrian.
"Bagaimana rencana kita ?"
"Aku masih belum melakukannya, kemarin aku sudah bicara padanya dan meminta maaf, namun Jason masih tetap keras hati, anakku itu persis almarhum Papa"
"Yaaa, Tuan Abraham memang persis seperti Jason, aku bisa melihat beliau dalam diri anakmu" ucap Tuan Fred yang kemudian menatap sendu kenangan seorang yang pernah menjadi bosnya dulu.
Ya Tuan Fred adalah salah satu anak buah yang bisa diandalkan waktu dulu saat Tuan Abraham kakek dari Jason masih terlibat di dunia mafia. Namun tuan Abraham setelahnya sadar kalau semua yang ia lakukan itu adalah sebuah kesalahan, ia mulai membangun perusahaan bisnisnya dengan nama putranya Adrian Group yang sekarang anak perusahaannya sudah menyebar dimana-mana dan bergerak diberbagai bidang.
Setelah sadar dan tampak takut akan dosa, Tuan Abraham lalu meninggalkan dunia mafia.
Tuan Abraham juga berubah menjadi sangat murah hati, selalu membantu sesama dan apa saja untuk orang lain, baik yang mengenalnya ataupun tidak.
Hartanya yang seakan tidak habis-habisnya itu, ia gunakan sebaik-baiknya untuk membangun rumah sakit dan beberapa panti asuhan serta panti jompo, tidak jarang juga ia membedah rumah warga desa yang terlihat sudah tidak layak. Ia selalu berkunjung kemana saja menjelajahi dimana tempat yang bisa ia berikan bantuan.
Memberi sedekah di setiap hari jum'at, Tuan Fred masih ingat bagaimana sosok bosnya itu menceramahinya untuk rajin bersedekah sebelum akhirnya beberapa minggu kemudian Tuan Abraham meninggal dunia.
Dinyatakan sakit adalah vonis yang terlampir menjadi penyebab kematian bosnya itu, namun penyebab sebenarnya bukan seperti itu, setelah beberapa bulan kepergian Tuan Abraham, Tuan Fred ia yang merasa ganjal dengan kematian bosnya itu mulai menyelidiki kasus yang menimpa Tuan Abraham, dengan kecerdasan dan ketangguhannya ia berhasil menemukan titik terang. Ternyata dalang kematian Bosnya itu adalah kakak Tuan Abraham sendiri.
Tuan Fred menutupi itu semua, karena ia mengingat sebuah pesan dari Tuan Abraham, "Apapun yang terjadi jika saja kau mengetahui penyebab kematianku nanti, jangan pernah kau balas, aku hanya ingin meninggalkan dunia ini dengan tenang"
Tuan Fred menyadari, sebenarnya Tuan Abraham sudah mengetahui kalau dirinya sedang diincar, sehingga beliau bisa berpesan seperti itu padanya terlebih dahulu.
Namun Tuan Fred bukanlah orang baik, ia diam-diam membalas dendam pada kakak Tuan Abraham, ia membuat rekayasa sebab kematian Kakak Tuan Abraham dengan dalih kecelakaan tunggal yang mengakibatkan mobil terbakar sehingga membakar hangus tubuhnya, padahal yang sebenarnya dirinyalah yang telah membakar hidup-hidup target balas dendamnya itu di markas sebelum ia melancarkan aksi rekayasanya untuk membohongi publik.
Jelas saja setelah sekitar tiga bulan kematian Tuan Abraham, saudara kandungnya itu juga dinyatakan tewas mengenaskan.
Sebuah rahasia yang ia simpan dalam, ia masih ingat pesan mantan bosnya itu, bahwa keluarga adalah segalanya.
__ADS_1
Jika ia memberitahukan dalang dari penyebab kematian kakeknya Jason, pastilah Pak Adrian sekarang akan bermusuhan dengan saudara-saudaranya, namun ia tidak melakukannya, karena baginya ia tidak punya urusan sampai kesitu, yang ia puaskan hanyalah nyawa harus dibayar dengan nyawa, baginya dengan membunuh pembunuh bosnya, itu sudah cukup baginya, dendamnya sudah terbayarkan.
"Kalau kau tidak melakukannya aku tidak bisa membantumu" ucap Tuan Fred.
"Lalu bagaimana ?"
"Begini saja, kalau bisa aku ingin menemui istrinya Jason, nanti aku akan bicara pada wanita itu secara baik-baik"
"Apa benar yang kau bilang bahwa anakku belum benar-benar berhenti dengan bisnis gelapnya ?"
"Yaaa bisa dibilang seperti itu, dia memang tidak lagi terjun langsung mengurus bisnis gelapnya, tapi keuntungan hasil bisnisnya itu terus mengalir padanya, ia hanya menyerahkan kepengurusan pada anak buahnya ?"
"Dia tidak berubah"
"Butuh waktu, bukannya tidak berubah" sanggah Tuan Fred.
"Kau juga bertanggung jawab tuan Fred"
"Yaaa, karena itu aku juga bertekad untuk menghentikannya"
Jason sedang mengaduk mie kuah miliknya saat Angga tiba-tiba datang menepuk pundaknya.
Semua guru sedang rapat karena sebentar lagi mereka yang sudah kelas tiga akan ujian nasional, Angga tadi mencari Jason dikelasnya namun yang dicari ternyata sudah membolos ke kantin.
Jason menautkan alisnya seolah bertanya ada apa Angga mencarinya.
"Eehh gue mau tanya dong Son, kemaren pas ulang tahun lo itu ada cewek namanya Shakira, nah tu cewek siapanya lo sih ?" tanya Angga tidak sabaran.
Jason tidak menjawab, ia hanya menyipitkan matanya heran dengan pertanyaan Angga.
"Iya Shakira, sodara lo yaaa ? Kok lo nggak bilang sih punya sodara cakep parah gitu"
"Dia anak buah gue"
"Anak buah lo, waah berarti tuh cewek wanita karier dong, jadi minder gue yang duit aja masih minta ama bonyok" ucap Angga, ia jadi semangkin mengagumi Shakira.
__ADS_1
Padahal tanpa ia tau, maksud anak buah itu adalah anak buah yang seperti apa.
"Eeh eeh udah punya cowok belum si Shakira ?" tanya Angga lagi.
Jason menggeleng pelan, tidak salahlan ia hanya mencoba jujur, Roy kan belum pacaran dengan Shakira.
"Waah ada peluang gue"
Peluang, lo kira siapa Shakira, dia nggak bakalan mau sama curut kayak lo.
Ucap Jason dalam hati yang sungguh amat geli dengan pernyataan Angga tadi.
"Punya nomor WA Shakira nggak lo, pasti ada kan bagi gue dong"
"Dia nggak bakalan mau sama lo" ucap Jason meremehkan.
"Waahh ngeremehin gue lo, gue gini-gini mantannya udah berbaris rapi yaaa" sombong Angga.
Jason mencebikkan bibir bawahnya, entah bagaimana sahabatnya bisa sepede itu.
"Emangnya lo baru pertama pacaran udah bucin sebucin-bucinnya ama Mak Jan, gue mah santuy kali pacaran cari pengalaman" sindir Angga lagi.
"Gue peringatin ya, kalo lo cuma mau main-main sama Shakira jangan deketin dia" ucap Jason dingin, ia tidak terima dengan kata-kata Angga yang menganggap pacaran sebagai ajang mencari pengalaman.
Shakira, pelan namun pasti rekan yang sudah lama ia kenali itu pasti sudah menduduki tempat tersendiri bagi Jason. Baginya Shakira maupun Roy punya posisi masing-masing dihatinya.
"Yaelah Junedi, maruk amat lo, udah dapet Kak Shirleen beserta paketnya masih juga Shakira lo embat" ucap Angga yang sepertinya salah paham karena tatapan Jason.
"Gue nggak mau lo nyakitin Shakira" ucap Jason lagi.
"Dih ni anak, ngapain coba gue nyakitin dia, yang ada gue malah demen ama tuh cewek, makanya minta kenalin sama lo, minta nomornya sama lo" bela Angga ia tidak terima dituduh ingin menyakiti Shakira, baginya Shakira berbeda dari mantan-mantannya, jika dulu ia pacaran hanya karena tidak enak menolak gadis-gadis yang menyatakan perasaan padanya sehingga dengan terpaksa ia memberi kesempatan pada gadis-gadis itu dalam kurun waktu satu bulan. Namun saat bertemu Shakira pertama kali ia benar-benar merasa seperti ada ketertarikan antar lawan jenis, ada rasa yang tak biasa ia rasakan hanya dengan menatap ataupun membayangkan wajah Shakira.
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
Happy reading !!!