
Sebelum pergi ke Kebun binatang, Jason mengajak Shirleen untuk periksa kandungan terlebih dahulu di klinik sepupunya.
Kini Shirleen sedang diperiksa oleh Dokter Raffi, Dokter Raffi adalah anak dari Dokter Silvi kakaknya Mama Mila.
Semua kerabat dekat keluarga Adrian, Keluarga dari Pak Adrian dan keluarga dari Mama Mila hanya tau kebenaran bahwa anak yang dikandung Shirleen adalah anak Jason. yang akan menjadi pewaris keluarga Adrian.
Shirleen menjadi tidak nyaman, karena ia seperti pedofil saja rasanya, berhubungan dengan anak dibawah umur baginya sangat memalukan.
Namun ia menurut saja, karena Jason sendiri yang telah mengakui anak yang dikandungnya ini adalah anaknya kepada semua keluarga, kecuali Papa dan Mamanya.
"Jason, bayimu sangat sehat, aktif sekali, dengarlah ini suara detak jantungnya" ucap Dokter Raffi.
Jason masih terus memperhatikan layar didepannya, terlihatlah samar bentuk bayinya kini.
"Kapan kau akan menikahinya ?" Tanya dokter Raffi sambil membersihkan gel diperut Shirleen.
"Setelah bayi ini lahir, karena menurut islam dia tidak boleh kunikahi sekarang" jawab Jason.
"Ah baiklah, semoga keluarga kalian selalu dilimpahkan kebahagiaan, sebentar lagi keponakanku akan lahir, tidak sangka kau akan mendahuluiku, menikah dan menjadi papa muda secepat ini" ucap dokter Raffi lagi.
"Rezekiku sudah sampai Kak" jawab Jason santai.
"Ini obatnya" Dokter Raffi memberikan paper bag berisikan obat dan vitamin untuk Shirleen
"Dia cantik" ucap Dokter Raffi lagi sambil melihat Shirleen, ia ingin sedikit menggoda sepupunya itu.
"Kau mau mati yaaa" ancam Jason karena melihat Dokter Raffi tersenyum senang ke arah kekasihnya itu.
"Hahaha, santuy, sepertinya kamu akan lebih banyak saingan"
"Heh, silahkan saja kalau mau mati" sinis Jason.
"Kau harus ekstra menjaganya, dia bagai titisan dewi, setelah menikah nanti kau harus mengurungnya dikamar" Dokter Raffi senang sekali rasanya bisa menggoda tuan muda keluarga Adrian itu.
Jason mendengus kesal, ia segera menggendong Misca dan menarik tangan Shirleen keluar dari klinik tanpa berpamitan.
__ADS_1
Ia memang tidak salah memilih, Shirleen memang begitu cantik, begitu banyak orang yang tertarik pada kekasihnya itu, hanya Athar saja yang bodoh melepaskan berlian dan menggantinya dengan kerikil tak berarti.
Hari ini adalah harinya Misca, Jason menuruti permintaan tuan putri kesayangannya itu kemanapun ia mau, Misca nampak senang berjalan-jalan di kebun binatang, melihat-lihat penghuni kebun binatang yang beragam, ilmunya sepertinya akan bertambah setelah pulang dari sini.
"Papa, Misca mau ice cream !" pinta Misca menunjuk gerobak ice cream saat ia sudah selesai berwisata di kebun binatang.
"Tunggu sebentar" Ucap Jason, lalu ia pergi menjauh dari Shirleen dan Misca. Kemudian tanpa diketahui Shirleen, ia menyuruh salah satu pengawalnya yang berjaga didekatnya untuk membelikannya ice cream.
Tak lama pengawal itu pun membawakan tiga cup ice cream kepadanya.
"Ini Tuan Muda" ucap pengawal tersebut memberikan ice creamnya pada tuannya.
Jason menerima ice creamnya, ia lalu menjentikkan jarinya menyuruh pengawal itu pergi.
Ia kemudian kembali mendekati Misca.
"Ini ice creamnya tuan putri" Ucap Jason pada Misca.
Misca sangat senang, dan segera mengambil satu cup ice cream.
Ia melepas maskernya, sungguh tanpa ia sadari banyak pengunjung kebun binatang yang berada sekitarnya ternyata menyadari kehadirannya, mereka tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membidik moment kedekatannya bersama wanita yang sedang hamil dan anak kecil itu.
Jason santai saja. Ia lupa bahwa kehadirannya disitu menarik banyak perhatian emak-emak julid doyan gosip.
Ia masih terus menikmati liburan dengan kekasih dan tuan putrinya itu.
Ia sudah lupa bahwa ia adalah publik figure yang beritanya selalu disorot dari baik maupun buruknya.
Bahkan kini terlihat sesekali ia mengusap perut Shirleen yang membuncit itu, menandakan bahwa itu adalah miliknya.
Membuat suasana di kebun binatang itu semakin panas dengan hot news yang sedang live disitu.
Tiba-tiba ponselnya berdering, ternyata Roy menelponnya.
Jason pun mengangkat telponnya, dan beberapa detik kemudian ia langsung terkejut, dari apa yang Roy katakan saja ia sudah mengerti akan kearah mana topik pembicaraannya.
__ADS_1
"Kau uruslah segera, aku tidak mau tau" ucap Jason pada Roy.
Jason memakai maskernya yang sempat ia lupakan, ia menggendong Misca dan menggadeng tangan Shirleen menuju pintu keluar kebun binatang itu.
Tatapan intimidasi dari pengunjung sekitar pun tidak bisa lagi dielakan, namun Jason sama sekali tidak memperdulikan itu.
Ia hanya takut, gara-gara kecerobohannya, Shirleen yang malah dihujat oleh netizen julid dan fansnya yang bar-bar.
Apalagi untuk sekarang ia tak mungkin go public, ia harus mengatasi masalah ini dengan segera.
Roy sekarang tengah mengotak-atik dunia hacker, ia membobol akun lambe-lambean yang sedang ramai mengulas berita tuannya itu, namun sudah satu jam ia berkutat, masih juga ada muncul berita semacamnya.
Padahal mungkin hanya sekitar setengah jam dari berita itu diunggah, namun viralnya sudah tak tanggung tanggung.
Roy memijit kepalanya pening, lalu ia melanjutkan lagi pekerjaanya yang sebenarnya lebih menyangkut hidup tuan mudanya itu.
Dan pada akhirnya ia mampu menuntaskan segala berita yang beredar mengenai Jason Ares Adrian.
Drett drettt
Ponsel Roy berbunyi, satu pesan masuk ke ponselnya.
📩 Good Job, akan ku kirimkan bonus untukmu segera.
Satu pesan masuk dari Tuan Mudanya kembali membuatnya tersenyum. Lelahnya akan terbalas juga dengan nilai yang pastinya tidak main-main.
Bersambung...
*
*
*
***Hai readers, dukung karya ini dengn like, koment, dan vote yah...
__ADS_1
Happy reading*** !!!