
"Yuk, udah selesai kan?" tanya Angga, dirinya sengaja menunggui Rara pulang kerja, Angga memang sudah meniatkan untuk menjemput cewek yang sedang ditaksirnya itu.
"Padahal gue bisa pesen taksi, lo emangnya nggak capek abis ospek seharian?" tanya Rara, cewek itu mengambil helm yang di sodorkan Angga dan lalu memakainya.
"Enggak lah, kan mau jemput calon pacar, liat lo senyum aja capek gue langsung ilang!"
"Dasar gombal!" ketus Rara.
"Yeee, dibilangin juga!" ucap Angga sembari mengancingkan tali helm Rara karena dilihatnya cewek itu seperti kesusahan.
"Makasih calon pacar..." ucap Rara.
"Sama-sama calon pacar!" balas Angga.
Entahlah, kali ini Angga nampaknya akan pacaran dengan yang bukan tipenya, karena selama dirinya pacaran meski tanpa cinta dan hanya dalam waktu tiga bulan, dirinya bisa memastikan bahwa dia tidak pernah bersikap selebay itu, kalau ada Afik di sampingnya mungkin kawan kentalnya itu akan muntah sebaskom mendengar panggilan dirinya dan Rara tadi. Angga jadi bergidik ngeri membayangkan itu, tapi saat melihat wajah Rara, anehnya Angga bisa bersikap lebay lagi dengan sendirinya.
"Kita kemana nih calon pacar? Mau langsung pulang atau jalan dulu?" tanya Angga, saat ini keduanya sudah berada di motor yang sedang melaju pelan, Angga dan Rara nampak menikmati perjalanan mereka.
"Terserah calon pacar aja, masih ada waktu satu jam, enaknya ke mana?" tanya balik Rara.
"Ke hatimu..." gombal Angga lagi, pikiran dan mulutnya sudah tidak selaras, dirinya mulai tidak waras jika berdekatan dengan Rara, sungguh ini bukan gaya pacarannya.
"Ih, gombal mulu, dasar!" dengus Rara.
"Tapi suka kan..." goda Angga.
Wajah Rara memerah, Angga pasti akan semakin menggodanya jika tau wajahnya begitu, tapi beruntung saat ini Rara berada di belakang Angga, jadi dia akan mencoba secepatnya untuk menetralkan perasaan.
"Peluk dong calon pacar!" rayu Angga. Pemuda itu mengambil tangan Rara dan melingkarkan sendiri ke pinggangnya.
Rara semakin deg-degan, dirinya tidak menyangka bisa sedekat ini dengan Angga.
"Ada yang bunyi calon pacar, denger nggak?" tanya Angga, dirinya ingin sedikit mengerjai Rara.
"Bunyi apa?" heran Rara, bunyi apa pikirnya, bukankah hanya bunyi kendaraan berlalu lalang, mereka kan sedang di jalan raya saat ini. Dari tadi Rara tidak mendengar apapun selain itu dan suara calon pacarnya.
"Deg deg deg gitu, deket banget bunyinya..." ucap Angga lancar saja.
Wajah Rara semakin memanas. Dasar Angga, dirinya kan jadi malu.
"Calon pacar, kok diem sih?" tanya Angga lagi.
Tangan satunya membelai lembut lutut Rara, membuat Rara semakin salah tingkah. .
__ADS_1
"Nggak papa, jadi kita kemana?" tanya Rara.
"Calon pacar maunya kemana?" tanya balik Angga.
"Kalau kita makan dulu gimana, gue laper nih!" tawar Angga.
"Emm, tapi..."
Belum sempat Rara menjawab, Angga bahkan sudah membelokkan motornya ke arah rumah makan Padang, Rara heran, dirinya pikir Angga akan membawanya ke restoran mewah, namun ternyata hanya makan nasi Padang.
Tapi baguslah, seenggaknya dirinya bisa makan yang memang juga seleranya.
Kalau di tempat mewah Rara takut Angga akan malu di buatnya, maklumlah dirinya tidak terbiasa makan di tempat begitu.
"Maaf ya makannya tempat gini, tapi di sini enak kok, gue bahkan udah langganan." ujar Angga.
"Iya nggak papa, yang penting enak." ucap Rara.
"Yuk, masuk." ajak Angga.
Keduanya pun masuk dan langsung memesan, Angga nampak ramah dengan orang di rumah makan itu, sepertinya memang benar Angga sudah sering ke sini pikir Rara.
"Pacarnya ya Ga?" tanya seorang pria yang Rara ketahui namanya Uda Roki sebab Angga tadi memanggilnya begitu.
"Oohh masih belum, cantik... Siapa namanya Ga?" tanya Uda Roki lagi.
"Juminten!" jawab Angga asal.
"Angga..." pekik Rara, "Bukan Mas eh Da, bukan itu nama saya, ngarang dia nih." protes Rara, enak saja Angga main ganti namanya, mau di pecat jadi calon pacar nampaknya ini cowok ganteng, untung sayang batin Rara.
"Kamu yang benar Ga, Uda nggak bakalan ngapain kok santai aja, liat tuh jadi cemberut kan anak orang." ujar Uda Roki.
"Jangan nanya, dia punya gue." ujar Angga lagi, menunjuk a melayangkan tampang tengiknya pada Uda Roki.
"Huuh, dasar!" seru Uda Roki, dirinya menyiapkan dua porsi makanan Padang untuk Angga dan Rara.
"Lo itu malu-maluin deh, seenaknya aja ganti nama gue." protes Rara saat mereka sudah berada di meja makan, Angga siap menyantap suapan pertamanya.
"Hahaha, biar nggak ada yang tau nama lo, eh calon pacar, nanti bawa apa buat orang rumah? Calon Ayah mertua suka apa?" tanya Angga.
Rara menghentikan suapannya, cewek itu tidak percaya dengan apa yang baru saja dirinya dengar, apa tadi Angga bilang, calon ayah mertua?.
Seenaknya aja bikin jantung gue mau copot, ya Tuhan, omegot gue nggak mimpi kan?
__ADS_1
Ntar besok atau lusa, please jangan hempasin gue, meski cuma dari ketinggian satu meter, gue bekum siap, minimal sama kayak pacar-pacar lo sebelumnya, tiga bulan, anjim gue baper.
Rara masih memandang Angga dengan teliti, ingin dirinya berbicara tentang keseriusan, tapi jadi pacar saja belum, mimpi dulu sana, kali aja kan Angga cuma mencoba menjiwai peran.
"Kenapa?" tanya Angga membuyarkan lamunannya.
"Lalat hampir aja cetak gol karena lo yang nganga terus." sindir Angga, dirinya sedang berusaha menahan tawa saat ini, menggemaskan sekali sih calon pacarnya ini, ekspresinya yang apa adanya, kan gue jadi suka batin Angga.
"Eeh, eem, tadi lo nanya apa?" tanya Rara.
"Tadi gue tanya, Bokap lo sukanya apa kalau makanan? Kita nanti bawa apa pulangnya?" tanya ulang Angga.
Yah, Rara sedikit kecewa karena Angga tidak mengucapkan pertanyaan seperti tadi lagi, pertanyaan yang sempat membuatnya baper.
"Apa aja!" singkat Rara "Nggak usah bawa apa-apa juga nggak papa." lanjutnya.
"Oh oke!" balas Angga.
"Calon Pacar!" seru Angga, Rara mendongak, ada apa ucapnya dengan bahasa wajah. "Calon pacar beneran nggak ada pacar?" tanya Angga memastikan.
"Kenapa nanya gitu?" tanya balik Rara.
"Jawab aja napa sih, perasaan tiap gue tanya lo malah nanya balik mulu!" ujar Angga.
"Enggak, nggak ada, lagian mana mungkin kan gue mau aja diajak jalan sama lo kalau gue udah punya pacar." jujur Rara.
"Beneran ya nggak bohong, awas lho kalau bohong." ancam Angga.
"Ya beneran, lagian siapa juga yang mau sama cewek modelan kek gue." ucap Rara merendah.
"Hilih merendah, padahal sekarang aja lagi ditaksir cowok, mana ganteng pula cowoknya!" ucap Angga.
"Hah, siapa? Emangnya siapa yang naksir gue?" tanya heran Rara, meski dalam hatinya ia berharap Angga tapi juga masih ada keraguan dalam hatinya, masa iya Angga bilang ada yang naksir dia dengan nada mengejek begitu, Rara bahkan mencari sekeliling kali aja ada yang memperhatikannya hingga membuat Angga berkata begitu.
"Cari apa neng, jauh amat nyarinya, orang cowoknya di depan lo ini!" ucap Angga dengan pedenya, sembari tersenyum manis banget dan jarinya membentuk finger heart ala Oppa korea, Rara saja hampir pingsan di tempat dibuatnya.
Dasar Angga!
*
*
*
__ADS_1
Like, koment, dan vote !!!