Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Menjelajah.


__ADS_3

"Benarkah ini ?" Shakira masih menatap tidak percaya.


"Ia berdua, hanya kita berdua" ucap Roy.


Shakira senang bukan kepalang, mungkin baginya liburan ke lima negara seperti ini bukan hal baru baginya, karena semenjak belum menikah ia sudah sangat sering menjelajah dunia, namun kali ini ada yang berbeda, ia dan Roy, sebuah hal yang sangat ia dambakan.


"Aku harus berterima kasih padanya" ucap Shakira penuh semangat.


Ia lalu menelpon bosnya itu, namun sayang sekali sudah panggilan ke berapa namun Jason tidak juga mengangkat panggilannya.


Dan tak lama sebuah pesan masuk ke ponselnya.


📩 Jangan berterima kasih padaku.


Shakira mengkerutkan keningnya membaca pesan singkat dari Jason, apa maksudnya ? Ia sama sekali tidak paham.


Sementara di sebuah kamar,


Kau pikir apa, mau berterima kasih seenaknya saja, aku yang duluan menikah saja belum merasakan honeymoon sambil menjelajah.


"Kenapa sih By, bete banget keknya" tanya Shirleen yang melihat Jason menekuk wajahnya.


"Nggak papa" ucap Jason singkat.


"Kenapa ?" cercah Shirleen.


"Aku juga mau menjelajah By" ucap Jason manja, sungguh ia benar-benar iri dengan Roy, padahal ia sendiri yang menghadiahkan tiket bulan madu tersebut pada asisten pribadinya itu.


"Menjelajah ?" bingung Shirleen.


"Iya menjelajah, mendaki gunung melewati lembah" ucap Jason.


"Maksudnya ?" Shirleen lebih-lebih tidak mengerti, suaminya ini ngomong apa sih, atau sedang bahas apaan sih.


"Ya sudah kalau tidak mengerti" ucap Jason.


"Ih apaan ?" Namun nampaknya Shirleen sudah mulai penasaran akan kata menjelajah yang dimaksud Jason.


"Gak usah tau."


"Dih, kok kek gitu, apaan sih aku kan jadi penasaran."


"Mau menjelajah bareng aku ?" tanya Jason.


"Menjelajah bareng ?" Shirleen mencoba mencerna ucapan Jason. Seperdetik kemudian ia tersadar, mungkinkah maksud suaminya itu..."Dasar mesum." umpatnya.


"Mesum ?" ucap Jason pura-pura heran.


"Yaaa" Shirleen seperti kehilangan percaya dirinya, apa ia salah mengartikan, jangan-jangan pikirannyalah yang mesum, bisa-bisanya menjelajah mendaki gunung melewati lembah itu adalah... Ah tidak, apa yang telah terjadi padaya.


"Maksudnya ?" tambah Jason semakin lancar aksi sok polosnya.


"Ya, ya itu, eh By, makan yuk, aku lapar" ucap Shirleen mengalihkan pembicaraan.


"Heemm, ide bagus, aku juga lapar" ucap Jason sumringah, ia tersenyum smirk.

__ADS_1


"Yuk" ajak Shirleen.


"Ayok" ucap Jason genit, sembari menaik turunkan alisnya. Ternyata Jason mempunyai maksud lain.


Yah bukannya mengikuti langkah istrinya ke arah dapur, namun Jason malah membopong Shirleen dan mulai membaringkannya di ranjang.


"By..." kaget Shirleen kala tubuhnya diangkat dan sudah mendarat mulus di ranjang.


"Aku lapar" ucap Jason, ia kembali lagi tengil seperti biasanya, menggoda Shirleen dengan kerlingan matanya.


Nah Shirleen sudah mengerti sekarang, sebenarnya suaminya itu bukan tidak mengerti tadinya, bersikap sok polos padahal di kepalanya dipenuhi dengan selangk*ngan.


Jason mulai melakukan serangannya, mencumbu mesra istrinya, membawa dalam kehangatan yang semakin membara.


Shirleen kini telah takluk dibawah kungkungannya, terbukti dari sikap yang tidak melakukan penolakan serta mata yang mulai terpejam, mungkin istrinya itu begitu menikmati.


"Lihat aku" ucap Jason disela-sela mengecupi leher Shirleen.


Ia ingin mata Shirleen menatap matanya, bukankah mereka sama-sama dipenuhi oleh cinta bukan semata hanya karena nafsu belaka.


Shirleen membuka matanya, Jason sangat tampan, bahkan dalam keadaan ingin meminta jatah sekalipun, membuat ia tidak kuasa untuk menolak.


"I love you Baby..." ucap Jason penuh cinta.


"I love you too" jawab Shirleen.


Lalu mereka memulai apa tadi menjelajah, Jason akan melakukan tugasnya sebagai suami yang baik begitupun sebaliknya Shirleen.


"By... Ah By..." racau Shirleen bersahutan dengan Jason.


"By..."


"Ah By..."


"Yes Baby"


"By"


"Hemm, kau milik siapa ?"


"Jasooon, ah By..."


"Teriak saja"


"Aaahhhhhhh" keduanya sama-sama berteriak mesra, saat naga api berhasil menyemburkan laharnya, Shirleen benar-benar puas, memang benar daun muda memang lebih unggul nampaknya, dari segi fisik memang tidak akan main-main.


"Aku mencintaimu..."


"Aku juga By, sangat mencintaimu"


Keduanya lalu berkemas membersihkan diri, beruntung tidak terjadi ronde ke dua di kamar mandi, biasanya Jason akan melakukannya sekali lagi, alasannya simpel katanya biar adil, entahlah apa maksudnya.


"Aku lapar By, kali ini benaran lapar" ucap Jason.


"Ya udah ayok" ajak Shirleen.

__ADS_1


Lalu mereka pun makan bersama, setelah Shirleen memanaskan masakannya terlebih dahulu.


"By, aku mulai senin ini akan lebih sibuk dari biasanya" ucap Jason, ia ingin menyampaikan bahwa dirinya yang mungkin akan terlambat pulang dimulai dari senin ini.


"Kenapa ?" tanya Shirleen di sela suapnya.


"Heehh." Jason menghentikan makannya sebentar, menarik nafas dalam. "Roy ingin mengambil cuti dua minggu atau bisa lebih selama ini hanya dia seorang yang membantuku mengurus perusahaan, jadi kalau ia cuti aku kemungkinan akan bekerja lebih." jelas Jason.


"Oohh, kenapa dia cuti ?" tanya Shirleen.


"Dia ingin menjelajah" jawab Jason.


Menjelajah lagi, sebenarnya apa sih maksud dari kata menjelajah, batin Shirleen.


"Menjelajah ?" tanya Shirleen.


"Iya menjelajah, dia akan honeymoon ke lima negara bersama istrinya, jadi aku terpaksa menggantikan semua tugasnya" ucap Jason.


Terpaksa By kamu bilang, emangnya itu perusahaan Roy.


Shirleen mengelengkan kepalanya, bagaimana bisa suaminya itu mengatakan terpaksa menggantikan tugas Roy.


"Kenapa ?" tanya Jason.


"Enggak, udah abisin, selesai ini kita harus tidur"


Jason pun segera menghabiskan makanannya, cukuplah untuk bekal tidurnya.


"By, kemaren sebelum acara kita, ada yang ngancem-ngancem kamu ya di cafe" tanya serius Jason.


Entah dari mana Jason tau, Shirleen tidak penting menanyakan itu, karena ia sudah tau kalau Jason punya banyak mata dan telinga, hal sekecil itu lumrah saja jika bisa sampai kepadanya.


Sekarang pilihannya hanya ada dua, iya atau tidak, mau berbohong pun tidak akan bisa karena Jason pasti sudah tau segalanya.


"Ii iya By" jawab Shirleen.


"Kenapa tidak bilang, kalau aku nggak nanyain ini pasti kamu nggak akan bilang" ucap Jason.


"Ya karena bagi aku gak papa lah By, itung-itung pengalaman menghadapi customer yang beragam, udah lah cuma masalah kecil kek gitu ngapain juga di perpanjang, ngapain juga mau di bahas" jelas Shirleen.


"Dia teman kamu kan" tanya Jason.


"Iya By, teman SMA, udahlah gak usah bahas" Shirleen sudah waspada level tiga, takutan kalau Jason bertindak menggunakan kuasanya.


Dari situ saja ia sudah paham, bahwa Jason sudah menyelidiki kehidupan Erni. Entah apa yang akan terjadi pada Erni nantinya.


Duh Erni...


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...


Happy reading !!!

__ADS_1


__ADS_2