
Tuan Gilbert menatap nakal para jal*ng di Bar yang dirinya sambangi, dia sudah berencana untuk mengakhiri kepenatannya di ranjang malam ini, si tua bangka itu penebar benih yang handal ternyata.
Misinya hampir saja berhasil, hingga setengah bayarannya sudah sampai pada rekeningnya tadi sore, dan malam ini dirinya ingin bertemu dengan seseorang yang mempekerjakannya itu.
Bayu Lesmana, adalah paman Jason Ares Adrian, pemuda yang ditargetkan untuk dihancurkan hidupnya oleh Gilbert.
Mengatur rencana selanjutnya, sembari tubuhnya dijamahi oleh jal*ng yang bertugas.
Dirinya hidup di negara dimana se*s adalah hal yang biasa, jadi saat sampai di Indonesia dirinya tidak bisa bebas berekspresi kecuali mendatangi tempat laknat semacam ini.
"Tuan Bayu..." sapanya menyalami tangan Bayu yang baru saja datang bersama seseorang.
"Bagaimana, menyenangkan bukan?" tanya Pak Bayu,sedikit berteriak karena dentuman suara musik yang menggelegar mengganggu pembicaraannya.
Lagian dasar aneh mau mengadakan janji temu bisnis malah di tempat yang seperti itu.
"Yah aku menyukainya! dan ini, siapa dia?" tanya Tuan Gilbert menatap seseorang yang bersama Pak Bayu.
"Harus kukenalkan sekali lagi, dia yang tadi berbicara padamu, Tomy Raditya seseorang yang sudah bekerja ekstra untuk kita!" jawab Pak Bayu.
Seseorang yang disebut sebagai Tomy itu tersenyum miring, dirinya suka sekali pekerjaan seperti ini.
Flashback.
"Setelah ini, apa?" tanya Darwin, dirinya ingin mengetahui hal lebih lanjut mengenai apa yang akan dilakukan musuh Bosnya itu, dan melalui Tomy dirinya bisa menggali informasi.
"Gue nggak akan bilang!" ucap Tomy yakin
"Hahaha, kamu pikir saya peduli, ketahuilah, aku sudah bertanya secara baik-baik, tapi kau rupanya tidak bisa diajak bersahabat!" ucap Darwin.
"Lepasin saya!" bentak Tomy.
Darwin menelpon seseorang untuk membantunya menyelesaikan tugas, tak lama sekitar tiga puluh menit seseorang itu pun datang, wanita cantik nan anggun namun siapa sangka dirinya juga kriminal.
Wanita itu memang sudah berhenti dari pekerjaan haram milik Tuan Fred, namun kalau hanya sekedar untuk bantu-bantu, dirinya siap kapan saja bisa diandalkan.
"Hello Baby!" sapa Darwin, dirinya mengecup singkat punggung tangan wanita itu mesra.
"So! Aku harus melakukan apa di sini, menghangatkan tubuhmu? Tidak mungkin kan aku menghangatkannya?" tanya wanita cantik bernama Heanly tersebut.
"Oh, kau jujur sekali sayang, jangan terburu-buru kita bisa pesan kamar setelah ini!" ucap Darwin.
"Yah, aku punya pekerjaan untukmu!"
__ADS_1
"Apa?" tanya Heanly.
"Kau bisa membuat wajahku mirip dengannya, oh kau yang paling ahli tentunya!" puji Darwin bahkan sebelum Heanly mengatakan iya.
"Pfftt, kau sudah cukup tampan seperti ini sayang, untuk apa memperburuk wajahmu!"
"Lakukan saja!" titah Darwin.
"Okay! Cup!" Heanly mengecup singkat bibir Darwin membuat Tomy serasa jijik melihat pemandangan tidak tau malu di hadapannya.
"Dia bergidik! Hey, nikmatilah hidup normalmu jangan memandang kami seperti itu, kau iri ya!" omel Heanly, "Apa dia tawanan Tuan Muda?" tanya Heanly, wanita itu mulai mengaplikasikan make up pada wajah Darwin.
Make up yang Heanly digunakan bukan sekedar Make up biasa, dirinya yang memang berprofesi sebagai make up artist dan cosplay tentu saja mempunyai alat-alat tempur terbaik sebagai tata rias.
"Ya! Tikus got!" ucap Darwin.
"Kabarnya Bosmu itu akan segera launching bayi kembar?" tanya Heanly lagi sembari terus merias wajah Darwin.
"Ehe!" Darwin mengangguk, "Ku rasa berita itu sudah menyebar ya!"
"Cepat sekali, Tuan Muda sangat berpengaruh!"
"Kau tidak terjun lagi?" tanya Darwin.
Hampir satu jam berlalu, kini Tomy sudah bisa melihat hasilnya meski belum sempurna, seperti itu saja bahkan Darwin sudah sangat mirip dengannya.
"Aku bahkan sulit membedakan kalian, sepertinya aku harus memuji diriku sendiri sekali lagi kali ini." ujar Heanly di detik-detik akhir finishing make upnya.
"Mana kacanya?" tanya Darwin.
Heanly memberikan sebuah kaca pada Darwin, dan Darwin nampak mengagumi hasil karya rekan gilanya itu.
"*Pe*rfect! Harus kuakui kau memang ahlinya!" puji Darwin.
"Ya ya ya, apa yang akan aku dapatkan setelah berhasil memuat wajahmu menjadi buruk rupa begini?" tanya Heanly tanpa filter.
Tomy yang masih terikat di kursi terang saja merasa tersindir.
"Terserah apa maumu!" ucap Darwin, ia mengedipkan mata genit pada Heanly, nampaknya dua orang gila itu memang memiliki hubungan lebih dari rekan kerja jika di luar sana.
Hanya saja mereka memang tidak akan saling mengenal jika berada di luar.
"Aku tunggu niat baikmu Baby!" ucap Heanly kemudian berlalu pergi.
__ADS_1
"Kau tidak akan bisa keluar dari sini, jadi berdoalah supaya pertemuanku di bar bersama rekan-rekan payahmu itu nanti malam tidak membuatku lupa untuk menengokmu di sini, kalau tidak siap-siap saja perutmu pasti akan kelaparan." ucap Darwin, dirinya menepuk-nepuk wajah Tomy dengan kasar.
Flashback off.
Disinilah Darwin sekarang, di sebuah Bar ternama, mengikuti Bayu Lesmana, menjadi seorang Tomy Raditya, yang sedang dipromosikan dan dipuji kepandaiannya oleh Pak Bayu.
Pak Bayu nampak bangga dengan pencapaian Tomy Raditya tersebut tanpa tau yang sebenarnya.
"Benarkah, kau bisa mengatasi dia dengan mudah, bagaimana, apa dia tidak mencurigaimu?" tanya Tuan Gilbert antusias.
Darwin tau siapa yang dimaksud oleh Tuan Gilbert, yang tidak lain tidak bukan adalah Bosnya.
"Aku cukup bangga dengan kalian, untukmu Tuan Gilbert, kau sungguh pandai dalam menarik simpati Jason, keponakanku itu sebentar lagi akan menyerahkan perusahaannya dan berikut perusahaan Papanya yang memang sudah berangsur bangkrut."
"Untung saja saat itu Jason sedang berseteru dengan Adrian, jadi anak itu juga tidak berpihak pada Adrian."
"Ya, sebenarnya itu juga membuat pekerjaanku menjadi lebih mudah." ucap Tuan Gilbert menyetujui.
"Aku harus mendekati istrinya, karena menurutku kelemahan terbesar Jason adalah istrinya, tapi hingga kini si Jason keponakanmu itu belum juga menerima tawaran makan malamku!" keluh Tuan Gilbert.
"Yah kau benar, istrinya, itu salah satu kelemahannya!"
"Istrinya juga seseorang yang tidak tegaan, kita bisa memanfaatkan itu." usul Pak Bayu.
"Bagaimana Tomy?" tanya Pak Bayu.
"Saya siap melakukan apapun untuk Tuan!" ucap Tomy yang sebenarnya adalah Darwin.
"Bagus, memang seharusnya begitu, tidak salah aku memilihmu!" puji Pak Bayu sekali lagi.
Lalu mereka bertiga, Bayu Lesmana, Gilbert, dan Tomy abal-abal terlihat masuk ke dalam sebuah ruangan, di sana mereka bisa menyusun rencana penyerangan Jason dengan tanpa gangguan suara dentuman musik dari tempat laknat tersebut.
Darwin siap merekam apa saja yang mereka bicarakan dengan kamera tersembunyi pada pin bajunya, Darwin menggeram kala mendengar rencana busuk keduanya, tapi sejurus kemudian dia memiringkan sudut bibirnya. Sayang sekali sebentar lagi kedua orang ini akan berada di ambang kehancuran, bahkan kalau diprediksikan mungkin mereka para manusia yang berani melawan Bosnya itu akan berada di titik terendah selama mereka hidup, percayalah Bosnya tidak akan mengampuni mereka, karena sebanyak yang Darwin dengar Shirleen akan menjadi target untuk bisa menghancurkan Bosnya, dan Darwin yakin itu tidak akan pernah terampuni jika saja mereka berani melakukannya. Siapapun yang berani menyentuh istri Bosnya itu, maka harus siap-siap mati, Yah siapapun itu.
Bersambung...
*
*
*
Like, koment, and Vote !!!
__ADS_1