
"Selamat Nona Shirleen, anda hamil, usia kandungannya saat ini sudah dua belas minggu" Dokter Eri yang tadi memeriksa kondisi Shirleen memberikan pernyataan yang begitu memukul Shirleen. Sungguh apa yang tadi ia pikirkan kini memang benar adanya, ia kini sedang mengandung anaknya Athar.
Jason yang berada disampingnya mendadak terdiam, ia tidak bisa lagi berkata-kata, ia begitu takut Shirleen akan kembali pada Athar mantan suaminya.
"Hai Tuan Muda, ternyata anda gercep juga yah" Ucapan Dokter Eri membuyarkan lamunan keduanya, ternyata dokter Eri mengira anak yang dikandung Shirleen adalah anak Jason.
"Heemm, jangan beri tahu papa dulu, aku akan menjelaskannya nanti" ucap Jason kepada dokter Eri.
Dokter Eri pun mengangguk setuju.
Shirleen yang masih melum bisa mencerna kejadian hari ini dengan baik pun lebih banyak berdiam diri, ia dituntun Jason menuju keluar ruangan.
Didepan pintu ruangan dokter Eri, entah mungkin Tuhan ingin mengujinya lebih banyak lagi, ia bertemu dengan mantan suaminya dan istrinya yang ingin masuk keruangan dokter Eri.
"Lho, ngatain kamu selingkuh Mas, ternyata ia udah hamil aja sama laki-laki lain" Ucap Riana menghasut suaminya.
Athar yang memang masih memiliki perasaan terhadap Shirleen pun meradang mendengar nyinyiran istrinya.
"Aku kira kamu perempuan baik Shirleen, aku begitu merasa bersalah karena telah menghianatimu, jadi ini alasan kamu ingin segera bercerai denganku, tanpa memberikan kesempatan kedua untukku" Athar marah, ia melihat pria yang berada disamping Shirleen, ia menatap tajam Jason yang masih memakai masker dan topi hitam, namun sudah melepas kaca matanya, tapi untungnya Athar tidak mengenali wajahnya.
__ADS_1
"Kenapa kau ke dokter kandungan dengan pria ini ?" Tanya Athar begitu ingin tahu.
"Nona Shirleen, nona melupakan ini" Ucap Dokter Eri yang tiba-tiba keluar dari ruangannya, memberikan buku pemeriksaan kehamilan punya Shirleen.
Athar yang melihat buku itu pun semakin meradang. Ia mengepalkan tangannya.
"Wah wah hebat sekali, memang sudah hamil ternyata, Mas kamu ternyata udah ketipu sama wajah polosnya ini Mas" Riana mengompori suaminya.
Athar sudah panas mendengar nyinyiran istrinya, ia tidak bisa berpikir jernih, yang ia pikirkan hanyalah setelah ia pulang dari dinas luar kotanya Shirleen mengatakan ia sedang datang bulan, dan setelah itu ia tidak menyentuh istrinya sama sekali, jelas saja ia berpikir itu bukan anaknya, apalagi kehadiran Shirleen yang ditemani laki-laki lain untuk periksa kandungan membuat ia mengabaikan kenyataan sebenarnya, ia menyangka Shirleen juga berhianat padanya.
"Jawaaab" Bentak Athar...
"Lo siapanya Shirleen" Athar menanyakan status Jason.
"Gue Bapak dari anak yang Shirleen kandung, dan lo meneriaki Shirleen, berarti lo berurusan sama gue" Tantang Jason.
"****" Athar mengumpat. Ia telah mendapatkan jawabannya, dan kini ia semakin membenci Shirleen, tanpa tau yang sebenarnya.
Shirleen hanya bisa terdiam, ia begitu kelu untuk menjelaskan semuanya pada mantan suaminya, ia ingin bilang anak yang ia kandung adalah anak Mas Athar, namun ia tak sanggup melakukannya.
__ADS_1
Dan lagi Jason membuat masalah baru baginya, Jason membuat seolah-olah ia memang juga berselingkuh.
"Baik, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, selamat kau memang seperti ******" Maki Athar pada Shirleen.
Air mata Shirleen jatuh saat itu juga, delapan tahun mengenal Athar, namun Athar sama sekali belum mengenal dirinya, dengan mudahnya Athar memaki dirinya seperti itu.
Kini ia bertekat untuk mengikuti permainan Jason, agar tidak ada lagi sisa-sisa cinta untuk mantan suaminya itu, ia akan membuang jauh-jauh perasaannya.
Biarlah semua terjadi seperti itu, karena bagaimanapun Shirleen mencoba menjelaskan, tidak akan berguna bagi Athar yang tidak akan percaya lagi padanya, Athar sungguh telah membencinya.
Shirleen pun menggenggam tangan Jason dan menarik Jason pergi. Ia sudah tidak tahan lagi, anak yang ada dikandungannya mungkin memang anak Athar, namun begitu anaknya lahir nanti ia berjanji anaknya tidak akan mengenal Athar sebagai ayahnya.
"Kau yang tidak mengenalku lagi, kau juga yang telah membuangnya, anak ini bukan anakmu Mas, aku tidak sudi anakku punya ayah sepertimu" Batin Shirleen.
Bersambung...
***Like, koment, dan vote yah readers
Happy reading***...
__ADS_1