Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Cafe


__ADS_3

Ini mungkin yang pertama kalinya mama mengunjunggimu, dan maafkan mama, ini juga mungkin yang terakhir kalinya untukmu.


Yang pertama dan terakhir kalinya.


Yang pertama dan terakhir.


Terakhir kalinya.


Lisa belum juga beranjak dari tempat terakhir ia bertemu mamanya, bayang mamanya yang semakin menjauh pergi bagai terus diputar ulang dalam penglihatannya.


Benarkah semua yang terjadi, setelah ia mulai menerima segala ganjaran hasil perbuatannya, benarkah kini ia juga harus kehilangan keluarganya.


Mengapa ini rasanya sangat tidak adil, Jason yang sudah membuatnya menderita malah terlihat baik-baik saja seolah tak tersentuh. Sementara ia, ia bahkan harus merasakan dinginnya kehidupan dibalik jeruji besi.


Shirleen saat ini sedang berada di cafe Jason, cafe dimana tempat Jason dan teman-temannya biasa manggung.


Jason ingin mengajaknya pacaran ala anak muda, sebelumnya ia dan Jason telah menitipkan Misca pada Mama Mila terlebih dahulu. Dan kencan mendadak itu dimulai dari menunggui Jason manggung dicafenya.


Shirleen mengenakan outfit simpel namun tetap menampilkan kesan modis diumurnya yang hampir kepala tiga, style kekinian anak muda yang melekat ditubuhnya, mampu menyeimbangi Jason yang masih remaja walaupun perutnya terlihat membuncit.


Afik, Angga, dan Yudha juga seolah tak percaya dengan pacar sahabatnya yang berstatus Mak Jan itu, namun penampilannya nampak seumuran mereka, dan sayangnya itu sangat cocok dikenakan Shirleen.


"Son, blasteran turki emang beda yaaa" celutuk Angga.


Jason enggan menanggapi, ia hanya menatap Angga sinis, seolah menyisaratkan Shirleen adalah miliknya.


"Yaelah gue cuma nanya ege, kali aja bini lo ada sodaranya, yang modelan bini lo gini nih, gue biar uda tuwir juga gak papa kali"

__ADS_1


Jason datar saja, ia menyuruh Shirleen untuk duduk dipojokan tempat biasa ia dan sahabatnya nongkrong, ia ingin manggung sebentar.


Jason memesankan makanan ringan dan minuman terlebih dahulu untuk kekasihnya sebelum ia naik pentas untuk menghibur pengunjung cafenya.


Hal itu membuat seluruh karyawannya mengetahui siapa wanita yang tengah dekat dengannya, karena ini adalah pertama kalinya bos mereka mengistimewakan wanita selain mamanya.


Shirleen masih betah memandangi Jason yang ternyata di posisi drumer itu, ia kira pacarnya itu akan menyanyikan lagu romantis untuknya seperti apa yang ia tebak saat Jason mengajaknya melihat live perform bandnya tadi sebelum berangkat kencan.


Ah ya sudahlah, Jason sungguh sangat sempurna, tak apalah kalau ia tidak menyanyikan lagu romantis, itu tidak akan mengurangi nilai kesempurnaannya.


Lama menunggu dengan berbagai makanan dihadapannya, akhirnya Jason dan sahabat-sahabatnya menyambanginya. Angga dan Afik nampak seru membahas apa saja dengan Shirleen, dilihat dari tawa riang ketiganya. Lain halnya dengan Jason dan Yudha yang lebih banyak diam memperhatikan, sesekali tatapan sinis dilayangkan Jason untuk Angga dan Afik yang kini nampak akrab dengan kekasihnya.


"Kak Shirleen kok gue rasanya panas yaaa ?" Celutuk Afik, namun tatapannya mengarah pada Jason yang sudah mengepalkan tangan.


"Apanya ?" Shirleen bingung, bukankah cafe yang didesign outdoor ini memberikan fasilitas angin sepoy-sepoy. Lalu dari mana datang panasnya dengan angin yang berhembus segar seperti ini.


"Kopinya kak, uuhh panas ini makannya gue tiup tiup terus" Afik senyum meledek kearah Jason. "Fyuuh fyuuhh" Afik terus saja menggoda Jason.


"Yang bakar yang bakar" Kali ini angga lagi.


Yudha nampak tertawa, dan itu sukses mendapat tatapan membunuh Jason, pun dengan Angga yang bergidik ngeri ditatap seperti itu.


Namun siapa yang dapat menghentikan semua ini, Angga sungguh tidak perduli, ia bahkan begitu senang bisa menggoda Jason kali ini. jarang-jarang kan.


"Kang ati bakarnya satu, bungkus kang" ucap Angga pada salah satu pelayan cafe Jason yang sedang lewat.


"Kang ati, kang ati"

__ADS_1


Pelayan itu pun nampak heran, perasaan disini tidak menyediakan menu ati bakar batinnya.


Jason menyudahi drama ledek-ledekan yang hanya disadari mereka berempat saja. Sementara Shirleen tidak tau menau kalau Jason menjadi bahan tertawaan para sahabatnya.


Ia membawa Shirleen ke ruangannya meninggalkan ketiga sahabatnya yang nampak menggelar tawa akbar setelah kepergiannya.


Ia mendudukkan Shirleen di meja kerjanya, dan langsung menciumi bibir ranum Shirleen yang dari tadi sudah sangat menggoda. Bibir itu lah tadi yang nampaknya semangat terus bergerak mengoceh seru dengan kedua sahabat laknatnya.


Ia tidak melepaskan Shirleen kali ini, ia cemburu Shirleen bicara banyak dengan kedua sahabatnya.


Awalnya Shirleen tidak membalas, karena jujur ia merasa bingung dengan perubahan sifat Jason, namun permainan lidah Jason seolah memaksanya untuk membalas, sial ia justru menikmatinya.


Ciuman itu turun hingga ke leher jenjang Shirleen, Jason mengusap perut Shirleen yang membuncit, oh panas sekali rasanya. Dua anak manusia yang belum halal itu terlena dengan nikmat duniawi yang bisa saja menyesatkan mereka.


Tidak jangan dilanjutkan, ini bahaya. Jason membuka matanya lebar-lebar, ia menyudahi permainannya, cukup ia tidak ingin merusak wanitanya.


Ia akan melakukannya nanti, bersabarlah sedikit.


"By..."


Bersambung...


*


*


*

__ADS_1


Like, koment, vote yaaa


Happy reading*** !!!!


__ADS_2