Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Menawarkan Nyawa.


__ADS_3

"Siapa Kau ?"


Jason menyeringai, ia akan mengingat baik-baik wajah wanita yang telah berani mengirimkan nyawa padanya kali ini.


"Gue ayah anak yang dikandung Shirleen, lo hampir mencelakai anak gue, lo mau mati hah" Mata Jason mengisyaratkan kebencian bagai pedang yang mampu menghunus jantung Riska.


"Itu tidak sebanding dengan apa yang wanita ini lakukan terhadap ibuku, kau harus mati Shirleen, ibuku menderita gara-gara kau" Riska menatap Shirleen penuh kebencian.


"Aku..." Shirleen menunjuk dirinya "Kenapa aku, aku bahkan tidak pernah lagi bertemu dengan ibu"


Cih, Jason berdecih, bukankah sangat hormat saat Shirleen memanggil seseorang yang sudah menyakitinya dengan sebutan ibu, astagah itu sungguh tidak pantas untuk sampah tidak berguna itu batinnya. Menggelikan sekali.


"Yah kau, kau sudah pergi dari kehidupan Athar, namun sialnya masih menyisa di keluarga kami. kau benar-benar pembawa sial" Pekik Riska sehingga menimbulkan kerumunan orang yang ingin menyaksikan keributan.


"Aku sungguh tidak mengerti, kenapa kalian harus menyalahkanku, bukankah kalian seharusnya lega sudah berhasil menyingkirkan aku" ucap Shirleen, ia sama sekali tidak takut dengan mantan kakak iparnya itu, dulu mungkin ia diam saja saat dihina seperti ini, karena dirinya ingin mengambil simpati keluarga Athar, tapi itu dulu dan sekarang untuk alasan apa lagi ia melakukannya, dan kenapa juga harus melakukannya.


"Diamlah" Jason berteriak diantara keduanya.


"Lo, kita nggak ada urusan sama lo, dan dengar ibu lo sakit bukan karena tunangan gue, jangan melimpahkan kesalahan pada orang lain yang sebenernya nggak tau apa-apa, lucu sekali saat semua yang terjadi sebab ulah adik lo sendiri dan lo berat mengakuinya jadi dengan gak tau malunya lo bacot malah nuduh orang lain"


"Makannya pas pembagian otak lo harusnya hadir biar begonya nggak kebangetan" Ucap Jason lalu berlalu pergi sambil menggendong Misca dan menggandeng wanitanya.


Meninggalkan Riska yang masih melongo, laki-laki dihadapannya yang katanya tunangan Shirleen itu sungguh tidak ada sopan santun sama sekali dengannya. Membuat ia tersenyum smirk melihat punggung Shirleen yang semakin menjauh.


"Melepas Athar, dapatnya malah preman gitu, cocoklah sama si Shirleen gak berguna" gumamnya.

__ADS_1


"Shirleen Shirleen, apa sebegitu nggak lakunya kamu sampe nyerahin diri sama laki-laki nggak ada etikanya gitu, cih memang rendahan pantas dapat yang sepadan" sambungnya lagi.


Ia kemudian menuju ruang rawat ibunya, ia sudah memindahkan ibunya ke rumah sakit yang paling bagus di kota ini, Rumah sakit yang ternyata sayangnya milik keluarga Adrian.


Dan parahnya ia tidak mengetahui kalau sebenarnya ia baru saja menawarkan nyawa dengan tuan muda keluarga Adrian.


"Roy, urus yang baru saja terjadi padaku"


Ucap Jason pada Roy di telpon, sungguh entah berapa tahun Roy harus belajar hingga menjadi cenayang handal, kadang perintah tuan mudanya bukan hanya sulit dikerjakan namun juga sulit untuk ditebak. Oh ya Tuhan cobaan apa lagi ini.


"Kuatkanlah jiwa hamba yang waras ini" Batin Roy dalam hatinya.


Lalu ia menyelidiki apa yang baru saja terjadi pada tuannya itu. ia menyeringai, mainan baru tuannya ternyata.


Kali ini ia berdoa, semoga saja tidak ada drama potong memotong hari ini, membayangkannya saja ia sudah mual, karena baru saja semalam ia mengeksekusi jatah bersama tuan mudanya, bau darah juga masih bertengger di hidungnya walau ia sudah mandi kembang tujuh rupa setelah dari bermain permainan gila tuannya.


"By... kenapa kau bilang tadi ibunya Athar sakit karena ulah adiknya kak Riska, siapa ?"


"Kau sudah tau ibunya Athar sakit, iya benar begitu ?"


Shirleen memberondong kekasihnya dengan berbagai pertanyaan, ia rasa kekasihnya itu mengetahui sesuatu yang tidak ia ketahui.


Namun yang ditanya diam saja, tidak berniat menyahuti malah asik dengan musik yang mengalun merdu di mobilnya, tangannya mengetuk-ngetuk pelan di kemudi, hanyut mengikuti irama sambil bersenandung ria.


"By... denger nggak sih"

__ADS_1


Shirleen menggoyangkan lengan kekar kekasihnya itu, berharap mendapatkan jawaban atas setiap pertanyaannya.


Jason menatap Shirleen penuh selidik, membuat Shirleen sedikit ngeri ditatap bak lauk oleh kekasihnya.


"Aku hanya ingin tau By..." Shirleen memelankan suaranya, sungguh rupanya ia bisa takut juga dengan kekasih berondongnya ini.


"Apa sebegitu pentingnya keluarga di masa lalu, hingga kau begitu ingin tau" jawab Jason datar, ia kini sudah merubah wajahnya menjadi sangat tidak bersahabat.


Tolong jangan senggol Jason, bacok mau.


Shirleen mengerucutkan bibirnya, apakah ia salah, ia ingin tau mantan mertuanya itu sakit apa, apa penyebabnya, dan kenapa juga Riska menuduhnya sebagai penyebab ibunya sakit, ia tidak ingin ada kesalahpahaman, kalau bisa diluruskan kenapa tidak, ia akan segera meluruskan semuanya. Ia tidak ingin dibenci, walau nampaknya itu tidak mungkin, karena keluarga Athar memang jelas sangat tidak menyukainya sedari dulu.


Jason menghela nafasnya berat, Shirleen begitu menggemaskan, bagaimana caranya ia bisa marah dengan wanitanya ini, coba katakan.


Sial, gue gak bisa marah apalagi lihat bibirnya yang nganggur gitu, awas saja kau By...


Bersambung...


*


*


*


Like, koment, dan vote yah...

__ADS_1


Happy reading !!!


__ADS_2