Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Bayi kelaparan.


__ADS_3

"Baiklah"


Keduanya kembali terdiam, Jason memalingkan mukanya, ia tidak suka keadaan ini.


"Kau pikir untuk apa aku menikahimu By, aku sudah punya segalanya, harta, kekayaan, kuasa, kau bahkan tau itu"


"Segalanya kecuali cinta" ucap Jason, rasanya jika ia berkeluh kesah saat ini bisakah Shirleen memahami keadaannya.


"Apa aku harus memberitahumu bahwa saat ini kau lah orang yang paling dekat denganku, lalu kenapa kau masih mengharapkan orang lain untuk membenarkanku"


"Aku yang bodoh ini bahkan tidak pernah tunduk pada siapapun kecuali kamu"


"Kau tau By, aku punya alasan untuk semua itu, jangan kau kira bajingan ini tidak memikirkanmu, jika diceritakan secara keseluruhan entah apa yang bisa kau ucapkan saat kau mengetahui segalanya tentangku"


"Kau hanya mengetahui seperempatnya tapi kau sudah menganggap kesalahan ada pada diriku, ya aku akui aku memang bersalah, tapi apa kalian sudah benar ?"


"Aku tidak tau kenapa kau selalu saja mengikuti kemauan orang lain By, apa kau tidak memikirkanku sedikit saja saat memutuskan pergi dari rumah"


"Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaanku saat jauh dari anak-anakku ?"


"Bukan begitu By, aku hanya tidak tau harus melakukan apa" jawab Shirleen sambil terisak, adu mulut telah terjadi, ia tidak sanggup mendengar apapun lagi dari mulut Jason, sudah cukup ! Iya aku yang salah, aku yang salah batin Shirleen.


"Tidak tau katamu By ?" heran Jason.


"Aku aku hanya ingin menjadi orang yang penurut dan tidak pernah membantah orang tua lagi, aku takut" lirih Shirleen, ada sesal saat ia mengatakan itu.


Jason tersentak, ternyata Shirleen masih trauma dengan masa lalunya, dan mungkin untuk kesekian kalinya ia akan mengalah lagi.


"Maafkan aku, aku janji akan meninggalkan semuanya setelah urusanku selesai, aku berjanji" ucap Jason, kini ia sudah memeluk istrinya dengan penuh cinta lagi, sesingkat itu ia seakan sudah bisa mengabaikan apa yang telah terjadi padanya beberapa hari yang lalu, dan semua itu lagi lagi karena Shirleen.


"By, seharusnya kita memang bicara berdua kan ?" parau Shirleen, ia memang ingin mengambil langkah seperti itu sebelumnya, namun sayangnya tidak ia lakukan karena ia menganggap ada yang lebih tau dari padanya tentang hidup Jason.


"Kita adalah keluarga, apapun yang terjadi tidak seharusnya orang luar mengetahui, kalau kau bertanya padaku kenapa aku belum berhenti sepenuhnya waktu itu, mungkin aku akan dengan senang hati menjelaskan padamu meski harus dengan menghadapi kemarahanmu, jangan kabur lagi aku tidak suka kau melakukan itu" ucap Jason membenarkan.


"Maafkan aku By" ucap Shirleen lagi. Bagaimana bisa pemuda di hadapannya ini bisa berpikir sangat dewasa, di bandingkan dirinya Jason jauh lebih bijak dalam mengambil keputusan, tidak sepertinya yang gegabah.

__ADS_1


"Aku juga minta maaf" ujar Jason, diiringi dengan tatapan yang penuh hasrat.


Jason mulai melancarkan serangan tiba-tibanya, ia memberi Shirleen kenikmatan setelah perdebatan panjang mereka.


Mencumbui candunya, kali ini ia tidak akan melepaskan istrinya itu, istri yang berani-beraninya mencoba kabur dari bajingan sepertinya.


Shirleen terbuai, ia pun membalas perlakuan Jason, mungkin lebih baik begitu, sebuah pertengkaran suami dan istri memang sebaiknya diakhiri dengan pergulatan panas.


Jason beralih ke leher jenjang istrinya, meski telah melahirkan dua anak namun istrinya itu tetap saja cantik baginya, kulit putih bersih, leher jenjang serta rambut yang sedikit bergelombang membuatnya semakin tergila-gila setiap kali menatap wajah dan tubuh itu, ah iya jangan lupakan bibir ranumnya yang sangat menggoda yang selalu menjadi candunya, dan tidak pernah cukup jika hanya di kecup saja.


"Aaahh sakit By" ucap Shirleen saat Jason sudah dengan lincah meremas bukit kembarnya, sementara mulutnya masih bermain di area sekitar si jenjang.


Jason tersadar karena saat ini tangannya ternyata sudah basah, sumber makanan Jacob pasti sudah tumpah, sudah hampir seharian Shirleen tidak menyusui Jacob.


Ia kemudian membuka atasan yang dikenakan istrinya, kedua bukit itu sudah sintal padat mengkilat karena sudah kelebihan muatan, dapat di lihat dengan jelas juga asi yang merembes membasahi dada Shirleen.


"By bisa tolong ambilkan pompa asinya" tanya Shirleen, ia lupa untuk memompa asinya tadi karena ia tidak bisa memikirkan hal lain selain anak-anaknya dan Jason.


Namun bukannya menurut, Jason malah mendekatkan wajahnya pada Shirleen.


"Kau mau apa By ?" tanya Shirleen, sebenarnya ada sedikit tebakannya yang mungkin saja bisa di lakukan Jason, tapi itu hanya sedikit ia tidak semenjiwai itu.


Biasanya ia hanya sedikit saja merasai asi di sumber makanan Jacob tersebut, karena ia tidak pernah kebagian, yah kalau tidak habis di embat Jacob pasti asinya sudah habis dipompa, sehingga stok di sumber pasti hanya disisakan sedikit untuknya.


Biar tidak iri, Jason beralih ke bukit yang satunya, sama saja ia juga tersedak karena begitu rakusnya menikmati.


"Aahh By..." desah Shirleen, bayi besarnya semakin menggila, Jason sepertinya benar-benar menjiwai perannya sebagai bayi yang kelaparan.


Shirleen sudah blingsatan, tangannya berpegang erat pada rambut Jason dan menenggelamkan kepala suaminya itu ke dadanya. Ia sudah sangat ingin yang lebih.


Lumayan lama Jason menikmati makanan kesukaan anaknya itu, sehingga kini sumbernya sudah normal seperti semula, tidak sintal padat megkilat seperti tadi, barulah Jason melepaskan kedua bukit kembar menggoda itu.


"Bagaimana bisa kau melakukannya By, kau hampir menghabiskannya" tanya Shirleen, ia tidak percaya Jason bisa senekat itu.


"Aku hanya membantumu, itu tadi lumayan sakit kan ?"

__ADS_1


"Iya sih..." ucap Shirleen, Jason memang benar baru saja membantunya menghilangkan rasa sakit di dadanya saat asinya sudah penuh.


"Rasanya ternyata biasa saja, tawar tidak manis dan tidak begitu buruk juga sih rasanya, kenapa si Jacob kelihatannya sangat suka" ungkapan polos Jason, yang sudah seperti blogger yang sedang mereview makanan.


Wajah Shirleen memerah, bagaimana bisa pula Jason menjabarkan hal semacam itu, apa ia tadi benar-benar mengetes indra pengecapnya.


"Sekarang masih sakit ?" tanya Jason lagi.


Shirleen menggeleng, ia benar-benar sudah mendingan, dan kalau boleh jujur ia juga merasa terbantu karena tindakan suaminya tadi.


"Jadi gimana ?" tanya Jason.


"Apanya ?" tanya balik Shirleen.


Jason menaik turunkan alisnya, bermaksud untuk memulai lagi, namun Shirleen sepertinya tidak mengerti.


"Apaan sih ?" heran Shirleen.


"By..."


"Apa ?"


"Yang tadi enak ?" tanya Jason bermaksud memberikan kode untuk melanjutkan kegiatan panasnya.


Wajah Shirleen seharusnya memerah, ia yang sudah blingsatan tadi dan seakan sangat menginginkan lebih, apa iya kuasa menolak.


"By...???"


Tidak ada sepatah katapun yang terucap sebagai jawaban, namun tangan Shirleen sudah terulur membuka resleting celana Jason.


Dan rasanya semua orang yang berpengalaman sudah pasti tau jawaban akan kelanjutannya.


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...


Happy reading !!!


__ADS_2