Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Cerita Riska.


__ADS_3

"Sayang, sayang..." Jason segera memeluk Misca, ia telah sampai di apartemen Shirleen, seperti dugaannya, benar telah terjadi sesuatu.


Misca nampak ketakutan, ia tak berhenti menangis, menambah volume tangisannya saat melihat Jason datang dan memeluknya.


"Bunda... Bunda..." Misca terus saja memanggil Bundanya.


Jason keluar meminta bantuan pada penghuni apartemen didekat unitnya, kebetulan ada seorang ibu-ibu yang hendak memasuki apartemen. Ia langsung meminta Ibu itu untuk menolongnya, namun Ibu itu nampak tercengang karena Jason saat ini tidak mengenakan masker maupun kacamata dan topi, ia benar-benar menunjukkan wajah seorang pewaris keluarga Adrian yang keberadaannya selalu mencuri perhatian publik.


"Bu, tolong bawa anak saya, saya akan menggendong Bundanya sampai ke depan" ucap Jason yang tanpa sadar menaikkan level keingintahuan wanita paruh baya dihadapannya.


"Bu..." Jason berteriak, ia geram bukannya malah menyahut atau memberi tanggapan, wanita dihadapannya ini hanya terbengong menambah kesal saja.


"Ah iya, iya tuan" Ibu itu langsung mengikuti langkah Jason dan mengendong Misca, ia dengan sabar menuruti, sebentar lagi ia akan mengetahui gosip terhangat dan pastinya laku dipasaran.


Anak, Bundanya, apa benar gosip yang sempat beredar kalau Jason Ares Adrian itu... Aaaahh ia tidak sanggup untuk melanjutkannya, ini benar-benar berita besar.


Jason mengangkat tubuh kekasihnya yang terlihat sudah tidak berdaya, ia merutuki kebodohannya, seharusnya ia tidak menuruti Shirleen saat menolak untuk mempekerjakan maid menemani dan membantunya di apartemen, dan lihatlah ini, ia bahkan tidak tau sudah berapa lama Shirleen pingsan.


"By... Hei bangun By..." Ia terus berbisik ditelinga Shirleen, berharap Shirleen akan mendengarnya.


Sudah sampai, ia menempatkan Misca didepan, dan Shirleen di kursi belakang, ia memutar langkahnya hendak ke pintu kemudi, namun langkahnya terhenti kala ia teringat betapa cerobohnya ia.


"Saya harap Ibu bisa jaga rahasia ini, dia kekasih saya dan itu putrinya"


Ibu itu nampak canggung, ia mengangguk paham namun seakan belum puas dengan penuturan Jason.


"Dia sedang hamil anak saya, kami melakukan sebuah kesalahan, tapi itu pada awalnya sebelum kami menerima, gosip yang beredar saya berhubungan dengan istri orang itu tidak benar, mereka sudah bercerai saat kami menjalin hubungan" ucap Jason seolah mengerti arah tatapan emak-emak doyan gosip dihadapannya. Meski tidak semuanya kejujuran, namun ia berkata dengan pilihan yang terbaik, supaya semuanya tetap terarah sesuai rencananya.


"Kalau saja berita ini sampai beredar, anda adalah orang pertama yang saya cari" ancamnya lagi dengan delikan tajamnya.


"Ah i iya tuan muda" menciutlah nyali seorang wanita tua sepertinya saat dihadapan dengan pemuda tampan namun kini menatap bengis dirinya.


Jason membuka pintu mobilnya, dan mulai melajukan mobil ke arah rumah sakit, semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan Shirleen dan bayinya.


Ia melihat Misca disampingnya, nampak terus saja berseru membangunkan Bundanya.


Di sebuah kantin Rumah Sakit elite.


Riska masih saja diam saat ditodong beberapa pertanyaan oleh adiknya, ia enggan menjawab perihal apa yang ia lakukan tadi.


"Kak Riska, jujur sama aku" ucap Delia.


Riska memainkan jari telunjuknya gelisah, ia memang kecewa namun ia juga tidak mungkin melakukan hal seperti itu secara sadar pada ibunya.


"Atau aku panggil kak Citra sama Mutia kesini, Athar juga harus tau apa yang kak Riska lakukan tadi"

__ADS_1


"Cerita sama aku, kakak ngapain tadi, jangan diam aja"


Delia kesal karena kakaknya hanya diam seribu bahasa, namun raut wajahnya syarat akan keresahan.


Riska merasa tertekan, bayangan itu muncul lagi dikepalanya. membuat ia memegangi kepala dan mulai berhalusinasi.


"Tidak, pergi, pergi..." Riska terus saja menghalau kesegala arah disekitarnya, membuat Delia bertambah heran. Kakaknya sudah dua kali bersikap aneh seperti ini dihadapannya.


"Kak Riska, hei hei, ini aku kak, ini aku Delia, Kak sadar kak" Delia memegangi tangan Riska, ia bertambah yakin pasti telah terjadi sesuatu pada sang kakak.


Riska mendongak menatap wajah adiknya, iya benar, hanya ada ia dan Delia disini, tidak ada orang lain, suara laknat itu yang sedari tadi membuatnya bak orang gila.


"Lia, Lia, kakak mau cerita tapi, tapi cuma kamu yang boleh tau, jangan Athar juga jangan sampai tau" dengan kegelisahan dan suara yang parau ia memberanikan diri berbagi masalahnya.


"Iya kak, ia Delia janji, cuma Delia yang tau"


Riska menghela nafasnya pelan, "Aku... aku sebenarnya aku, aku dan Mas Rendi sebentar lagi akan bercerai"


"Apa ?"


Lelucon apa lagi ini.


Kenapa tiba-tiba bercerai, Delia begitu yakin beberapa hari kebelakang ini Riska dan suaminya nampak harmonis, bagaimana bisa bercerai, aah rumah tangga orang lain memang sulit ditebak pikirnya.


Setelah keterkejutannya, Delia masih menunggu.


"Dia, dia... selingkuh Lia, Mas Rendi selingkuh dengan Riana"


"Apa" lagi-lagi ia harus berteriak, walau ia sudah memastikan kesehatan telinganya, bersih tidak ada kotoran yang mengganjal menghalangi pendengarannya. Namun ia masih ragu, apa-apaan yang didengarnya kali ini. Memalukan kalau sampai benar.


"Riana, Riana mana ?"


"Hiks hiks hiks" Riska mulai terisak lagi "Istrinya Athar, Lia"


Delia tertegun, ya Tuhan apa lagi ini batinnya.


"Kak, ngaco deh, Riana kan lagi sekarat, gimana bisa" Delia tidak percaya.


"Seseorang mengirimkan vidio haram itu padaku, kejadiannya sebelum Riana sakit Lia, dia, dia, dia dan Mas Rendi..." Riska tak sanggup melanjutkan ucapannya, ia memukul-mukul dadanya untuk menghilangkan rasa sesak, mengapa ini menimpanya.


"Dan kak Riska percaya ?" Delia tidak percaya semudah itu, karena selama ini sebelum Riana sakit, diantara para ipar, dialah yang sangat dekat dengan Riana.


"Aku ingin tidak percaya Lia, wanita mana yang menginginkan rumah tangganya hancur, tapi aku tidak bisa menutup mata, itu benar terjadi Lia"


"Mana vidionya ?" tanya Delia.

__ADS_1


"Untuk apa ? Kau tidak percaya pada kakakmu ini ?"


"Bukan gitu kak" Bagai sebuah bumerang, ia malah membuat Riska meragukan ikatan kakak adiknya.


"Setelah apa yang terjadi padaku, kau masih sanggup menanyakan vidio haram itu ?" wajah Riska memerah menatap nyalang adik kandungnya itu.


Sebenarnya ada sedikit kebohongan saat ia menjelaskannya, ia juga tidak punya vidio minim moral itu, mana sudi ia menyimpannya, ia baru akan meminta bukti pada asisten tuan muda Jason kalau saja Rendi mulai bertingkah dipengadilan nanti, untuk saat ini cukuplah suara-suara laknat yang menggentayanginya jangan ditambah dengan flashdisk haram itu.


"Kak, bukan gitu, tapi ini sulit dipercaya, Mas Rendi, sama Riana, gimana bisa coba"


"Bisa saja, tidak ada alasan kalau sudah tergoda ******"


"Maksud kakak ?"


"Iya ******, lacur, dia adalah wanita yang merebut Athar dari Shirleen, dan sangat mungkin ia juga merebut Mas Rendi dariku"


"Kak aku, aku tidak percaya Riana bisa seperti itu"


"Sudahlah Lia, semua sudah terjadi, saat ini suara-suara laknat itu masih terus menerorku, bayang bayang Riana dan Mas Rendi terus menghantuiku, aku, aku harus bagaimana Lia ?"


"Sabar kak, kak Riska pasti bisa melalui ini, lalu Ibu, kenapa kak Riska bersikap seperti tadi ?"


"Aku... Aku, bukankah sangat tidak baik kalau aku menyalahkan ibu atas gagalnya rumah tanggaku, tapi aku benar-benar kecewa Lia, Ibu yang membawa benalu itu pada keluarga kita."


"Tenangkan diri kakak, tenang, kita akan cari jalan keluarnya sama-sama"


"Lia, jangan ceritakan ini pada Athar, aku mohon"


"Eemmm, baiklah kak !" walau ragu, namun Delia tetap setuju.


Riska bisa saja melabrak Riana, apalagi ia mengetahui Riana saat ini sudah pulang ke Indonesia, namun ia memiliki hutang janji dengan si tuan muda, ia lebih ingin cari aman dari pada cari mati. Jadi ia memilih memendam hasrat dan kemampuan memakinya.


Satu hal yang ia sangat ingat, Athar jangan sampai tau, hanya itu. Walaupun ia sangat ingin berkoar-koar mengibarkan bendera perang pada adik dan istrinya itu.


Bersambung...


*


*


*


Jangan lupa like, koment, dan vote yaaah


Happy reading !!!

__ADS_1


__ADS_2