Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Ngapain dia mikirin gituan ?


__ADS_3

Pagi ini sebelum pergi ke butik Weni menyempatkan diri mampir kerumah Shirleen, ia ingin menjelaskan tentang apa saja yang ia dengar kemarin saat berkonsultasi di klinik.


Hari ini hari sabtu, Jason libur sekolah, papa muda itu rencananya akan berangkat ke kantor saat sudah siang saja setelah makan siang.


"Ting tong" Weni memencet bel dirumah sahabatnya itu, tidak lama beberapa menit berlalu seseorang membukakan pintu.


Seseorang yang sebenarnya juga menjadi idolanya dan sekaligus menjadi suami sahabatnya itu.


Ia belum pernah melihat Jason Ares Adrian secara langsung, namun kini pemuda itu benar-benar berada dihadapannya. Dan tanpa disuruh Weni siap mematung terkagum-kagum dengan pahatan Tuhan yang hampir sempurna dihadapannya itu.


"Cari siapa ?" ucap Jason datar.


"Aahh iya, eemm saya Weni temannya Shirleen"


"Masuklah, dia ada dikamar" Jason menyuruh sahabat istrinya itu menemui istrinya dikamar, ia memang sudah diberi tau oleh Shirleen bahwa sahabatnya akan berkunjung.


Weni menurut, ia sudah pernah mengunjungi rumah mewah ini sebelumnya, jadi ia sudah tau tata letak dimana kamar Shirleen berada.


"Hei, gimana-gimana, gak ada kesulitan kan saat ngelewatin ujian masuknya" ucap Shirleen saat Weni sudah menampakkan diri dideoan kamarnya, tadi ia sudah berpesan pada suaminya untuk jangan sinis-sinis menatap sahabatnya saat ia membukakan pintu.


"Enggak, cuma aku deg-degan suamimu ganteng banget Len, ternyata lebih ganteng aslinya dari pada difoto, dimana coba aku bisa dapet yang kayak gitu juga satu ?" ucap Weni masih dengan menggelar takjub akbar memuji Jason.


"Heh, jaga mata jaga hati, suami orang itu" ucap Shirleen bercanda. karena ia tau sahabatnya itu tidak mungkin menusuknya dari belakang, walau dizaman kini banyak sekali pelakor nekat gak tau diri suami sahabat saja bisa ajah diembat, tapi Shirleen tetap mencoba berpikir positif. Baginya Weni pengecualian.


"Yah kali Bund gitu doang ngambek aku gak sejahat itu kali" ucap Weni dengan sewotnya.


"Eh jangan salah banyak sekarang ya pelakor gak peduli suami sahabat sendiri, apa lagi si berondong ganteng gitu"


"Puji terooosss, najis banget tau kek nggak ada harga diri aja aku" Weni bergidik ngeri membayangkan semua itu. Ia beneran hanya kagum bukan menyukai ataupun punya perasaan lebih terhadap suami sahabatnya itu.


"Eeh aku kesini mau ada yang disampein, tentang itu tuh" ucap Weni, ia tidak punya banyak waktu, sebentar lagi dia harus ke butik mengingat ini adalah akhir bulan.


"Wah iya, eh bentar bentar" Shirleen bangkit dari duduknya, ia menuju pintu kamarnya sekilas mengecek keadaan kiri kanannya, setelah dirasa aman ia kemudian menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam.


"Ngpain ditutup sih, kek mau apaan aja"


"Heh, malu-maluin tau nggak sih kalau si bocah tau, lagian juga ini kan rencananya surprise buat dia, kalau dia denger gimana"

__ADS_1


"Heemm, ya juga sih, sini kalau gitu deketan ngomongnya" ucap Weni lagi.


"Kalo pintunya udah ditutup gak perlu kek gitu lagi, kamar ini punya kedap suaranya zeyeng"


"Wahh bakalan garang nih aumannya kalo udah pake peredam dikamar. Roarrr roarrr" goda Weni dengan kerlingan matanya dan jari-jari yang seperti hendak mencakar, Bukannya malu Shirleen malah terlihat jijik dengan ulah sahabatnya itu.


"Udah ah buruan gimana-gimana ceritanya" tanya Shirleen antusias.


"Aahh iya, katanya kalo mau ngelakuin operasi gituan, si bocah bakalan nambah amal deh soalnya mesti puasa lagi lumayan lama" Jelas singkat Weni.


"Udah aku duga sih, tapi emangnya berapa lama Wen ?" tanya Shirleen lagi.


"Tiga bulan, aku gak yakin si bocah bakalan tahan"


"Bener sih, aku juga gak bakalan tahan" ucap Shirleen pelan tapi masih bisa didengar Weni.


"Ya salaamm kok jadi gatel gini situ" Weni tidak percaya kalimat tadi benar-benar keluar dari mulut Shirleen.


"Hehe, berondong beda Wen, nagih"


"Lho kemajuan apaan ?"


"Kemajuan gatelnya, dulu perasan gak gini deh kamu tuh"


"Kan udah aku bilang, berondong beda, nagih"


"Dasar pedofil, anak dibawah umur aja diembat"


"Yeee dia duluan yang godain, bukan aku yaaa"


"Iisshh, serah deh yang penting lo bahagia sama dia aku udah bersyukur dan ikut bahagia juga, nah jadi gimana nih"


Weni pun menjelaskan segala yang ia simak di klinik kemarin, secara detil nggak ada yang lewat sedikitpun.


"Aahh gitu yah, sebenernya aku sih setuju ajah, cuma masih gak yakin sama pemulihannya itu yang harus nyampe tiga bulanan, nanti deh aku pikir-pikir dulu, nggak bisa mutusin sekarang" ucap Shirleen setelah Weni selesai menyampaikan penjelasannya.


"Yaudah nanti kabarin aja, pokoknya mau atau enggaknya kabarin aku yaaa" ucap Weni, setelah itu ia pun pamit karena ia harus melanjutkan perjalanannya ke butiknya lagi.

__ADS_1


"Iya bawel..."


Shirleen membukakan pintu untuk sahabatnya, dan ikut mengantar Weni hingga keluar rumahnya.


"Daaahh" ucap Weni saat mobilnya hendak berlalu pergi.


"Daahhh"


"Ngomongin apaan sih sampe pintu kamar harus di kunci segala ?" tanya Jason yang ternyata sudah berada tepat dibelakangnya.


"Eehh nggak ngomongin apa-apa kok By" ucap Shirleen, ia cukup kaget sejak kapan suaminya itu berada didekatnya.


"Masa..." ucap Jason tak percaya dengan nada cukup centil minta ditabok gas tiga kilo.


"Iiihh geli tau liatnya, ekspresinya jangan kek gitu"


"Beneran ngomongin apaan sih tadi"


"Nggak mgomongin apa-apa beneran"


"Bohong banget, aku bisa lho baca pikiran orang, kan kamu tau" ucap Jason sambil menaik turunkan alisnya.


Shirleen menegang, tanpa sadar ia berlari menuju kamarnya, karena takut apa yang sedang ia pikirkan terbaca oleh suaminya.


"Heh jangan lari kamu, ketauan banget boongnya"


Ngapain dia mikirin yang kek begituan ?


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...


Happy reading !!!


Sssttttt, dan satu lagi, izinkan author halu ini promo novel baru, klik di profil author aja atau bisa langsung search di pencarian, judulnya Dia yang Berasal dari Langit. Ditunggu kedatangannya ya readers, jangan lupa juga bawa dukungan !!!

__ADS_1


__ADS_2