Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Sesal Athar III


__ADS_3

"Papa !" Misca bahagia sekali bisa bertemu papanya disini. Ia bahkan bisa mengenali Jason walau saat ini Jason sedang menggunakan atribut lengkapnya yakni topi, kacamata hitam dan masker.


"Hai Girl, sedang apa disini sama Bunda ?" tanya Jason, walaupun ia tau tujuan wanitanya itu kesini untuk apa, ia nampak santai menanyakan itu untuk sekedar berbasa basi.


"Eh iya, Papa kenalin deh, ini ayah Misca, ayah ini Papa Misca" Misca menoleh kearah dua orang yang nampak sedang menahan kecemburuan itu bergantian.


"Athar" Athar mengulurkan tangannya.


"Papanya Misca, tunangannya Shirleen" Jason membalas uluran tangan mantan suami kekasihnya itu santai.


"Kita pernah bertemu sebelumnya dirumah sakit, dan gue pikir lo tau siapa gue" ucap Jason lagi.


Athar memang mengenali penampilan lelaki didepannya ini, namun ia masih enggan percaya.


"By, kau tidak mengenalkan siapa aku padanya ?" Jason bertanya pada kekasihnya itu dengan tatapan elangnya, oh ia sungguh cemburu saat ini. Sudah dari tadi ia menahannya.


Flashback.


"Heemmm, masih gue pantau, belum gue bunuh" Jason mengepalkan tangannya, ia tadinya sengaja membolos sekolah karena sedang jam kosong. Ia memilih untuk mengunjungi cafe barunya yang menurutnya masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki, sekalian ia akan melakukan sedikit pembinaan pada karyawannya.


Namun tidak disangka ia malah mendapati pemandangan yang membuat lubang hidungnya kempang kempis, jantungnya jedag jedug menahan amarah.


Ia begitu shok saat mendengar perbincangan dua orang yang telah menjadi mantan itu, Athar mengakui anak yang dikandung Shirleen itu tiba-tiba. Ia tidak habis pikir setelah sudah berani menghina kekasihnya seenaknya saja bajingan itu meminta maaf, dan sok baik pula mengakui bayinya.


Itu anak gue, gue yang selalu ada selama ini, gak bakal gue biarin lo ngaku ngaku seenaknya bangsat.


Gue Papanya dasar bajingan.


Jason memukul keras dinding disebelahnya, ia sungguh marah saat ini. Darah segar sedikit mengalir di jari-jarinya. Namun rasa sakit itu tidak sebanding dengan kalau ia harus mendengarkan Shirleen mengakui hal besar itu.


Jason sebenarnya bukan hanya cemburu melihat kekasihnya menemui Athar, namun tanpa ia sadari ia lebih cemburu saat Athar mengakui janin dikandungan Shirleen adalah anaknya.

__ADS_1


Ia tidak terima, dirinyalah yang selalu ada selama ini, mengelus perut kekasihnya itu saat kram, bermain dengan janin yang telah ia klaim sebagai bayinya itu, mengajaknya berbicara, dengan melakukan semua itu tanpa sadar bahwa ia sebenarnya telah memerankan seorang Papa siaga. Ia tidak rela dan sedikit takut Shirleen akan mengatakan kalau itu memang bayi mereka, ia tidak akan menerima itu, bayi itu adalah bayinya.


Ia bahkan sudah tidak sabar menunggu kekasihnya itu lahiran, ia ingin segera menjadi Papa seutuhnya.


Walaupun tidak bisa dibasuh, karena ayah biologis si janin tetaplah si bajingan Athar.


Dan ia sungguh membenci itu.


Ia lalu mengambil atribut lengkapnya untuk menemui kekasihnya itu.


Saat ia kembali, ia tampak tersenyum menang dengan apa yang dikatakan Misca, kini ia punya alasan untuk berada diantara dua orang yang telah berstatus mantan itu.


"Hai Princess, ternyata kamu disini juga"


Flashback off.


"Ah iya, Mas Athar ini tunanganku" Ucap Shirleen.


"Aku tanya sekali lagi, bayi di perutmu itu bukan darah dagingnya kan" tanya Athar tegas.


"Nggak itu anak gue" Athar tetap pada pendiriannya.


"Wah wah Pak Mantan" Jason menjeda ucapannya, kini ia mendekatkan mukanya dihadapan Athar "Gue bilangin, gue pernah melakukannya sekali saat Shirleen masih jadi istri lo, dia sungguh kecewa karena penghianatan yang lo lakuin, gue tanya dimana lo saat Shirleen terpuruk, lo bahkan tidur dengan wanita lain, dan penghianatan lo itu terus membayangi benaknya"


"Jangan salahin Shirleen, gue yang begitu tertarik dengan istri lo saat itu, dan gue yakin siperkasa kebanggaan gue ini mampu membuat Shirleen membuncit sembilan bulan"


"Berhenti mengakui apa yang telah lo buang, lo masih ingat saat lo ngehina Shirleen dan mengatainya tak lebih dari seorang ******, lo lebih dari busuk men tiba-tiba dengan nggak tau dirinya mengakui bayi itu"


"Gue tegasin, Shirleen dan anak yang ia kandung itu milik gue, si kecebong itu darah daging gue"


Jason setengah berbisik pada mantan suami kekasihnya itu. Ia puas sekali rasanya walau ia harus berbohong dengan mengakui kebejatannya yang seperti benar telah main gila dengan istri orang.

__ADS_1


Athar terdiam, ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar, dugaannya benar Shirleen telah mengetahui perselingkuhannya waktu itu, hingga Shirleen dengan langkah maju kekeh ingin bercerai darinya.


Dan apa tadi katanya, Shirleen sungguh terpuruk dan sampai melakukan hal gila dengan si pria dihadapannya ini.


Dilihatnya wanita yang berstatus mantan istrinya itu, Shirleen nampak bahagia bersama laki laki yang beberapa saat lalu memperkenalkan dirinya sebagai tunangan Shirleen.


Misca juga, nampak senang dengan pria yang kini telah lancar ia panggil Papa.


Ia mencoba menerima, inilah buah dari kesalahannya, walau dalam hati kecilnya masih ada ketidakpercayaan bahwa Shirleen bisa melakukan ini padanya. Ia cukup mengenal Shirleen dengan baik selama ini.


Dalam hati kecilnya masih meyakini, janin itu adalah anaknya. Buah cintanya dengan Shirleen.


Ia sungguh menyesal melepas genggaman itu, genggaman yang selalu menggenggam tangannya erat, wanita yang rela melepas genggaman terbaik hanya demi menggenggam tangannya.


Shirleen sungguh sempurna, ia yang telah buta hanya karena kesenangan sesaat, hingga tega menghianati kesempurnaan didepan matanya ini.


Dulu dirinyalah yang ada diposisi pria itu, tersenyum bebas ia dan Shirleen nampak saling mencintai, keluarga bahagia itu kini hanyalah tinggal sebuah kenangan yang akan mengisi lembar-lembar masa lalu.


"Terima kasih sudah melepaskan Berlian demi kerikil yang tak berarti"


Ucap Jason saat hendak keluar dari cafe tersebut sambil menggendong Misca dengan masih menggandeng tangan Shirleen.


Hanya sesal yang siap membelenggu Athar saat ini. Yah Shirleen sudah menjadi milik orang lain.


Bersambung...


*


*


*

__ADS_1


***Hai readers, jangan lupa untuk selalu dukung karya ini dengan like, koment, dan vote yaaa.


Happy reading*** !!!


__ADS_2