
"Ya Tuhan Ilen" gumam Weni, bagaimana pun ia tidak tau harus bagaimana menghadapi Shirleen nantinya jika didapati oleh sahabatnya itu ada seorang pemuda yang menginap di rumahnya, apa lagi Shirleen pasti mengenal Yudha.
"Aku harus apa, aku harus apa ?" gumam Weni, ia benar-benar frustasi.
Ia lalu keluar kamar, dan menemui Yudha yang ternyata sudah tertidur di depan TV.
Tepat saat ia ingin membangunkan Yudha, Shirleen juga menemuinya, dan lebih terkejutnya lagi ternyata Shirleen tidak datang sendirian, dua pemuda di belakang Shirleen yang ia yakini adalah kedua teman Yudha dan Jason pastinya, apa lagi ia mengenal Angga, orang yang pernah menolongnya sewaktu di cafe.
"Ow ow ow, kita nyariin dia kemana-mana, eh yang di cari malah enakan tidur dimari, baguuus" sindir Angga sambil sedikit berteriak supaya bisa membangunkan Yudha.
Yudha tersentak kaget, karena mendengar suara yang selalu memekakan telinganya itu setiap hari, siapa lagi kalau bukan Angga, teman sebangkunya dari mulai kelas satu SMP.
Ia spontan berdiri kala melihat Shirleen, ah apa ia sedang di grebek saat ini, ia merasa seperti penjahat saja, Angga dan Afik menatapnya dengan sinis.
"Di cariin Mama Wina lo, nungguin anak gadis orang, nikah sono biar halal" ucap Afik.
Yudha sebisa mungkin bersikap sok cuek, ia kembali duduk lalu mencoba tersenyum manis pada semua orang.
"Jangan senyum-senyum lo, lo pikir gue seneng liat lo kek gini" ucap Angga.
"Setelah Jason ada pula generasi penerusnya, Yudha Yudha" ucap Afik.
Weni sudah bersama Shirleen, ia tidak memperdulikan Yudha, ia harus menjelaskan pada Shirleen bahwa apa yang dilihatnya, apa yang terjadi di rumahnya tidak seperti yang Shirleen bayangkan, meski Weni juga tidak tau sih Shirleen membayangkan yang seperti apa.
Ibunya Weni bermain dengan anak-anak Shirleen di dampingi Ipah, ia membawa duo bocil itu ke teras samping.
"Kamu sama Yudha, sejak kapan ?" tanya Shirleen langsung.
"Len, aku beneran nggak ada hubungan apa-apa sama dia, sumpah Len." ucap Weni, ia tidak ingin terlibat hubungan apapun dengan Yudha, ia harus menjelaskan itu pada Shirleen.
"Ya ampun Weni, ada hubungan apa-apa juga nggak papa kali Wen, kenapa sih panik banget" goda Shirleen.
__ADS_1
"Ya aku cuma ngenjelasin, biar kamu nggak salah paham"
"Terus si dia sampe nginep di rumah kamu, itu gimana ceritanya ? Nggak mungkin kan dia maksa-maksa tinggal di rumah orang ?" tanya Shirleen.
"Ya emang dia yang maksa, udah jalan tiga hari dia nggak pulang-pulang, udah aku suruh pulang juga tetep nggak mau, aku udah habis akal ya aku biarin, nanti palingan kalau ada berita kehilangan orang, mukanya muncul di selebaran pengumuman dicari orang hilang, nah baru kali dia pulang" ucap Weni.
Shirleen menganga tidak percaya, bagaimana bisa Yudha senekat ini.
Dulu ia dan Jason juga sama sih, hanya saja saat dulu ia tinggal hanya berdua dengan Misca di apartemen, sehingga Jason tidak bertemu dengan orang tuanya secara langsung, kadang juga Jason menginap di apartemennya karena apartemen mereka bersebelahan, namun kali ini Yudha berani melakukannya, berhadapan langsung dengan orang tua Weni, sungguh luar biasa.
Apa para berondong memang selalu bertindak nekat, Shirleen sudah melihat buktinya soal itu.
"Dia yang tidak mau pulang ?" tanya ulang Shirleen.
Weni mengangguk membenarkan.
"Astagah, nasibmu Wen"
"Kok bisa sama kita" ucap Shirleen menyamakan nasibnya dengan Weni.
"Enggak Len, aku nggak mau sama dia" bantah Weni.
"Jangan takabur duluan Wen, entar kecebur lho" goda Shirleen lagi.
"Ih apaan sih" kesal Weni.
"Aku dulu juga gitu Wen, awalnya aku nggak mau banget, nggak pernah kepikiran kalau aku akan jadi seorang istri dari Jason Ares Adrian, dulu Jason ngejar-ngejar aku, nekat banget, bahkan dia marah saat aku hanya menganggapnya sebagai adik, namun saat aku mencoba membuka hati karena melihat kesungguhannya, dia yang selalu ada saat aku susah maupun senangku, cinta itu hadir dengan sendirinya, aku juga dulu gitu, jangan terlalu benci, karena benci dan cinta itu bedanya tipis sekali" ucap Shirleen menasihati sahabatnya, ia sebagai orang yang lebih dulu mengalami kenekatan berondong.
"Aku nggak tau sih Len, dia bilang nggak akan pulang sebelum aku mau jadi pacarnya" jelas Weni.
"Nah jadian aja, apa susahnya" santai Shirleen.
__ADS_1
"Len, nggak kayak gitu konsepnya, gue nggak ada rasa sama tuh anak, gimana mau ngenjalin hubungan kalo nggak ada cinta" terang Weni, nampaknya ia akan curhat akbar dengan sahabatnya itu.
"Jason pernah bahas ini dulu, saat aku nolak dia untuk yang kesekian kalinya" ucap Shirleen.
"Maksudnya"
"Dia bilang, cukup dia yang mencintai aku, untuk aku, aku bisa membalasnya kalau aku sudah mampu nantinya, iya saat sudah mampu dan kapan saja, lagian kita tidak bisa memastikan bahwa dengan cinta sebuah hubungan akan bahagia, akan langgeng, ya kan"
"Jason bilang dia rasa aku cukup tau untuk itu, jelas saja kau juga tau bagaimana dulunya aku begitu mencintai Mas Athar, lalu kenapa dia bisa selingkuh, apa karena dia sudah tidak cinta lagi, jawabannya bukan Wen, bahkan aku selalu melihat penyesalan dimatanya saat ia menatapku saat ini, namun aku yakin dia hanya mencoba ikhlas, aku awalnya nggak tertarik pacaran apa lagi dengan bocah tengil kayak Jason, ya meski bocah tengil itu juga yang jadi suamiku saat ini sih."
"Niat awalku, aku hanya mencoba membalas semua yang ia lakukan, ia terlalu baik untukku, meski aku belum cinta waktu itu tapi aku tidak bisa terus menerus mengecewakannya"
"Percayalah, aku juga tidak tau kapan awalnya aku bisa jatuh cinta padanya, kalau kamu bisa aja kasih satu kesempatan untuk Yudha, kamu bisa melihat nantinya bagaimana Yudha, pantaskah buat kamu, kalau semisalnya nih ya tidak ada kecocokan diantara kalian, mungkin kalian bisa memutuskan hubungan, tapi dengan dibicarakan baik-baik terlebih dahulu."
"Wen salah satu impianku saat ini adalah melihatmu menikah, aku ingin kamu mempunyai pasangan, teman hidup, teman berbagi, apa Weniku ini tidak mau ?" tanya Shirleen lembut sekali.
"Bukan begitu Len, aku hanya rasanya belum siap" keluh Weni.
"Wen, bukan menikah, hanya pacaran, beri dia kesempatan, kamu bisa memilah baik buruknya dia, kalau memang Yudha tidak pantas buat kamu ya kamu berhak bersuara, termasuk memutuskan hubungan" nasihat Shirleen lagi.
Mendengar cerita Angga, ia jadi yakin Yudha sama dengan Jason, kalau sudah cinta nekat luar biasa, sebab itu ia bisa mendukung Yudha dengan Weni.
"Jadi menurutmu, aku harus kasih dia kesempatan ?" tanya Weni.
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
Happy reading !!!
__ADS_1