Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Aku menyayangimu Shakira.


__ADS_3

"Cih, menyusahkan!"


"Melihat kau yang seperti ini, aku jadi berubah pikiran!"


"Ada apa Tuan Jason?" tanya penyidik.


"Aku ingin hukum yang paling berat untuk kedua pecundang ini!" tegas Jason.


"Dilihat dari tindak kejahatan apa saja yang keduanya lakukan, itu bisa saja terjadi Tuan!" ucap penyidik menyetujui.


"Aku mempercayai kalian, jangan sampai membuatku kecewa." Jason menekankan, kini ia serahkan semuanya, Jason yakin Bayu Lesmana akan mati mengenaskan setelah apa yang telah pria itu lakukan.


Kemudian Jason dan Rasya meninggalkan ruangan, hari ini cukup melelahkan, apalagi Rasya, sudah dua hari dirinya berkutat mencari bukti tindak kejahatan Bayu sepuluh tahun silam, bayangkan sepuluh tahun silam, kadang perintah Tuan Mudanya ini di luar nalar, namun nyatanya saat dirinya berhasil mengatasinya entah kenapa ada kepuasan tersendiri yang ia rasakan.


Terlatih menjadi anak buah Tuan Muda Jason tidaklah gampang, dirinya bahkan harus meninggalkan keluarganya untuk sementara waktu, namun gaji yang fantastis membuatnya tetap tangguh, semua dirinya lakukan untuk anak dan istrinya, Rasya tidak mau lagi hidup susah saat seperti dulu, saat dirinya masih menyandang nama Rudi Kurniawan itu.


"Kau jemputlah Adrian di desa terpencil itu, aku akan kembali ke rumah sakit, bilang padanya sudah cukup bersenang-senangnya, sudah tua, jangan memanfaatkan keadaan untuk liburan, sudah saatnya kembali bekerja!" titah Jason pada Rasya.


"Baik Tuan Muda!"


Jason masih diam, haruskah dia mengatakan itu.


Sementara Rasya masih menunggu Tuan Mudanya masuk ke mobil, setelah itu barulah dirinya juga meninggalkan tempat.


"Bilang juga padanya, bekerja dengan baik, aku tidak suka orang yang lamban!" ucap Jason lagi.


"Baik Tuan Muda!"


Mungkin begitulah nanti yang Adrian rasakan saat dirinya menyuruh pria paruh baya itu bekerja, karena perusahaan Adrian Group kini sudah berbalik atas namanya, jadi Jasonlah yang berkuasa saat ini, apa iya dirinya harus mempekerjakan orang tuanya, apa tidak durhaka.

__ADS_1


Namun percayalah dendam itu masih ada meski tidak menggunung seperti dulu, dirinya ingin Adrian juga merasakan apa yang dirinya rasakan dulu, tekanan, pemerasan otak, tidak semudah itu dirinya lupakan.


Bagaimana rasanya di jajah orang tua sendiri, begitulah kenyataannya dulu meski setelah semuanya terbongkar, Adrian tidak begitu sengaja ingin berbuat seperti itu pada dirinya, tapi tetap saja kan, hidupnya sudah hancur, masa kecilnya yang berharga malah menjadi kenangan buruk karena keegoisan Adrian.


Sudah Jason katakan, dirinya lebih baik hidup sederhana namun tidak miskin kasih sayang orang tua, dari pada hidup bergelimang harta namun bagai pengemis perhatian.


Jason lalu membuka pintu mobilnya, dirinya akan kembali ke rumah sakit, rencananya hari ini Shakira sudah diperbolehkan untuk pulang, dan hari-hari berikutnya Jason pasti akan sangat sibuk karena Roy mengajukan cuti selama dua atau tiga hari.


Jason tidak bisa menolak, kalau bukan karena Shakira mungkin dirinyalah yang ada di posisi Roy saat ini, rasanya uang tidak akan cukup untuk menghargai pengorbanan Shakira untuk keluarga kecilnya dan Shirleen.


Selamat tinggal Bayu, sampai bertemu di hukum yang adil untuk keparat sepertimu.


Shirleen masih menemani Shakira, kedua wanita itu nampak akrab meski Shakira belum juga bisa berbincang santai seperti wanita lain kebanyakan.


Wanita itu tidak doyan bergosip, atau lebih tepatnya tidak bisa bergosip, Shakira tidak suka keramaian, mungkin dirinya termasuk introvert, tapi nyatanya ia tidak pemalu, mungkin lebih ke cuek dalam segala hal kecuali menyangkut Roy dan Tuan Mudanya.


"Shakira, aku masih tidak menyangka, entah bagaimana harusnya aku berterimakasih padamu, entah apa yang bisa kulakukan untukmu, katakan kira-kira apa yang kau mau, akan aku kabulkan jika aku bisa, atau paling tidak aku akan..."


"Kata suamiku, mungkin saat ini belum rezeki kami, aku juga tidak tau kalau dia sudah ada di rahimku, jadi itu adalah ketidaksengajaan, suamiku bilang dia akan menjadi pengantar ku di surga nanti." ucap Shakira, menjelaskan apa yang dikatakan Roy semalam.


Roy memang pernah bilang padanya kalau jangan terlalu bersedih, harus sebisa mungkin ikhlas, anak adalah titipan dari-Nya dan akan kembali pada-Nya, jika bayi yang meninggal meski dalam kandungan, itu akan menjadi pengantar untuk orang tuanya ke surga nanti, jadi apapun itu dirinya tetap harus bersyukur.


Dan berkat kata-kata Roy itulah Shakira bisa memaafkan dirinya sendiri, Shakira bisa menerima bahwa semua yang terjadi adalah sebuah kecelakaan, tidak disengaja, dan semua itu adalah takdir dari yang Kuasa, tidak ada seorang ibu yang begitu menanti kehadiran buah hatinya dengan sengaja membunuh bayi mereka.


"Kau harus kuat yaaa, nanti pasti diberikan penggantinya!" ucap Shirleen, dirinya membelai lembut rambut Shakira yang tergerai.


"Hari ini saya sudah bisa pulang Nona!" ucap Shakira.


"Apa? Kenapa begitu, apa kau sudah benar-benar pulih?" tanya Shirleen, Shakira baru saja keguguran, mengapa harus pulang jika keadaan belum pulih.

__ADS_1


"Saya sudah pulih Nona, usia janin saya saat keguguran kemarin baru delapan minggu, tidak terjadi apa-apa pada saya, tidak usah terlalu khawatir." ucap Shakira menenangkan.


"Kau yakin? Kau sudah tanya pada dokter Eri?"


"Sudah Nona!"


"Baiklah, kalau kau maunya begitu, Shakira aku minta maaf ya!"


"Iya Nona, sudahlah jangan dibahas lagi, saya akan memulai hari baru bersama suami saya, jadi bisakah Nona tidak menyalahkan diri Nona, saya juga ingin melupakan segala yang terjadi." jelas Shakira, yah harusnya Shirleen tidak usah sampai merasa tidak nyaman, bagi Shakira yang baru saja kehilangan bayinya meski mulutnya berucap iklhas, namun nyatanya ikhlas itu tidak segampang yang diucapkan, Shakira sedang mencoba ikhlas lebih tepatnya, jadi bisakah Nona Mudanya itu tidak lagi membahas yang itu-itu lagi.


Shakira tidak ingin larut dalam kesedihan, biarlah dirinya dan Roy membuka lagi lembaran baru.


Kemarin Roy juga sudah mengecek kondisi kesehatannya dan Shakira, dan hasil menyebutkan keduanya sangat subur, hal itu semata-mata Roy lakukan supaya istrinya tidak lagi bersedih, supaya Shakira bisa tersenyum lagi.


Namun Shirleen yang terus-terusan dihantui rasa bersalah itu, tak hentinya meminta maaf, membuat Shakira kepikiran lagi tentang bayi mereka. Padahal bukan itu maksud Shirleen, tidak sedikitpun niat Shirleen untuk membawa Shakira dalam kesedihan.


Shirleen merasa Shakira bagai malaikat yang telah rela menyelamatkan hidup bayi-bayinya.


"Eh..." Shirleen tersentak kala penuturan Shakira, apa dirinya sudah menambahkan luka di hati Shakira, Shakira ingin melupakan segala yang terjadi namun dirinya seolah terus-terusna mengingatkan! "Ah iya, eem semangat, aku menyayangimu Shakira, kau sudah bagai adik bagiku!" ucap Shirleen pada akhirnya.


Shirleen mencoba mengalihkan suasana, meskipun begitu, dirinya memang benar telah menganggap Shakira adalah adiknya.


Bersambung...


*


*


*

__ADS_1


Like, koment, and Vote !!!


__ADS_2