Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Kelakuan Misca


__ADS_3

"Papa, apa kita akan menginap disini ?" Tanya Misca saat Jason sudah pulang dari kantornya.


Jason pulang ke kediaman keluarga Julian, ia sudah rindu dengan kekasih dan gadis kecilnya itu.


"Entahlah, coba tanya Bunda !" jawab Jason sambil mengangkat Misca kedalam gendongannya.


Jason membawa Misca kedalam kamar tamu yang telah disediakan untuknya, dan mendudukkannya di ranjang.


Ia ingin mandi sebentar, untuk menyegarkan badan setelah seharian bekerja.


"Girl, papa mandi dulu sebentar, nanti kita baru bisa main" Jason mengacak puncak kepala Misca.


Shirleen dan Mamanya sedang menyiapkan makan malam, momen ini sudah lama sekali rasanya.


"Apa kau tinggal bersama dengan tuan muda Jason selama ini ?" tanya Mama Nena.


"Tidak Ma, aku sebenarnya tinggal di apartemen Weni, teman kuliahku dulu, tapi Jason hampir tiap hari main ke tempatku" Jawab Shirleen.


"Tuan Muda sangat baik, apa kau benar yakin ingin menikah dengannya"


"Yah, jika Mama dan Papa merestui"


"Heemmm, semoga kalian selalu bahagia, semoga restu mama dan papa kali ini tidak salah" Mama Nena berdoa untuk putrinya, dalam hatinya sebenarnya belum siap Shirleen menikah lagi mengingat baru berapa bulan anak semata wayangnya itu gagal dalam berumah tangga.


Shirleen mengamin kan doa Mamanya. semoga juga pilihannya kali ini tidak akan salah. Semoga ia dan Jason bisa bahagia.


"Panggil Tuan Muda kesini untuk makan malam" pinta Mama Nena.


Shirleen mengiyakan, ia segera menuju kamar tamu yang ditinggali Jason.

__ADS_1


Pintu kamarnya dibiarkan terbuka, dilihatnya Jason sedang tertidur namun Misca tampak sedang mengoleskan Make up di wajah pada Papanya itu. Entah dimana Misca mendapatkan alat Make upnya itu.


Wajah Jason sudah putih karena bedak yang begitu tebal, dipipi kiri dan kanannya terdapat seperti stempel berwarna pink terang, dan apalagi itu, ya Misca lengkap dengan memoleskan lipstik merah menyala di bibir sexy papanya itu. Membuat siapapun yang melihatnya pasti tidak akan bisa menahan tawanya.


Begitu pun Shirleen, perutnya mulai sakit karena harus menahan tawa. ia hanya bisa cekikikan pelan takut membangunkan Jason.


Misca menoleh kearahnya, namun Shirleen segera meletakan telunjuknya dibibir, Misca yang mengerti maksud Bundanya hanya bisa tersenyum karena sang Bunda melihat kelakuannya kali ini.


Shirleen menyuruh Misca untuk pergi menemui Oma Nena untuk makan malam, Misca menurut saja.


Shirleen mengambil beberapa foto Jason saat dikerjai Misca tadi sebelum membangunkan kekasihnya itu.


Ia tersenyum geli menahan tawa, Jason memang masih muda, namun ia begitu dekat dengan Misca, bahkan Misca tidak terlalu sering menanyakan Ayahnya lagi karena kehadiran Jason di hidupnya kini.


"By Bangun, hey bangun... Kenapa dengan mukamu ?" tanya Shirleen, sambil menggunjang lengan kekasihnya.


Jason terbangun, dilihatnya blur wajah cantik calon istrinya.


"Sana cuci muka, kau jelek sekali By" ucap Shirleen.


"Aku... Hei aku selalu ganteng yaaa" narsis Jason.


"Iya ganteng dengan dandanan kayak gini" Shirleen tidak bisa lagi menahan tawanya kali ini, tawanya meledak sudah, membuat Pak Haris yang berada tidak jauh dari kamar Jason pun segera menghampiri suara tawa yang menggelegar itu, ia takut terjadi sesuatu dengan calon mantunya.


Pak Haris yang melihat penampakan muka Jason pun hendak tertawa, namun ia segera tersadar dan langsung menahannya, ia masih takut calon mantunya itu tersinggung. Ia masih agak ngeri mengingat betapa berkuasanya keluarga Adrian.


"Kenapa dengan mukaku ?" tanya Jason.


Shirleen lalu menarik tangan Jason dan menyuruhnya kekamar mandi.

__ADS_1


"Berkaca dan cuci mukamu" ucap Shirleen.


"Kalau sudah selesai, turunlah kita makan malam" lanjutnya lagi.


Jason langsung menuju cermin, ia berteriak histeris. Sudah hancur imagenya sebagai Tuan Muda Jason yang ditakuti, hanya karena ulah gadis kecilnya yang dengan santai mengaplikasikan warna-warna kehidupan di wajahnya itu, dan sayangnya ia tidak bisa marah dengan semua ini.


Kau harus lebih giat berlatih lagi princess, ini terlalu tebal, kegantengan papamu ini jadi tersembunyi kan.


Jason menghela nafasnya, ia lalu membasuh mukanya itu, ia berpikir berapa lama tadi ia tertidur sehingga Misca bisa membuatnya bak ondel-ondel seperti ini.


Jason kini sudah sampai di meja makan, semua orang sudah menunggunya, Shirleen dan keluarganya meringis menatapnya, namun Jason hanya bisa menampilkan wajah datarnya saja, sungguh sudah hancur imagenya kali ini didepan keluarga Julian. Dimana Tuan Muda Jason yang katanya tak tersentuh itu, bahkan hari ini ia kalah dengan seorang anak kecil.


Jason melirik kearah Misca, matanya seolah mengatakan sesuatu.


Sungguh pencapaian yang luar biasa girl, good job !


Misca hanya bisa tersenyum manis menampilkan wajah tanpa dosanya.


Sayangnya gue nggak bisa marah, dia terlalu menggemaskan sama seperti Bundanya.


Lalu semuanya pun memulai makan malamnya dengan khidmad, tidak ada yang berani menyinggung ulah Misca tadi. Termasuk Shirleen yang kini merasa tidak enak karena kelakuan anaknya.


Bersambung...


*


*


*

__ADS_1


***Hai readers, jangan lupa like, koment, dan vote yahh


Happy reading*** !!!


__ADS_2