Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Shirleen adalah nyawanya.


__ADS_3

Jason naik pitam saat satu persatu para ahli medis menggelengkan kepala pelan, apa artinya hah, tetes air mata dokter Eri juga semakin menyulut emosinya, apa lagi para dokter juga seketika berhenti melakukan sesuatu untuk Shirleen.


"Kenapa kalian berhenti, kenapa?" tanyanya sedikit berteriak.


"Lakukan sesuatu, jangan diam, jangan berhenti, aku mohon selamatkan dia?" Jason sudah berpikiran buruk, ia tau Shirleen memang sedang berjuang untuk hidup.


"Tuan Muda!" Dokter Eri membawa Jason sedikit menjauh, namun Jason langsung saja menghempaskan tangannya.


"Kita perlu bicara!" ajak doker Eri.


Karena Dokter Eri adalah sepupu dari Jason, maka para medis yang menangani Shirleen menggantungkan harapan pada Dokter Eri untuk menyampaikan segala informasi terkait Shirleen.


"Disini saja, apapun yang akan aku dengar, aku mau kau sampaikan disini saja, katakan, katakan kenapa kalian berhenti?" ucap Jason tidak sabar.


Ilennya sedang terbaring lemah disana, ia sungguh frustasi.


Dokter Eri menarik nafas dalam sebelum memulai menjelaskan.


"Jika kondisi istrimu terus seperti ini, mungkin kedua bayimu tidak bisa kami selamatkan, kondisi bayimu sangat lemah didalam sana., dan juga nona Shirleen kami tidak bisa berjanji akan hidupnya..."


"Tidak jangan katakan, hiks hiks, jangan katakan itu aku tidak akan sanggup mendengarnya." Jason terduduk lemas, apa tadi yang dibilang Dokter Eri, bayinya terancam tidak bisa diselamatkan, yang selalu dinanti kehadirannya, bahkan ia tidak akan pernah bisa bertemu keduanya, lalu istrinya, tidak Jason tidak akan sanggup.


Ia terdiam, memikirkan bagaimana baiknya, tidak apa jika ia harus kehilangan bayinya, namun istrinya harus tetap hidup, Shirleen lebih berharga dari segalanya...


Maafkan Papa nak, Papa berdosa...


Maafkan aku By, ini semua salahku...


"Teruslah bekerja, selamatkan istriku, itu saja." ucapnya memerintahkan, "Lakukan yang terbaik bagi kalian!


Para medis lagi-lagi mengecek kondisi Shirleen, tidak ada yang berubah, Shirleen masih tetap sama, enggan memberikan reaksi akan membaik, satu persatu dokter bahkan sudah mulai pupus harapan.


Jason memperhatikan Shirleen, ia mengingat lagi saat ia yang dikatakan Ipah sedang mengidam, memakan jeruk nipis, mencium aroma nangka, periksa kandungan, kebahagiaannya akan mendapatkan bayi kembar, Shirleen yang begitu bersemangat, bahkan istrinya itu sudah merajut kaos kaki sendiri untuk putra dan putrinya.

__ADS_1


Entah bagaimana jadinya jika semua itu tidak akan terwujud.


Jason melangkahkan kakinya mendekat pada Shirleen, saat jaraknya sudah dekat, ia kemudian mengecup lama kening istrinya, menggenggam lembut tangan Shirleen, dan berbisik di telinga Shirleen untuk menguatkan, entah Shirleen akan mendengarnya atau tidak namun ia rasa ia harus melakukannya, pun jika ini memang detik-detik terakhir Shirleen hidup setidaknya Shirleen tau bahwa ia selalu ada disamping Ilennya .


"Aku menyayangimu By, kau adalah wanita yang paling kuat, aku tidak apa kehilangan mereka asalkan kau harus kembali padaku, aku ikhlas, aku sudah sadar By, ternyata begini rasanya kehilangan padahal kalian belum pergi, aku mohon By, jika mereka pergi kau harus menguatkanku, aku butuh dirimu untuk sandaran, kita akan saling menguatkan, aku mohon By, bangun demi aku, aku mencintaimu!."


"Aku bisa kehilangan mereka tapi aku tidak akan bisa kehilanganmu, kita akan selalu sama-sama, kita pernah berjanji untuk menua bersama."


"Aku butuh kamu, Misca, Jacob, kami selalu butuh kamu, kalian tempatku pulang, tolong jangan tinggalkan aku."


Jason menangis pelan sembari berbisik pada istrinya.


"Tuan Muda, lihatlah..." ujar Dokter Eri.


Beberapa para medis langsung kembali bertugas karena melihat adanya secercah harapan pada layar elektrokardiograf, sungguh keajaiban bagi mereka, Shirleen punya harapan untuk hidup lagi, setelah tadi nyawanya yang sudah hampir terlepas.


Jason langsung menoleh ke arah layar monitor, memang benar, jantung Shirleen kembali berdetak meski masih sangat lemah.


Para medis memeriksa kondisi Shirleen, memberikan kejut jantung berkali-kali, lalu entah di kejutan ke berapa jantung Shirleen baru bisa berdetak normal kembali.


"Lakukan yang terbaik sebisa kalian." ucap Jason, ia berangsur mundur memberi ruang untuk para medis menangani istrinya dengan baik.


Terimakasih ya Allah, sudah menyelamatkan istriku, atas izin-Mu dia kembali padaku...


Jason melihat setiap rangkaian prosesnya, setelah semuanya selesai dan kondisi Shirleen dinyatakan sudah normal, sudah melewati masa kritisnya ia menemui dokter Eri lagi di ruangannya.


Tak lupa juga sebelumnya ia mengabari semua keluarga, para mama tampak terkejut pun dengan Ipah yang mendapat kabar demikian, karena majikannya itu tadi hanya berpamitan untuk keluar sebentar, namun setelah mendapatkan telpon dari Tuan Mudanya, Shirleen malah sudah berada di rumah sakit dengan kenyataan sudah melewati masa kritisnya, sebenarnya apa yang telah terjadi, ingin ia bertanya namun ia sadar akan statusnya meski ia sedang dirundung kekhawatiran.


"Ini adalah sebuah keajaiban, kau tau, jujur saja aku tadi hampir menyerah, namun entahlah apa yang sebenarnya telah terjadi, ini sungguh mukjizat."


"Jason, jaga Shirleen baik-baik, aku yakin kalian memang ditakdirkan berjodoh, seperti mempunyai ikatan batin yang sangat kuat, aku tidak tau apa yang kau bisikan tadi pada istrimu, namun aku yakin segala perkataanmu tadi pasti membuatnya menjadi lebih kuat hingga ia bertahan di sisa-sisa hidupnya, ia berusaha untuk bangun meski kondisinya sangat lemah."


"Kondisi bayi kalian akan membaik, kami juga sudah melakukan yang terbaik untuk kedua bayimu, mereka akan selamat, ini sungguh keajaiban, seumur hidup selama aku bekerja aku tidak pernah merasa seberhasil ini."

__ADS_1


Dokter Eri tak henti-hentinya membeberkan ketidakpercayaannya.


"Aku berhutang padamu, juga pada kalian semua." ucap Jason.


"Tidak tidak, kau juga ikut andil, aku yakin kau yang paling banyak memberikan pengaruh atas hidup Shirleen." sanggah Dokter Eri.


"Aku hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan, sebagai seorang suami yang sangat mencintai istrinya, melihatnya antara hidup dan mati sungguh membuatku berpikiran buruk meski aku tidak ingin sekalipun, aku minta maaf padanya, aku mengatakan aku ikhlas jika harus kehilangan bayi kami, tapi tolong jangan tinggalkan aku, aku mau dia tetap hidup untuk mendampingiku" Jason menjelaskan apa yang tadi ia bisikkan pada istrinya.


"Aku yakin kalian memang berjodoh, kalian bertemu bukan hanya kebetulan saja, pasti semua itu sudah ditakdirkan, itu sudah digariskan oleh Tuhan, Shirleen untukmu begitupun sebaliknya, berbahagialah setelah ini, jaga dia dan anak-anakmu." ucap Dokter Eri.


Seketika Dokter Eri melihat perubahan pada diri Jason, Jason menjadi pribadi yang hangat, semua itu adalah proses, kini adik sepupunya itu sudah berangsur dewasa, sudah bisa bijak dalam berpikir, ia salut dengan umur yang baru saja menginjak delapan belas tahun, Jason harus memimpin sebuah keluarga dengan anak sambung didalamnya, semoga selalu dilimpahkan kebahagiaan untuk keluarga kecil sepupunya itu, Dokter Eri berharap banyak untuk itu.


"Terimakasih, aku banyak berhutang padamu, sudah berapa kali kau menyelamatkan istriku." ucap Jason.


Yah dari saat Shirleen sedang hamil Jacob, dokter Eri lah yang selalu ia andalkan, sampai hari ini pun sepupunya itu adalah orang yang selalu berada disampingnya.


"Itu sudah tugasku, tidak apa, aku bahagia bisa melakukannya, memberikan yang terbaik untukmu." ucap Dokter Eri.


"Maafkan aku..." tiba-tiba saja Jason langsung saja memeluk Dokter Eri, membuat yang dipeluk merasakan keterkejutan luar biasa.


Seorang Jason, yang luar biasa dingin lagi-lagi bisa bersikap sehangat ini, sungguh apa benar ini sepupunya.


Dia benar-benar berubah...


Sementara Jason, ia sangat berterimakasih, telah menyelamatkan Shirleen baginya sama saja telah menyelamatkan nyawanya.


Karena Shirleen adalah nyawanya.


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...

__ADS_1


__ADS_2