
Pak Adrian sangat terpukul atas pemberontakan yang dilakukan putranya. Alih-alih melihat putranya bisa segera sadar dan kembali ke jalan yang benar justru penolakan yang ia dapatkan.
Hari ini, ARAD Group telah resmi memisahkan diri dari perusahaannya, setelah sebelumnya menarik semua investasi yang ada. Bahkan anaknya itu mengirimkan sejumlah uang dengan nilai fantastis tak tanggung-tanggung sebagai ganti biaya berdirinya perusahaan yang awalnya adalah anak dari ADRIAN Group itu.
Ia tidak menyangka Jason bertindak diluar rencananya, Jason kini begitu sulit dikendalikan.
Setelah kejadian itu sehari setelahnya Jason bahkan pergi dari rumah utama kediaman keluarga Adrian, sebanyak yang ia dengar anaknya itu memiliki mansion yang telah lama ia bangun sendiri menggunakan hasil kerja kerasnya sendiri. Mungkin Jason akan tinggal disana, ia sungguh tidak tau bagaimana lagi cara menyelamatkan putranya itu.
Mama Mila tak hentinya menangis setelah kepergian Jason dari rumahnya, siapa yang menyangka seorang anak tujuh belas tahun akan seberani ini. Bisa saja ! Kenapa tidak jika orang itu adalah Jason Ares Adrian.
Diluar batas, putranya sudah terlampau jauh melewati batas.
Ia sudah membuat anak satu-satunya pergi meninggalkannya.
Menjauh dari keluarganya adalah keputusan yang dipilih Jason setelah merasa dikhianati, ia merasa orang tuanya tidak pernah ingin melihatnya bahagia, saat dulu umurnya delapan tahun ia yang sedang menikmati masa anak-anaknya harus merelakan kebahagiaan dalam hidupnya, kebahagiaan untuk bebas mengekspresikan diri, kebebasan untuk berteman dengan siapa saja, walau saat ia masuk SMP ia meminta untuk sekolah di sekolah biasa namun tidak meredakan niat papanya untuk melatih otaknya dengan pembelajaran dunia bisnis, hingga kehangatan dalam dirinya tidak pernah ia tampakkan lagi.
Saat ia mulai memiliki teman, Angga, Yudha, dan Afik, ia tidak dibebaskan begitu saja, ia harus mengganti kebebasan sesaat yang hanya beberapa jam di sekolahnya itu dengan pembelajaran bisnis yang tak tanggung-tanggung lagi.
Hingga saat ia kelas tiga SMP ia sudah diberi kepercayaan atas satu perusahaan yang ia beri nama ARAD Group. Namun bukan itu yang ia inginkan, pencapaian luar biasa itu sama sekali tidak membuatnya bahagia, ia hanya ingin Papanya menyayanginya, dan membiarkan ia dewasa pada waktunya.
__ADS_1
Setelah mengemban satu perusahaan, setengah tahun menjadi pemimpin ia menemukan suatu ide, ia tau Roy sang asisten memiliki potensi luar biasa untuk memimpin perusahaan ini, maka ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia memerintahkan Roy untuk menghandel segala kegiatannya, ia tidak akan lepas tangan namun ia hanya ingin sedikit kebebasan. Dan Roy pun menurut.
Jason mulai menikmati hidup sesungguhnya, meski ia harus sembunyi-sembunyi dari papanya, jadwalnya begitu ketat, pagi ke sekolah, pulang sekolah ia harus segera menuju kantornya dan pulang sore atau biasa juga sampai larut malam.
Namun dengan adanya Roy, ia bisa mangkir dari jadwal, ia bisa sesekali tidak datang ke kantornya dan pergi menikmati hidup, bersama Afik, Angga, dan Yudha, itulah kenapa Jason tidak bisa marah pada ketiga sahabatnya. Hanya merekalah sahabat yang Jason punya setelah berpisahnya ia dari Dareen teman masa kecilnya.
Lalu ia bertemu Tuan Fred, ia seperti mempunyai tujuan hidup, walau sebenarnya Jason mengetahui jalan yang ia ambil adalah kesalahan. Namun ia tidak perduli, ia hanya ingin melakukan apa yang ia mau. Ia hanya ingin kebebasan.
Kemudian rasa itu datang, getaran itu ada kala ia melihat wanita cantik yang menolongnya dari kejaran fansnya yang tak kenal ampun. Wanita itu yang telah berhasil merebut hatinya yang dingin ini.
Ia adalah Shirleen Damla Julian, seseorang yang masih berstatus istri orang saat ia pertama kali menemukannya. Seseorang yang sayangnya telah berhasil membuat ia jatuh cinta.
Terlebih kenyataan berpihak padanya, Shirleen adalah kakak cantik yang ia cari sewaktu ia kecil, ia sangat bahagia, ia tidak salah meletakkan cinta.
Dan hari itu ia kehilangan kebahagiaannya sekali lagi, bukankah sangat egois, tidak adakah rasa belas kasih untuknya yang selalu dikecewakan ini ?
Jason kembali berkutat pada pekerjaannya, ia tidak peduli pada produk yang telah dibajak dan mengakibatka kerugian pada perusahaannya, bahkan kali ini berkat keenceran otaknya, ia berhasil menciptakan produk yang lebih bagus dan efektif dari produk sebelumnya, produk itu akan rampung sekitar seminggu lagi, akan ia launchingkan untuk memperkuat bisnisnya.
Ia sudah rugi banyak, secara tidak langsung dirampok oleh perusahaan fiktif yang ternyata ulah papanya sendiri, harus menarik sahamnya, dan membayar ganti rugi pada papanya, ia sudah cukup banyak mengeluarkan uang, kini ia akan menstabilkannya.
__ADS_1
"Roy, kerahkan anak buah untuk mencari Shirleen sampai ketemu, cek ke semua bandara untuk penerbangan beberapa hari ini"
"Baik Tuan Muda"
"Letakkan mata-mata untuk mencari Shirleen di berbagai daerah sekitar sini, aku tidak mau tau, aku harus tau dimana keberadaannya"
"Dan satu lagi, awasi rumah orang tua Shirleen, dan cari petunjuk sebanyak-banyaknya"
"Baik Tuan Muda"
"Aku akan menyuruh Ben untuk membantu kita disini, kita harus bekerja lebih keras lagi"
Lalu Roy pun berlalu pergi menuju ruangannya.
Sebenarnya kekayaan yang dimiliki Jason masih tidak tertandingi dibandingkan kekayaan Papanya, namun ia yang sudah terbiasa bergelimang harta tidak bisa melihat angka di rekeningnya berkurang. Sifat maruknya memang sudah melekat semenjak ia bisa menghasilkan uang sendiri.
Jason mendial nomor seseorang di ponselnya, kini ia akan menghubungi seseorang untuk melakukan sesuatu.
"Aku butuh bantuanmu..."
__ADS_1
Bersambung...
Like, koment, gift, dan vote.