Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Mata-mata.


__ADS_3

"Roy, kau ikut ke ruanganku!" perintah Jason pada asistennya itu.


"Baik Tuan Muda!"


Roy mengikuti langkah Tuan Mudanya itu dari belakang, hingga sampailah pada ruangan Tuan Mudanya.


"Duduklah!"


Roy duduk di sofa, entah apa yang akan dibahas mereka kali ini, dirinya juga tidak tau.


"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu!" ungkap Jason.


"Ya Tuan Muda!"


"Coba kau telusuri, siapa saja yang pernah berhubungan dengan perusahaan asing itu!"


"Baik Tuan Muda!"


"Panggil istrimu itu ke sini untuk membantumu!" perintah Jason lagi.


"Baik Tuan Muda!"


Roy kemudian menghubungi Shakira, dirinya juga tidak mengerti bukankah tadi mereka baru saja rapat anggaran tentang dana yang akan mengalir karena kerja sama dengan perusahaan asing tersebut.


Lalu mengapa dirinya menangkap hal mencurigakan karena perintah Tuan Mudanya barusan.


"Pakailah laptop baru ini, lalu retas sistemnya!" ucap Jason dirinya menyerahkan sebuah laptop yang di sistem sendiri olehnya, namun masih sangat baru.


"Baik Tuan Muda!"


"Kerjakan di sini, aku harus melihat hasilnya segera."


Roy langsung saja berkutat dengan tugasnya, tak lama istrinya pun datang dengan terengah, Roy percaya bahwa istrinya itu pasti melawan macet untuk bisa sampai di sini.


"Ya Tuan Muda!" ucap Shakira.


"Kau! Bantulah suamimu, aku menginginkan hasilnya hari ini juga, sebelum jam makan siang!" tunjuk Jason pada Shakira.


Eh buset, kira-kira dong Tuan Penguasa, aku aja baru nyampe, napas aja sebagian lagi di rumah.


Meski dalam hatinya menolak, namun tetap saja Shakira kerjakan, siapa yang berani melawan perintah. Heh siap-siap sengsara kuadrat.


Pasangan suami istri yang memang handal dalam meretas sistem itu berjibaku untuk mendapatkan hasil sesuai kemauan Tuan Mudanya. Harus selesai sebelum jam makan siang.


Tiga jam berlalu, kini Shakira sudah mendapatkan apa yang diminta Tuan Mudanya, dirinya memberikan hasilnya dalam bentuk print dokumen, untuk selanjutnya mereka akan menunggu keputusan Tuan Mudanya.


Jason menatap Roy penuh selidik, ke arah Shakira juga.


"Tidak banyak, namun semua dalam jumlah besar." terang Roy.


Jason mengangkat satu alisnya, "Di sini ada perusahaan dari Malaysia yang menanamkan modal tidak sedikit, yah meski salah satunya!"

__ADS_1


"Perusahaan asing itu memang ada Tuan Muda!" sahut Roy.


"Tapi menurut data yang saya dapatkan, perusahaan itu bukan perusahaan besar Tuan Muda!" lanjut Shakira.


Jason mengangguk pelan, "Aku sudah curiga!" ungkap Jason.


Shakira tidak terkejut karena itu sudah biasa baginya, sementara Roy, bagaimana bisa dirinya melewatkan informasi itu.


"Retas sistem dari perusahaan ini, kumpulkan sebanyak-banyaknya informasi yang mencurigakan, aku tunggu hasilnya sore nanti!"


"Aku akan makan siang di cafe sekalian bertemu dengan Tuan Wirawan, aku rasa anaknya sudah tidak waras saat ini!"


"Baik Tuan Muda!"


Sahut Shakira dan Roy bersamaan.


"Kalian, jangan pernah keluar dari ruangan ini, pastikan Tuan Gilbert tidak menemukan kalian!"


"Nanti akan aku suruh Ben untuk berjaga di sini, kalian masuklah ke dalam kamar itu!" ucap Jason.


Shakira dan Roy hanya bisa menurut, mereka ingin makan siang juga namun tidak berani mengatakan itu.


Jason pergi ke luar, dirinya menemukan Mery yang selalu menyambutnya dengan senyum.


"Kalau ada Tuan Gilbert ke sini, bilang saja aku sedang tidak di kantor! Di dalam sana ada Roy dan istrinya, kalau dia tanya tentang Roy terserah kau mau jawab apa yang penting jangan bilang Roy bersamaku atau berada di ruangan ini" perintah Jason.


"Baik Tuan Muda!"


"Baik Tuan Muda!"


Mery juga hanya bisa menurut, meski dalam hatinya sudah gemetaran diberikan mandat seperti itu.


"Apa yang terjadi?" gumamnya.


Jason bersikap biasa saja, semalam dirinya menemukan keganjalan pada perusahaan asing yang baru saja bekerja sama dengannya, itulah sebabnya Jason mengurungkan niat untuk menceritakan tujuan balas dendamnya pada sang istri.


"Kau pikir bisa bermain-main denganku, mengandalkan si tua bangka itu, untung saja bukan perusahaan Adrian yang bekerja sama dengannya, kalau tidak aku tidak tau apa yang akan terjadi." gumam Jason saat dirinya sudah berada di mobil.


Jason menjalankan mobilnya menuju cafe Jash, dirinya akan menemui Tuan Wirawan yang katanya ingin mengatakan sesuatu padanya.


Jason rasa ini masalah tentang putranya Davin Azka Wirawan, yang tempo hari pernah di kerjainya.


Dua puluh menit berlalu, Jason sudah sampai di cafe Jash, dirinya juga melihat mobil Shirleen parkir di garasi khusus cafe istrinya itu.


"Papa..." pekik Misca girang, rupanya gadis kecil itu sudah lebih dahulu melihat keberadaan Papanya.


"Sayang..." sahut Jason.


"Papa di sini juga?" tanya Misca.


"Iya, kan mau makan bareng Bunda sama Kakak." jawab Jason.

__ADS_1


"Bunda udah sediain di ruangan Bunda, ayok!" ajak Misca.


"Sebentar," Jason mengedarkan pandangannya, dirinya menangkap hal mencurigakan, gerak-geriknya seakan di ikuti, dirinya tersenyum miring kala mendapati hasil temuannya.


"Ipah!" serunya pada Maid putrinya itu.


"Ya Tuan Muda!"


"Bawa Kakak ke dalam, dan jangan keluar sebelum aku suruh keluar, kau pun juga, sediakan apapun untuk membuat kalian betah di ruangan istriku, ingat pesanku, jangan keluar!" ucap Jason.


Tubuh Ipah melemas, ada apa ini pikirnya, baru kali ini dirinya melihat semburat kekhawatiran yang teramat dari Tuan Mudanya, apakah hidup keluarga Tuan Mudanya sedang terancam.


"Ba baik Tuan Muda!" sahut Ipah gagap.


"Ya sudah, sampaikan ini pada istriku, apapun alasannya jangan keluar!"


"Baik Tuan Muda!"


"Princess, masuk ke dalam dulu ya sama Bunda, nanti Papa nyusul kalian."


"Oke Papa!"


Jason mengirimkan pesan pada seseorang, Tuan Wirawan belum sampai namun dirinya akan menunggu sembari mengawasi apa yang akan di lakukan orang yang mengincarnya.


Jason nampak santai saja, dirinya seakan tidak perduli, dia tidak ingin membuat kecurigaan bahwa dirinya sudah mengetahui rencana musuh.


"Baiklah Paman, kau ingin mengajari buaya berenang ternyata!" gumam Jason.


Tidak ada pergerakan dari orang yang sedang mengintainya, masih terus berpura-pura seperti pelanggan yang menikmati wi-fi gratis di cafe istrinya.


Jason masih menunggu apa yang akan di lakukan mata-mata tersebut, barulah dirinya bisa melakukan tindakan apa yang akan dirinya lakukan.


"Ternyata Tuan tidak terlalu memilih siapa yang akan menjadi tumbal, pionnya terlalu lemah, padahal pion adalah bagian yang cukup penting dalam permainan." Jason masih bergumam pelan.


Sepertinya Jason akan mendapatkan Jackpot sebelum kedatangan Tuan Wirawan, atau mungkin saja Tuan Wirawan yang terpaksa harus menggantikannya sebagai target incaran, sayang sekali kalau hal itu sampai terjadi.


Drettt drettt, ponsel Jason bergetar, satu chat masuk dari Darwin.


📩 Aku sudah siap Bos!


Jason bersikap biasa saja, bahkan tanpa melihat isi pesan Darwin pun dirinya sudah tau apa yang akan Darwin lakukan.


"Mari kita saksikan Tuan, Pionku akan menuntaskan Pionmu yang payah itu!" gumam Jason.


Bersambung...


*


*


*

__ADS_1


Like, koment, and Vote !!!


__ADS_2