
"Siapapun lo, kalo becanda itu jangan kelewatan, lo udah gila ya mobil nggak ada bensinnya gini gimana bisa jalan" ucap Yudha dengan gas yang siap tancap. Ia benar-benar jengkel parah dibuat wanita yang tengah menatapnya dengan sendu seolah minta diampuni segala dosanya.
Seketika Weni teringat, kapan terakhir kali ia mengisi bahan bakar untuk mobilnya itu. Ups sepertinya ia melakukan kesalahan.
"Yaa terus gimana dong, hape aku lowbat, kamu bisa bantuin aku nggak ?" ucap Weni lembut, ia bahkan sudah membuang jauh-jauh kesan buruknya, semoga saja dengan begitu pemuda dihadapannya ini tergerak hati ingin membantunya.
"Cih, lo tinggalin aja mobil lo, sekarang lo mau kemana biar gue antar" ucap Yudha yang seketika membuat Weni beranggapan lelaki dihadapannya ini ternyata tidak seburuk yang ia pikirkan.
"Itu kan yang lo mau denger, dasar tante-tante modus" lanjut Yudha lagi.
Ya Tuhan kutarik ucapanku tadi, dasar sialan...
"Dah lah, baek baek disini, nanti kalo ada yang lewat lo tahan lagi aja, bilang suruh tolongin beli bensin" ucap Yudha, kemudian berlalu masuk ke mobilnya.
Hatinya sudah dingin karena ia pernah merasa sangat dikecewakan oleh seorang wanita, sehingga ia menganggap semua wanita sama saja tidak ada yang pernah tulus. Dan itu membuatnya enggan untuk berdekatan dengan wanita manapun.
Ia mengendarai mobilnya pelan, mulutnya berkata tidak sudi menolong wanita ceroboh seperti tadi, namun tidak dengan hatinya sehingga tanpa ia sadari mobilnya sudah terparkir di depan sebuah kios bensin eceran yang ia jumpai dipinggir jalan.
Ia membeli satu wadah bensin yang berisikan dua puluh liter untuk ia bawa menemui wanita tadi.
Kemudian seolah telah mendapatkan apa yang ia cari, ia langsung kembali menuju tempat dimana mobil Weni yang mogok karena kehabisan bensin tadi.
Weni bahkan terkejut melihat kedatangannya lagi dengan membawa satu wadah dua puluh liter penuh bensin.
__ADS_1
"Nih, lain kali jangan ceroboh, sebelum berkendara itu pastikan semuanya aman, termasuk yang kek gini biar mobilnya gak ngadat lagi karena gak ada isinya" ucap Yudha sembari menatap Weni remeh.
"Terima kasih yaaa" ucap Weni, tadinya ia sudah mengumpati Yudha entah berapa kali, tapi ternyata Yudha tidak setega itu.
"Jangan makasih emang lo kira gratis, gantiin ini duit gue ?"
Ya salam bocah, emaknya ngidam apaan sih pas bunting nih anak, kok nyebelin amat...
Mobilnya aja mewah, nolongin orang aja mau minta gantiin.
Namun ia teringat akan nazarnya, ia sudah berjanji kalau akan menuruti apapun permintaan dewa penolongnya kali ini.
"Tujuh ratus ribu !!!"
"Haah, heh bocah jangan gila yaaa, gak ada kali bensin dua puluh liter harganya tujuh ratus ribu, kamu mau ngerampok saya ? Masih bocah udah kriminal"
"Gak semahal itu juga kali, tiga ratus ribu ajah, lo gila yah itu namanya pemerasan" Weni nggak mau kalah, ia tidak terima tujuh ratus ribu untuk dua puluh liter bensin, pasti di pelajaran akuntansi nih anak dapat nilai E pikirnya, gak pake perhitungan matok harga seenak jidat, terus otaknya cuma mikirin laba doang pastinya, ia yang kuliahnya jurusan bisnis sungguh tidak bisa terima ketidak sesuaian itu.
"Tujuh ratus ribu"
"Gak gak gak ada, tiga ratus ribu no debat, dasar sinting, apaan tujuh ratus ribu"
"Tujuh ratus ribu, no debat juga"
__ADS_1
"Empat ratus ribu" ucap Weni mencoba menawar.
"Tujuh ratus ribu" Yudha tetap pada pendiriannya, nggak tau kenapa ia senang sekali bisa mengerjai wanita dihadapannya ini. Seperti sebuah hiburan baginya jika berhasil membuat Weni kesal.
"Lo gila yah, nggak ada, empat ratus ribu pokoknya"
"Tujuh ratus ribu untuk berapa kali yang udah banyaknya nahan pengendara disini, kayaknya lumayan sebandinglah" ucap Yudha santai.
Weni tidak bisa berkilah, memang benar, dan lagipun ia teringat lagi akan sebuah nazar yang sempat keluar dari mulut rombengnya tadi.
"Ya udah tujuh ratus ribu, dasar rampok" ucap Weni kesal sambil mengambil uang tunai dari dompetnya lalu ia berikan pada Yudha.
"Sering-sering nyusain orang yaaa" ucap Yudha lalu berlalu pergi sambil sesekali mencium uang tunai itu dihadapan Weni, sebelum kemudian benar-benar berlalu.
"Dasar cowok gila" umpat Weni.
Flashback off.
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
__ADS_1
Happy reading !!!
Sssttttt, dan satu lagi, izinkan author halu ini promo novel baru, klik di profil author aja atau bisa langsung search di pencarian, judulnya Dia yang Berasal dari Langit. Ditunggu kedatangannya ya readers, jangan lupa juga bawa dukungan !!!