Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Makan Malam.


__ADS_3

"Selamat datang Tuan Jason!" ucap salah satu pelayan membukakan pintu.


Jason, Shirleen, Roy dan Shakira sudah sampai di rumah yang katanya Rumah Tuan Gilbert, padahal menurut info yang diselidiki Darwin, rumah ini hanya rumah sewaan, Tuan Bayu Lesmana sengaja menyewa rumah ini hanya untuk Tuan Gilbert bisa menjamu makan malam dirinya.


Roy mengangguk, dirinya mempersilahkan Tuan Muda dan Nona Mudanya duluan, dirinya dan Shakira akan mengekor di belakang.


"Selamat datang Nak!" sapa Tuan Gilbert, pria paruh baya itu tampak heran akan kehadiran dua orang lagi selain Jason dan istrinya.


Dia tau orang itu adalah Roy, karena ia mengenalnya sebagai asisten pribadi Jason, dan mungkinkah yang bersamanya itu adalah istri Roy, mengapa juga ikut, dan lagi pun dirinya perasaan tidak mengundang Roy, bisa kacau rencana yang sudah dirinya buat matang-matang.


Jason mengangguk, pemuda minim ekspresi itu memang selalu begitu, apa lagi dirinya memang begitu membenci pria perut buncit di hadapannya ini.


"Silahkan silahkan..." ujar Tuan Gilbert mempersilahkan.


"Ana, tolong kau siapkan semuanya." menyuruh salah satu pelayan sembari mengedipkan matanya genit menggoda.


Shirleen jadi tidak enak hati, kini dirinya bisa merasakan bahwa pria paruh baya rekan bisinis suaminya ini mata keranjang.


"Maaf ya, hanya ini yang bisa saya sediakan, saya sudah menunggu kalian dari tadi, ayo dinikmati." ucap Tuan Gilbert, ia yang banyak bicara sedang keempat orang itu bekum mengeluarkan sepatah kata pun sedari tadi.


"Siapa nama istrimu?" tanya Tuan Gilbert.


"Shirleen! Dan perkenalkan juga ini asistenku Roy dan itu istrinya Shakira." jawab Jason.


"Oh, ya ya, cantik-cantik sekali yah istri kalian." ungkap Tuan Gilbert seraya menatap Shirleen tanpa jeda.


Ingin sekali rasanya Jason menghantam wajah tidak tau malunya itu, atau mencolok matanya yang telah dengan seenaknya memandang Shirleen.


"Santai saja Nak Jason, saya hanya bercanda, dari pada kita semua dilanda kecanggungan, maafkan saya sebelumnya saya memang seperti ini orangnya, terlalu bahagia yah seperti ini." jelas Tuan Gilbert lagi.


"Silahkan kita mulai, ayo makan, sambil bicara bisnis ataupun sekedar bertukar lelucon, kita nikmati makan malam ini."


Jason mengangguk, dirinya mempersilahkan Roy untuk makan juga, kemudian para istri mengikuti.


Saat makan dan sedikit diselingi tawa renyah Tuan Gilbert dan Shirleen yang sekali-sekali menampilkan senyum, Tuan Gilbert tidak hentinya melirik ke arah Shirleen.

__ADS_1


Membuat hati Jason menyeruak panas, namun sejauh ini tidak ada yang di lakukan pria tua di hadapannya ini, Jason terus saja mengamati, awas saja jika berani macam-macam.


Shirleen hanya menanggapi seadanya, pembawaannya yang ramah dan mudah tersenyum membuatnya sulit mengendalikan diri, dirinya tidak bisa jika harus mengikuti sikap dingin ke tiga manusia yang datang bersamanya ini.


Makan malam sudah selesai, kini mereka tengah melanjutkan berbincang santai, pelayan mengantarkan dua botol besar wine untuk Tuan mereka menjamu tamu.


Menuangkan tiga gelas wine dan juga ternyata telah tersedia minuman hamil dengan kualitas bagus yang tentunya pasti akan di berikan untuk Shirleen.


"Minumlah!" ucap Tuan Gilbert mempersilahkan, "Nah untuk ibu hamil kami juga sudah mempersiapkan segalanya, silahkan diminum juga." Tuan Gilbert tersenyum ramah pada Shirleen.


Shirleen nampak cemberut kala mengetahui minumnya dibedakan, lagi pula mengapa harus minuman hamil sih, dirinya sudah muak meminum itu setiap hari meski di ganti dengan rasa apapun dan merk apapun, karena merk yang tersedia kini pun adalah minumannya sehari-hari.


"Jangan diminum." bisik Jason sangat pelan.


"Aku tidak nyaman By, kita harus menghargainya." jawab Shirleen juga berbisik.


Dirinya juga tidak mau meminum itu, namun untuk menghargai kolega bisnis suaminya sepertinya minum sedikit tidak apa.


"Pokoknya jangan diminum." tegas Jason masih berbisik. Matanya mengisyaratkan permohonan. Meski dirinya tidak tau apa yang telah di suguhkan dibalik minuman hamil tersebut, namun Jason tidak mau mengambil resiko.


Tuan Gilbert sedikit curiga, Shirleen menjadi tidak enak hati, dirinya yang tidak pernah berprasangka buruk pada orang lain tentu saja menganggap Tuan Gilbert sudah melakukan penjamuan tamu dengan baik.


Gelas itu sudah sangat dekat dengan mulutnya kala sebuah suara menghentikannya. "Nona tunggu!" Shirleen menjeda, meletakkan kembali gelasnya di meja. Menatap heran Shakira yang sudah mau menyapa dirinya lebih dulu.


"Ya!" sahut Shirleen.


Jason hendak mengusap dadanya, namun dirinya tidak mau sampai menyukut kecurigaan, Roy pun sama.


Dengan cepat Jason yang berada di samping istrinya itu seolah bangkit dan dengan sengaja tangannya menyenggol gelas berisikan minuman hamil tersebut, hingga gelas itu jatuh di lantai dan tumpah berhamburan.


Prang...


"Ah maaf Tuan!" kali ini Roy yang bicara, dirinya juga lega karena minuman itu tidak jadi di minum istri Tuan Mudanya.


Wajah Tuan Gilbert berubah masam, Jason, Roy dan Shakira bisa melihat dan merasakan itu, hanya Shirleen saja yang tidak, mungkin karena dirinya sedang membersihkan tumpahan minuman hamil tadi di gaunnya, ternyata minuman hamil itu tumpah mengenai gaunnya hingga dirinya merasa tidak nyaman.

__ADS_1


"Maaf, dimana toiletnya?" tanya Shirleen.


"Mari saya antar Nona!" ucap salah satu pelayan wanita yang berada tidak jauh dari meja makan itu.


Shirleen mengangguk, dirinya melangkah mengikuti.


"Nona, saya ikut, saya mau ke toilet juga!" ucap Shakira.


Kedua kalinya Shirleen terkejut, ada apa dengan Shakira, mengapa sepertinya wanita itu sudah berlebihan dalam mengolah kata, tidak pernah melihat Shakira seramah ini, namun Shirleen sungguh senang akan perubahan itu.


Berarti Roy telah berhasil mengubah wanita irit bicara ini pikir Shirleen.


Shirleen mengangguk dan mempersilahkan Shakira ikut dengannya.


Jason memejamkan matanya lega, kini Shirleen dirinya percayakan pada Shakira, kalau saja bukan mengingat rencananya yang harus menahan kondisi supaya baik-baik saja, tidak menyulut kecurigaan, untuk bisa lebih mudah menuntaskan lawan, Jason sudah memaki bahkan mungkin sudah menghabisi pria bangka di hadapannya ini.


Kini sebenarnya dirinya sudah dua langkah lebih dulu dari pada pihak lawan yang merasa kalau rencana mereka berhasil tanpa diketahui oleh Jason. Padahal bahkan kartu AS mereka sudah berada dalam genggaman Jason.


Dalam rekaman itu jelas terdengar hal yang membuat Jason murka, dan percayalah dirinya saat ini sedang menahannya.


Hancurkan istrinya, itulah kelemahannya.


Istrinya adalah kelemahan terbesar Jason, jika ingin membuatnya tunduk, maka kita harus membuat istrinya terpuruk, bahkan kalau bisa bunuh janin mereka.


Jason pasti akan gila jika rencana kita berhasil, istrinya, anaknya, hahahahaha...


Tangan Jason mengepal, itulah sebabnya dirinya tidak bisa membiarkan Shirleen minum atau makan sesuatu yang berbeda darinya.


Dan susu minuman hamil tadi sudah pasti ada apa-apanya, tidak mungkin harus seperhatian itu dengan istrinya, dengan sengaja menyediakan minuman terkhusus untuk Shirleen. Jason tidak bisa menjamin itu.


Bersambung...


*


*

__ADS_1


*


Like, koment, and Vote !!!


__ADS_2