
Ibu Athar saat ini sedang termenung, makanan yang disiapkan pembantunya tidak disentuh begitu saja, ia tidak memiliki selera lagi untuk makan. Ia lebih banyak berdiam diri semenjak pagi tadi ia pulang kerumah.
Pikirannya begitu kacau tentang apa yang telah menimpanya saat ini. Ia tidak menduga perbuatannya yang begitu tidak menyukai Shirleen akan terbalaskan seperti ini. Setelah akan berpisah dengan Athar anaknya, Shirleen sudah digilai oleh lelaki muda yang tampan, bahkan lelaki muda itu rela berbuat seperti ini padanya atau mungkin pada siapapun yang berani mengusik hidup Shirleen.
Ia tidak menyangka lelaki yang menunggu jandanya Shirleen adalah pewaris keluarga yang sangat berpengaruh dinegara ini, dan sayangnya ia harus berurusan dengan orang sekejam itu akibat ulahnya sendiri.
Ia bagai hidup tapi mati sekarang, apa yang dikatakan orang suruhan Jason sesaat sebelum melepaskannya begitu terngiang ditelinganya.
Flashback.
"Bwhaahahaha, mungkin sejenisnya" Jason tersenyum sangat puas, ia telah memenangkan permainannya.
"Tolong, aku tidak akan lagi mengganggu Shirleen, aku tidak ingin mati" Ibu Athar kembali memohon karena hanya itulah yang bisa ia lakukan sekarang. Namun sayangnya Jason bukanlah orang yang baik, tanpa memikirkan kesehatan jantung orang tua didepannya ini ia terus saja bermain-main.
Namun Jason tidak menanggapinya, iapun berlalu dan ingin keluar dari ruangan itu.
"Urus dia" ucap Jason kepada Roy. Lalu Jason pun pergi.
__ADS_1
Kini Roy hanya bisa menghela nafas, ia yang masih memiliki hati harus membuang rasa kasihannya sesama manusia.
Roy mulai mendekati tawanan tuan mudanya itu, sikapnya sudah berubah dingin mengikuti tuan mudanya. Ia harus melakukan itu.
"Dengarkan saya baik-baik wanita tua, Tuan Muda Jason tidak memberi anda racun karena Ia belum puas menyiksa anda dan melihat anda hilang dari dunia ini begitu saja, sementara wanitanya masih sangat tersiksa sekarang, Ia hanya memberi anda obat yang dicampur dengan air putih tadi, yah semacam obat untuk anda bersenang senang" Jelas Roy.
"Maksudmu ?" Ibunya Athar belum bisa mengerti sampai dengan obat untuk bersenang-senang, apa maksud si bocah itu memberikannya obat untuk bersenang-senang pikirnya.
"Didalam air putih tadi terdapat obat yang sudah disistem tersambung dengan pikiran anda, maka jika anda mengganggu Nona Shirleen maka dengan otomatis obat itu akan bekerja, itu akan membuat anda berhalusinasi, merasa bersalah dan menjadi gila, saya bukan ingin menakuti anda namun Tuan Muda Jason tidak pernah main-main dalam melumpuhkan rivalnya, termasuk apa yang Tuan Muda Jason lakukan pada anda" lanjut Roy.
"Ingatlah baik-baik apa yang saya katakan ini, jika anda tidak percaya silahkan anda buktikan sendiri, tapi anda harus siap menanggung resikonya"
"Dan ingat, jangan pernah menyinggung apa yang terjadi disini pada siapapun, atau ucapkan selamat tinggal dengan hidup normal anda" Roy mulai berlalu, dan mendekati para pengawal keluarga Adrian.
"Kalian urus dia" perintah Roy dan kemudian berlalu pergi.
"Baik Pak Roy" Para pengawal pun mulai melaksanakan tugasnya, mengantarkan Ibunya Athar kembali kerumahnya.
__ADS_1
Flashback off
Kini Ibunya Athar masih merasakan begitu takut akan apa yang terjadi pada dirinya, bagaimana mungkin ia bisa membiarkan hidup Shirleen tenang, sementara kebencian telah mendarah daging padanya, namun ia masih sangat takut dengan apa yang dikatakan asisten pribadi bocah itu.
Ia sangat lama berdiam diri, hidup segan mati tak mau, begitulah kondisinya.
Bersambung...
*
*
*
Hallo readers, tinggalkan jejaknya like, koment, dan vote yah...
Salam manis !!!
__ADS_1