Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Langkah pertama Jason


__ADS_3

Jason melajukan motornya menuju salah satu perusahaan Adrian group yang dipimpin olehnya, hari ini ia akan ada pertemuan dengan kolega bisnis di kantornya pukul 16:00 nanti.


Kini ia sudah sampai di kantornya, para karyawan dikantornya tidak heran lagi dengan kedatangannya secara tiba-tiba dan masih memakai seragam putih abu-abu itu, nanti Jason pasti akan mengganti pakaiannya diruangannya nanti.


Setelah masuk keruangannya, Jason langsung menuju ruangan kecil seperti kamar diruangannya, disana terdapat tempat tidur king size untuknya beristirahat bila ia di kantor, lemari pakaian yang penuh dengan pakaian formal, Jason memang sengaja menyuruh Roy menyiapkan segala keperluannya di kantor, karena ia biasanya pulang sekolah langsung menuju kantor tanpa pulang terlebih dahulu kerumah.


Kini ia sudah terlihat rapi dengan setelan formal, setelah tadi ia mandi dan berganti pakaian, jas yang melekat di tubuhnya menambah kesan pemimpin yang berwibawa, tidak akan ada yang menyangka bahwa Jason masih anak SMA kelas XI.


Ia menuju kursi kebesarannya, dan mulai menghubungi Roy si asisten pribadinya yang menurutnya serbaguna itu.


"Roy, cepatlah keruanganku sekarang..." Jason berkata tapi dengan nada memaksa.


Lima menit berlalu, Roy pun mengetuk pintu ruangan atasan yang kadang suka nggak ada akhlak itu.


Tok tok


"Masuk" Jason menyahut dari dalam ruangan.

__ADS_1


"Siang Tuan Muda" Roy menyapa tuannya itu dengan sambil membungkukkan diri.


"Hemm" singkat Jason. Namun hanya Roy yang mengerti bahasa isyarat yang menyebalkan ini.


"Nanti pukul 16:00 kita akan kedatangan tamu dari Wirawan Group, mereka akan membahas kerjasama pembangunan Mall XY di Bandung" Roy mulai menjelaskan


"Hemm" Jason menjawab sambil mengangguk.


"Saya sudah menyiapkan semuanya Tuan, berkas yang dibutuhkan hingga konsumsinya nanti" lanjut Roy


"Apa ada yang ingin Tuan tanyakan ?" Roy bertanya dengan hati-hati


Lalu Jason pun menyuruh Roy mendekat padanya, dan memperlihatkan ponselnya yang berisikan sebuah nomor tanpa nama.


"Selidiki ini" Perintah Jason.


"Baik Tuan" Roy menyalin nomor ponsel tidak dikenal itu ke ponselnya, ini memang tugas mudah baginya.

__ADS_1


"Secepatnya" Tiba-tiba Jason memberi perintah lagi namun matanya menyaratkan ancaman.


"Baik Tuan, secepatnya saya akan memberikan hasilnya, saya permisi Tuan" Roy berbalik badan dan keluar dari ruangan atasannya menuju ruangannya, ia berpapasan dengan Mery sekertaris Tuan Mudanya, yang kadang pekerjaannya sudah Roy ambil dan dapat sedikit bersantai, karena Tuan Mudanya itu lebih memilih Roy yang banyak keluar masuk ruangannya dari pada sekertarisnya. Mery menatapnya kasihan, karena semua orang dikantor ini tau, walaupun mempunyai kharisma yang begitu mempesona, namun sifat dingin Jason yang sudah menjadi-jadi membuat siapapun enggan dihadapkan pada bos dikantornya itu.


Roy hanya menanggapinya dengan senyum terpaksa, ia sudah cukup lelah karena jika Jason masih di jam sekolah, ialah yang akan menghandel perusahaan ini, namun gaji yang fantastis selalu berhasil membuatnya sabar atas perlakuan atasan sialannya itu.


Roy mulai mengerjakan apa yang diperintahkan Tuannya tadi, ia menyerengit bingung dengan informasi yang didapatnya lagi, belakangan ini Tuannya selalu menyuruhnya mencari data orang-orang yang tidak masuk akal menurutnya, untuk apa ibu rumah tangga berurusan dengan bosnya itu. Didata kali ini tertulis, pemilik nomor tidak dikenal itu adalah "Riana Amanila", bertempat tinggal di Bandung, berumur 26 tahun, status di KTPnya lajang, namun informasi pribadi menyebutkan wanita itu sudah menikah tiga bulan lalu secara sirih dengan Athar Adjiandanu.


Sejenak Roy berfikir seperti pernah melihat nama suami dari Riana ini, tapi ia lupa kapan ia pernah melihatnya. Ia mencoba terus mengingat dimana ia melihat nama itu. Dan betapa terkejutnya ia saat tersadar, Athar Adjiandanu jugalah suami dari wanita yang pernah diminta Tuan Mudanya untuk ia selidiki beberapa hari yang lalu.


Berarti segalanya ini bersangkutan, ia segera menyalin informasi yang didapatnya itu, lalu diprint olehnya menjadi beberapa lembar kertas yang akan ia bawa ke ruangan atasannya.


Ia mulai curiga dan waspada dan khawatir kalau telah terjadi sesuatu dengan atasannya itu, walaupun menyebalkan namun Roy sangat menyayangi Jason seperti adiknya sendiri. Namun sayangnya yang tengah dikhawatirkannya sedang sangat senang dan sangat berterimakasih kepada suami dari kedua wanita itu karena telah memberi jalan untuknya masuk kedalam jalan percintaan salah satu istrinya.


Ini adalah langkah pertama yang dilakukan Jason untuk misinya merebut Shirleen.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2