
Dengan bibir yang masih bertaut, Jason pelan membuka sleting dress istrinya yang berada di belakang, dengan lancar dirinya melepas apa yang menutupi tubuh istrinya itu lalu membuangnya sembarang.
Kemudian melepas bra Shirleen, lalu...
"Slash..."
Jason menyiramkan satu gelas penuh wine pada tubuh Shirleen, Shirleen terperangah mengapa dirinya harus mandi dengan wine malam-malam begini.
"Prang..." gelas itu berhamburan setelah dibuang Jason sembarang.
Shirleen tidak perduli karena dirinya tidak fokus. Sementara Jason, bodo amat itu bukan urusannya.
Yang dirinya urusi hanyalah lekuk tubuh istrinya, karena adanya pribahasa isi celana memang benar itu-itu saja jadi intinya mari kita bercinta menuntaskan apa yang tengah meronta-ronta dibalik celana. Percayalah Jason sangat mengagumi tubuh Shirleen yang tengah membawa kedua anaknya itu di perut buncitnya.
"By..." ucap Shirleen gugup saat suaminya mendekat, ada apa dengannya pikir Shirleen.
"Kau ingin mencobanya? Aku hanya ingin merasainya." ucap Jason.
Mata Shirleen terpejam kala menikmati sentuhan Jason, dirinya tidak kuasa menolak, sungguh kelakuan Jason kali ini membuatnya sangat menikmati sesi pemanasan bercinta mereka. "Aahh By!" des*h Shirleen.
Jason melancarkan aksinya kala mendengar des*han Shirleen, otaknya yang sudah terkontaminasi film esek-esek yang dirinya tonton tadi sore membuatnya semakin bersemangat.
Lidahnya dengan lihai menyapu setiap tubuh Shirleen yang terkena tumpahan wine, terutama di bagian leher dan da*a, bagian itu memang sengaja dirinya siram tepat dibagian situ.
Adrenalin Shirleen berpacu, menikmati setiap jila*n yang dilakukan suaminya, dirinya tidak bisa memikirkan bagaimana suaminya mendapatkan ide bercinta seperti malam ini. Ingin menolak namun tak kuasa, Shirleen bahkan sudah mende*ah berapa kali sebagai tanda dirinya juga menikmati.
"Kau manis sekali By!" Jason mengecap rasa dari wine yang dirinya tumpahkan tadi, kemudian kembali melanjutkan aksinya.
"Aahh" des*ah Shirleen lolos lagi.
Lidah Jason semakin mendekati belahan bukit kembar Shirleen, terus merasai tumpahan wine yang mengalir bak sungai, menyapu bersih hingga sampailah pada puncak bukit, dirinya bermain-main pada sumber makanan Jacob itu, ada sedikit tumpahan wine juga yang harus dirinya sapu bersih di situ.
"Aaahh!" rasa macam apakah ini, sungguh gila, apa lagi sekarang dilihat Shirleen, Jason sudah menyesap sumber makanan Jacob yang juga menjadi favorit suaminya itu.
"By, mohon pelan, aku sedikit sakit!" ucap Shirleen.
Sedikit sakit, banyaknya nikmat! Begitu maksudnya By, tapi aku beneran sakit karena Jacob beberapa hari ini sedang melatih beberapa giginya yang baru muncul, Abang membuat lecet di bagian putingku, jadi mohon pelan supaya aku bisa menikmatinya.
Shirleen membatin dalam hati, harus dirinya akui bahwa sebenarnya dia menikmati.
Namun Jason tidak perduli, dirinya nampak rakus menikmati ranumnya puncak bukit tersebut.
__ADS_1
"Aah, By... ini... Ahh!" de*ah Shirleen.
"Yes Baby!" sahut Jason.
Dirinya selalu bisa berbangga hati, menikmati wajah Shirleen yang blingsatan di bawah kungkungannya.
Setelah puas bermain-main di puncak bukit kembar serta melatih keelastisan tangannya dalam menggenggam bukit kembar itu, lidah Jason harus beralih lagi ke bawah, mengikuti arus sungai yang ternyata turun dan mungkin saja akan berakhir di segitiga bermuda.
Shirleen tak hentinya mende*ah, dirinya mengutuk mulutnya yang tidak bisa menahan suara-suara laknat itu.
Semua terlontar begitu saja, bahkan Shirleen sulit mengondisikan otaknya yang sudah terkontaminasi oleh pikiran mesum suaminya. tubuhnya bahkan kadang bereaksi lebih cepat dari otaknya, dirinya benar-benar terbuai.
"By, Aahh!"
Lagi dan lagi, Jason harus tersenyum atas pencapaiannya.
"By..." erang Shirleen saat lidah Jason sudah mendarat di kerang tiramnya, lidah itu sudah mengalahkan segitiga bermuda yang sempat menjadi pertahanannya tadi.
"Nikmati saja By!" sahut Jason disela-sela aktivitasnya.
"Ini enak!" spontan Shirleen, sungguh sebenarnya dirinya tidak sadar berucap demikian.
"Hemm, akhirnya kau mengakuinya kan!" ucap Jason bangga.
"Hemmm..." Jason memainkan kerang tiram Shirleen, memberikan sentuhan-sentuhan yang semakin membuat Shirleen melayang.
"By, cepat..." ucap Shirleen tiba-tiba.
"Hemm, nikmati saja By!"
"No, aku akan keluar!"
"Keluarkan saja!"
"By..." Shirleen sudah tidak tahan, gaya bercinta Jason kali ini benar-benar membuatnya kalah, dirinya bahkan sudah menyerah padahal si perkasa kebanggaan suaminya belum ia temui.
Jason memperlihatkan si perkasa kebanggaannya yang sudah menegang, yah Jeki namanya, yang telah ia rawat sepenuh hati hingga tidak perlu diragukan lagi ukurannya.
Shirleen meneguk salivanya, bagian intinya sudah berdenyut.
"Mainkan dia sebentar!" titah Jason.
__ADS_1
Shirleen menurut, dirinya memulai aksinya, mengul*m sesuatu yang sebenarnya tidak pas dengan ukuran mulutnya itu.
"Uhukk" selalu saja berakhir seperti ini, nikmat namun sayangnya harus membuat dirinya sedikit tersiksa.
"Again!" titah Jason kembali.
Shirleen hanya bisa menurut, dirinya akan membahagiakan Jason semampunya, tidak akan ia biarkan Jason kecewa untuk moment seperti ini.
"Hemm, yes Baby!" Jason nampak sangat menikmati, luar biasa meski sudah tampak sangat menginginkan namun Shirleen masih tetap mencoba mengimbangi permainannya, padahal tadinya jika Shirleen menolak pun dirinya tidak akan memaksa.
"Ah, terus By!" racau Jason.
Nyatanya bayang-bayang kegagalan rumah tangga masih saja menghantui Shirleen, hingga dirinya rela meski harus melakukan apapun untuk servicenya pada sang suami, dirinya tidak ingin membuat Jason kecewa, dirinya takut Jason akan menilai dirinya sebagai seorang istri yang bagaimana, dirinya tidak kuasa saat kepuasan ranjang dipertanyakan dalam sebuah hubungan suami dan istri, sungguh Shirleen tidak mau terjadi kegagalan dalam pernikahan lagi.
Apa lagi dirinya sangat menyayangi Jason, dirinya tidak akan kuat jika harus berpisah dari Jason, karena saat bersama Jason dirinya benar-benar merasa di cintai, tau akan bagaimana arti mencintai dan dicintai sesungguhnya, selama ini Jason selalu mendengarkan apa maunya, tidak langsung serta merta menyalahkannya jika dirinya terbukti bersalah, apa lagi keluarga Jason yang begitu menyayanginya, sangat baik padanya. Dirinya tidak akan sanggup kehilangan semua itu.
Bukannya Shirleen mau membandingkan bagaimana keluarga Athar dan Athar memperlakukannya dulu, tapi walau tanpa dibandingkan saja jelas saja berbeda karena saat bersama Athar dulu dirinya tidak pernah merasakan bebas dan bahagia sebahagia saat dirinya bersama Jason saat ini.
Jason mengambil alih tubuh Shirleen, diarahkannya Shirleen pada posisi membelakanginya, Jason meraba perut buncit Shirleen dan mengecup lagi bibir itu mesra.
"Jleb!" dalam satu kali hentakan, Jeki berhasil memasuki rumahnya, dirinya bermain maju mundur cantik dengan riang gembira.
"Awh, ahhh!"
"Baby!"
"Jasoooonnn..." erang Shirleen.
"Yes Baby!"
Jason mempercepat ritme permainannya, mengingat istrinya yang juga nampak tidak bisa menahan lebih lama, Jason memutuskan untuk menyudahi permainannya. Jason mempercepat ritme maju mundur Jekinya, bang Jek rasanya mulai berdenyut karena meronta-ronta ingin mengeluarkan muntahannya, dan...
"Aarrghhh..." keduanya mengerang bersamaan, Shirleen merasakan hangat memenuhi bagian dalam area intinya, kali ini Jeki begitu banyak menyemburkan laharnya.
Bersambung...
*
*
*
__ADS_1
Like, koment, and Vote !!!