Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Dorrr.


__ADS_3

Setelah mengantarkan Fahira ke sebuah Panti Asuhan dan mendengarkan penjelasan tentang aturan dan segala ketentuan untuk disepakati, maka Fahira resmi menjadi salah satu anak yang akan tinggal di Panti Asuhan tersebut.


Kini Athar kembali mengantarkan Sri ketempat agen penyedia jasa asisten rumah tangga, tempat dimana harusnya Sri kembali.


Dalam perjalanan Sri terus saja menahan sesak didadanya, bayi mungil itu tengah tertidur saat mereka tinggalkan tadi, entah bagaimana nanti jadinya jika ia tidak lagi bersama Fahira, akankah Fahira merasa kehilangan seperti yang ia rasakan saat ini.


Jangan nangis sayangnya ibu, kamu harus kuat nak...


Sri terus saja mengucapkan itu didalam hatinya, semoga saja bayinya tidak menangis saat bangun nanti, semoga saja Fahira baik-baik saja.


Setelah sampainya Athar mengantarkan Sri pada pemilik agen, ia disuruh menandatangani surat perjanjian pemutusan kontrak kerja, maka dengan begitu Sri resmi berhenti.


Segala urusan gaji ataupun biaya lain-lainnya sudah ia urus sebelumnya saat dibulan pertama ia mulai mempekerjakan Sri. Kini tinggallah urusan Sri kepada pemilik agen saja.


Sri masih berdiam diri, diruangan tempat tadi ia dipulangkan, pikirannya terus tertuju pada Fahira. Ia sungguh mengkhawatirkan bayi malang itu.


"Sri, kamu masih mau bekerja atau berhenti sampai disini ?" Tanya Bu Yulia, pemilik agen tempatnya bekerja.


"Saya berhenti saja Bu ?" jawab Sri, ia akan mencari pekerjaan lain, jika ia masih bekerja lewat jasa agen ini ia tidak akan bisa mengadopsi dan mengurus Fahira.


"Kamu tau konsekuensinya jika kamu berhenti saat kontrak belum sampai setahun ?" tanya Bu Yulia lagi, sebenarnya ia sangat menyayangkan jika Sri benar-benar berhenti karena Sri termasuk anak yang rajin, pasti banyak yang ingin mengontrak kerja gadis itu pikirnya.


"Tau Bu, saya akan membayarnya" jawab Sri mantap.


"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu, nanti akan Ibu hitung dulu berapa gaji yang akan kamu dapatkan"


Agen penyedia jasa asisten rumah tangga tempat Sri bekerja memang membayar pegawai kontraknya dihitung pertahun untuk satu tahun pertama, setelah tahun kedua gaji mereka barulah akan dibayar perbulan, karena jika mereka berhenti atau diberhentikan dengan kontrak yang belum sampai satu tahun mereka akan membayar uang ganti rugi kontrak, tidak banyak hanya sekitar dua ratus ribu rupiah perbulan.


"Kamu ternyata baru bekerja tiga bulan Sri padahal perasaan Ibu sudah lama kamu kerjanya, ini gajimu sembilan juta rupiah, dan ini ada sedikit uang dari Pak Athar katanya buat kamu dia juga ingin saya menyampaikan pesannya, katanya terimakasih sudah merawat Fahira dengan baik, nah selanjutnya berarti kamu harus bayar enam ratus ribu rupiah pada kami karena itu sudah perjanjian saat kamu mulai dikontrak" ucap Bu Yulia menjelaskan.

__ADS_1


"Iya bu" lalu Sri mengambil uang enam ratus ribu dari uang yang baru saja disuguhkan Bu Yulia tadi, ia juga mengambil amplop yang berisikan uang dari bekas majikannya itu.


Seharusnya Pak Athar tidak usah memberiku uang, ia kan juga sedang membutuhkan uang bahkan kemarin saja ia baru saja dipecat.


Berhubung uang ini dari Pak Athar, sepertinya akan kubelikan susu saja untuk Fahira, semoga berkah.


Sri sangat yakin sebenarnya mantan majikannya itu adalah orang baik, hanya saja naf*u dunia kadang memang menyesatkan dan mantan majikannya itu adalah salah satu korban yang terjerat.


Ia cukup mengerti, tidak mudah menanggung beban hidup seperti mantan majikannya itu.


"Saya permisi Bu, terimakasih sudah membantu saya, Ibu adalah orang baik" ucap Sri kemudian menyalami Bu Yulia berpamitan.


Kini ia harus memulai hidupnya dikota besar penuh persaingan ini, ia teringat lagi akan Fahira, bayi malang itu benar-benar sudah memenuhi kepalanya.


Sementara di tempat lain.


"Libur seharian ternyata sama sekali tidak mengasyikan ya By, kalian belum bisa diajak jalan-jalan, mana kamu belum bisa diajak gituan, enaknya ngapain ya By ?" tanya Jason yang sedari tadi mengganti teratur chanel tvnya karena tidak ada yang menarik.


"Boleh, ayo..."


Keluarga bahagia itupun menuju dapur untuk membuat kue, Shirleen heran karena nampaknya Jason melupakan sesuatu penting dalam hidupnya.


Jason sesekali membantu istrinya itu, yah hanya sesekali karena ia sejujurnya lebih banyak mengganggu, tepung dimana-mana, kepingan serutan coklat dan keju yang berhamburan, alat masak yang tidak lagi teratur letaknya, membuat dapur mereka sungguh berantakan.


Namun Shirleen tidak apa, moment seperti inilah yang selalu membuatnya bahagia.


Jason asyik berfoto-foto dengan pose beragam berdua dengan sang istri, berbagai ekspresi dari konyol hingga romantis, ada juga Jacob yang dibuatkan kumis coklat oleh Jason, benar-benar keluarga yang bahagia.


"By, coba deh kamu bersihin itu muka kamu dulu, ini bentar lagi selesai kok" ucap shirleen menyuruh suaminya itu pergi dari hadapannya.

__ADS_1


"Yaa nggak papa gini aja, kenapa ?"


"Bukan gitu, ayo bersihin dulu, nanti balik lagi kesini aku pengen foto kamu dengan pose sambil pegang kue ini nanti, kan bisa tuh siapa tau jadi model bisnis aku" ucap Shirleen dengan tampang penuh keyakinan, membuat Jason akhirnya menurut.


dua puluh menit kemudian Jason pun sudah kembali kedapur, namun dilihatnya dapur tampak sepi, bekas ia dan Shirleen bereksperimen tadi pun juga sudah bersih, tapi kemana Shirleen dan Jacob.


"By..." panggil Jason.


"By..."


Dorrr, sebuah balon besar tiba-tiba pecah tepat diatasnya, balon yang berisikan taburan kertas-kertas kecil berbentuk hati dan berwarna warni kini mulai menghujaninya. Membuat Jason terperangah tidak percaya.


"Selamat ulang tahun Papa..." ucap Shirleen dan Misca bersamaan.


Shirleen yang mendorong Jacob di kereta dorong serta Misca yang tampak hati-hati membawa kue buatannya dan Shirleen tadi, kue itu nampaknya sudah dihias dengan sederhana bertuliskan "We Love Papa Ganteng"


"Selamat ulang tahun Papa..." ucap Shirleen lagi, saat sudah berada didekatnya.


Yaaa Jason bahkan lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.


Jason yang masih dilanda keharuan dikejutkan lagi oleh banyaknya orang yang berdatangan, ada Mama, Papa, serta kedua mertuanya, ada juga Roy dan Shakira, dan yang paling gila ada juga ketiga curut minim akhlak turut hadir dirumah barunya.


Apa ini sudah direncanakan ?


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...

__ADS_1


Happy reading !!!


Sssttttt, dan satu lagi, izinkan author halu ini promo novel baru, klik di profil author aja atau bisa langsung search di pencarian, judulnya Dia yang Berasal dari Langit. Ditunggu kedatangannya ya readers, jangan lupa juga bawa dukungan !!!


__ADS_2