Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Drama Jason.


__ADS_3

"Tok tok tok..."


Pintu di ketuk, namun Jason tidak perduli, ini rumah sakit miliknya, bodo amat jika orang harus menungguinya di luar sana.


"By, ada orang." ucap Shirleen, ia memegang tangan Jason supaya menghentikan kegiatan panas mereka.


"Aku nggak peduli tuh." jawab Jason santai cuek saja.


Jason melepaskan lembut tangan Shirleen yang menahan tangannya, ia kembali membuka penghalang untuk memerdekakan si perkasanya itu.


Hingga terpampanglah sesuatu yang tegak menantang miliknya itu, Jeki nampak perkasa luar biasa, tegang, sudah siap mencari pasangannya.


Jason melucuti pakaian bagian bawah Shirleen, ia mengarahkan miliknya pada gua kenikmatan, apa lagi kalau bukan sarangnya Jeki.


Jeki nampak girang setelah beberapa hari tidak bertemu rumahnya, jleb, sukses pemirsah kini si Jeki melenggang masuk dengan gaya.


"Aahhh." des*h Shirleen.


Nikmat, ternyata beberapa hari cuti melakukannya membuat dirinya tampak bersemangat.


"I love you Baby!" ucap Jason.


"I love you to By!" balas Shirleen.


"Aahh, By!"


Jason sudah akan menuju puncak, ia mengecup singkat kening istrinya, dan berbisik bahwa dirinya akan mulai, Shirleen mengerti ia mengangguk patuh karena dirinya juga sudah mau sampai.


Jason mempercepat ritmenya, Shirleen sudah blingsatan, "Aaarrrggghhh." erang keduanya bersamaan.


Beruntung ruang rawat Shirleen yang sudah seperti ruang pribadi itu memiliki peredam suara, karena nyatanya Jason sudah mewanti-wanti untuk hal yang diinginkan.

__ADS_1


"Aarrgggghhh." erang Jason, kini Jekinya sudah bekerja dengan baik dan benar menyemburkan lahar bawaannya yang akan memenuhi rahim Shirleen.


Jason mencabut miliknya sebelum kemudian tumbang di samping istrinya.


Ia mengecup pipi Shirleen, tak lupa menghujani Shirleen dengan kata cinta, ia sungguh bersyukur memiliki Shirleen, Shirleen tidak pernah menolak ajakannya, meski juga sering melayangkan protes tapi tetap saja pada akhirnya Shirleen akan menyetujui ajakannya.


Shirleen juga menatap suaminya lekat, hal yang paling membahagiakan baginya adalah melihat Jason bahagia, jika mungkin dengan menuruti permintaan suaminya akan membuat suaminya bahagia, sebisa mungkin akan ia lakukan.


Dulu saat bersama Athar, ia tidak bisa menemukan alasan mengapa Athar bisa berpaling darinya dan memilih wanita lain, satu-satunya alasan yang bisa ia simpulkan hanyalah mungkinkah servicenya kurang memuaskan, dan untuk menghindari hal semacam itu terjadi lagi, maka ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi untuk ke dua kali nya pada Jason, ia akan menjaga suaminya itu dengan pelayanan terbaiknya. Ia akan patuh apapun kehendak Jason.


"Tok tok tok..."


Pintu lagi-lagi diketuk, entah siapa di luar sana yang akan bertamu, Jason masih malas, tubuhnya juga masih setengah bulat, Shirleen pun sama.


"By, ada orang dari tadi ketuk-ketuk pintu mulu, kali aja Roy, atau siapa yang emang mungkin tengah cari kamu!" ucap Shirleen, dirinya mencoba bangkit, ingin menuju kamar mandi membersihkan badannya, yah keramas lagi pikirnya.


"Aku duluan By, aku cuma bentar, aku akan buka pintunya saat kamu di kamar mandi nanti." cegah Jason, ia menyuruh Shirleen berbaring kembali untuk menunggunya membersihkan diri sebentar saja.


Shirleen mengangguk, ia mengambil selimut, ada sedikit basah yang ia rasakan, pastilah bekasnya dan Jason bergulat tadi pikirnya, ia lalu bangkit memungut celana setelan Rumah Sakit yang ia kenakan tadi dilantai, mengenakannya lalu membawa selimut tadi ke keranjang laundry yang tersedia di dapur, kemudian sedikit merapikan seprei yang terlihat sudah kusut seribu itu.


Shirleen memasangkan selimut yang baru untuk menimbali seprei kusut tadi, lumayan rapi, yah setidaknya lebih baik begitu.


Jason tak lama keluar dari kamar mandi, ia memakai handuk saja yang dililitkan untuk menutupi bawahnya.


Ia menyuruh Shirleen untuk segera membersihkan diri, setelah ini mereka akan pulang ke rumah.


Sebelum berganti pakaian, dan memastikan Shirleen masuk ke kamar mandi, Jason terlebih dahulu melihat siapa yang datang mengetuk pintu tadi, ia akan memastikan kecurigaannya.


Dan benar saja, yang ditunggu ternyata sudah datang, Jason melihat hospital bed tempat mereka bergulat tadi nampak sudah sedikit rapi, Shirleen sudah merapikannya padahal tidak perlu, semakin kusut maka akan semakin bagus bagi Jason.


Jason kembali mengacak-acak seprei dan selimut yang telah di rapikan Shirleen itu, bahkan lebih berantakan dari sebelumnya, beberapa bantal sudah tercecer di lantai, kemudian ia mengenakan baju kaos polosnya, tetapi handuk bagian bawah masih tetap ia kenakan, sebagai tanda bahwa dirinya baru saja selesai mandi.

__ADS_1


Kini ia siap membuka pintu, memberi kejutan pada Athar yang dilihatnya masih setia menunggu dengan di dampingi seorang perawat wanita.


Ceklek, pintu dibuka.


"Ada apa?" tanya Jason dingin bak seseorang yang tidak mau diganggu.


"Maaf Tuan Muda, Tuan ini mengatakan ia akan menjenguk Nona Muda, saya hanya mengantar menunjukkan dimana ruangannya dan memastikan bahwa Tuan Muda mengenali Tuan ini." jelas si perawat.


"Ya saya mengenalnya, ya sudah kau boleh kembali bekerja." ucap Jason pada perawat wanita itu.


"Masuk Mas, maaf lama yaaa!" ucap Jason pada Athar, wajahnya menampilkan mimik penuh arti, tidak ada rasa tidak nyaman tercetak disitu meski Athar mencoba mencarinya, Jason memang tidak perduli sama sekali telah membiarkannya menunggu lama hampir satu jam.


"Tidak juga Tuan Muda." ucap Athar sembari kakinya melangkah masuk.


Ruangan yang sangat mewah dan megah jika hanya untuk ukuran ruang rawat inap, semuanya serba ada, sampai dapur pun ada, sultan memang bebas pikir Athar.


Matanya sedikit membulat kala melihat seprei yang sudah kusut berantakan, dadanya sedikit sesak membayangkan mungkin saja apa yang telah terjadi sehingga membuat ia harus menunggu lama di luar tadi.


"Astagah, maaf ya Mas, berantakan yaaa, belum sempat diberesin Mas." ucap Jason menekankan kata belum sempat diberesin, bertingkah sok panik seperti orang yang baru saja ketahuan.


Dan lancar sekali, sejurus kemudian langsung saja memungut bantal yang berserakan di lantai, menjauh dari Athar yang sedikit tercengang dengan ekspresi tidak percayanya, "Duuhh tidak nyaman sekali rasanya." gumam Jason sok mendrama, padahal dalam hatinya tersenyum menang.


"Silahkan duduk Mas, jangan diam saja." ucap Jason lagi, dengan cekatan ia mengambil beberapa minuman kaleng dari kulkas untuk di berikan pada Athar.


"Shirleennya lagi di kamar mandi Mas, mungkin sebentar lagi selesai." oceh Jason, ah dirinya nampak sudah sangat banyak bicara kali ini, entah kemana ia tanggalkan Jason yang dingin, demi memanasi Athar ia bahkan rela bersikap hangat. "Silahkan diminum Mas!" suruh Jason, ia meletakkan beberapa minuman kaleng dan juga cemilan di atas meja.


Athar mengangguk, sungguh demi apapun ia merasa tidak nyaman, apakah kehadirannya tidak tepat pikirnya.


"By, siapa yang datang?" tanya Shirleen yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Bersambung...

__ADS_1


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...


__ADS_2