
Athar cukup bingung, kenapa tidak ada satupun perusahaan yang mau menerimanya, sedang iklan di koran yang ia tandai terpampang masih membutuhkan sumber daya manusia, menurutnya ia termasuk bertalenta terlepas dari apa yang pernah ia lakukan, mungkinkah tindak korupsi yang ia lakukan telah menyebar luas mengingat ASA Group merupakan salah satu perusahaan ternama, hingga namanya sudah diwarningkan.
Tapi mengapa juga saat ia ingin bekerja serabutan dirinya juga sama ditolak, bahkan ia sudah melamar menjadi pekerja di salah satu bengkel, tetap saja tidak ada tanggapan, padahal jelas sekali di dinding bengkel itu tertulis sedang membutuhkan montir.
Hari ini ia kembali melamar pekerjaan di cafe, bukan manager atau sekelasnya lamaran yang ingin ia ajukan, ia hanya melamar sebagai waiters yang minimal pendidikan bisa SMA/sederajat, tetap saja ia tidak dapat apa-apa.
Segala jenis pekerjaan sudah ia lamar, namun belum juga bertemu jodoh, ia mulai putus asa.
Duduk di pinggir jalan dengan muka kusut, ia tidak bersemangat untuk melakukan apapun, letih seharian berkeliling namun dunia tidak berpihak juga padanya.
"Masih sisa dua puluh ribu" ucapnya sambil menatap isi dompetnya, tiga hari lalu ia mengisi tunai dompetnya kurang lebih tujuh ratus ribu,namun hari ini rupiah itu begitu cepat pergi dari dompetnya.
"Aku beli apaan sih, kok bisa tinggal segini ?"
Athar mulai menghitung terbang kemana saja uangnya lari, hingga masih tersisa rupiah berwarna hijau yang tinggal satu-satunya itu di dompet.
"Bensin, makan, bensin, makan, kebutuhan Fahira, kasih kak Riska buat belanja kebutuhan rumah dua ratus, lah emang bener aku yang ngabisin ternyata" Athar kecewa, dikiranya ada yang mencomot uangnya di dompet tanpa sepengetahuannya, tapi ternyata uang itu memang terpakai olehnya sendiri.
"Belum habis tiga hari udah tujuh ratus ribu, gimana kalo aku belum dapet kerja juga sampe sebulan ?" Athar bicara sendiri, mengusap mukanya kasar, ekonominya begitu suram, secepatnya ia harus mendapatkan pekerjaan jika tidak mau menjadi gelandangan.
Sedang jagat maya sedang diramaikan oleh postingan yang satu jam lalu diunggah oleh akun @Jason_Arad.
__ADS_1
Foto dirinya tengah bersandar di bahu seorang wanita, namun sayangnya wanita yang dicap misterius itu tidak bisa dikenali karena tidak menoleh ke arah kamera, dengan caption icon hati sebanyak tiga biji.
Adalah caption biasa saja yang sayangnya menurut netizen menjadi begitu uwu.
@****Sryansryan**** @Jason_Arad bang Jason kapan nih go public.
@Dheahaw @Jason_Arad Patah hati aing bang.
@Dita_Tiana Keknya bukan Selena @Selenasyifa deh menurut pengamatan gue, dari belakang gitu aja udah beda, tau ahh tungguin aja sampe go publik. @Jason_Arad.
@Windiapr @Jason_Arad Kok kayak dikamar yaahh, apa udah ngamar perasaan baru tunangan statusnya.
@Nyinyir_julidin @Jason_Arad wah iya itu emang dikamar, kok meresahkan ya Bund.
Begitu banyak komentar yang menanggapi postingan itu, pecah terbagi menjadi tiga kubu, pro untuk fans garis keras, kontra untuk netizen julidin dan ngiklan untuk para pejuang rupiah.
Jason tidak perduli, ia hanya ingin berbagi rasa bahagianya, menampilkan foto dirinya bersama sang istri meski wajah Shirleen masih ia rahasiakan.
Shirleen melihat postingan suaminya itu di instagram, ia terharu secara tidak langsung Jason mengakuinya, meski mereka sepakat untuk merahasiakan pernikahan mereka terlebih dahulu sebelum Jason lulus SMA.
Ia senyum sendiri mengingat betapa tampannya suami bocahnya itu, aah siapa sangka ia bisa jatuh cinta lagi.
__ADS_1
@ilensdj @Jason_Arad pacaran gak sehat ini keknya, belum sah udah ngamar ajah
Tulis Shirleen di kolom komentar, namun bukannya dapat tanggapan dari suaminya ia malah diserang oleh fans garis keras suaminya.
Mendapat serangan bertubi-tubi, bahkan akunnya diserang folowers tidak main-main,.membuat folowersnya bertambah pesat, mungkin karena akunnya ia privasikan jadinya para netizen ingin melihat dan mengenal ia lebih dekat, dasar ngarang padahal yang bener adalah ingin membullynya lebih dekat.
@SarifahDeh @ilensdj siapa sih Bund, komennya ngotak dikit dong wajar aja kali cuma di kamar doang, pikirannya yang positif please...
@DewiManjah @ilensdj gabut banget yaah ni orang, sakit hati bilang gak usah koment kek gitu juga kali.
@Diana_mitfah @ilensdj Belum tau dia kalo koment tentang laki gue ntu yang baik-baik kalo nggak mau tinggal nama.
@Jeniar @ilensdj aduuhhh akak cantik majalita, sayang banget wajahnya gak secantik hatinya, iri yah lu, iri bilang boss.
Shirleen menghela nafasnya, salah lagi padahal tadinya ia hanya ingin menyisipkan secuil komentar darinya, saat itu juga ingin sekali Shirleen membalas.
Aku istrinya kak shayy, gimana bisa aku iri ?
Besambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
Happy reading !!!