
What would I do without your smart mouth
Drawing me in, and you kicking me out
Got my head spinning, no kidding, I can't pin you down
What's going on in that beautiful mind
I'm on your magical mystery ride
And I'm so dizzy, don't know what hit me, but I'll be alright
My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind
‘Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
‘Cause I give you all, all of me
And you give me all, all of you
How many times do I have to tell you
Even when you're crying you're beautiful too
The world is beating you down, I'm around
through every move
You're my downfall, you're my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can't stop singing, it's ringing, I my head for you
My head's under water
But I'm breathing fine
__ADS_1
You're crazy and I'm out of my mind
‘Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
‘Cause I give you all of me
And you give me all, all of you
Cards on the table, we're both showing hearts
Risking it all, though it's hard
‘Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
‘Cause I give you all of me
And you give me all of you
I give you all, all of me
And you give me all, all of you
Sebuah lagu dari John Legend, "All of me" dipilih Jason untuk menyuarakan hatinya pada Shirleen, tidak ada yang sempurna, baik Shirleen maupun dirinya, namun dalam harapannya semoga ia dan Shireen selalu bisa saling menerima apa adanya, baik buruknya semoga mereka tetap selalu bisa bertahan.
Riuhnya apresiasi dari semua yang berada disana memuji penampilan Jason, awak media berlomba-lomba mencari berita sebanyak mungkin tentang pernikahan Jason dan Shirleen.
Disebuah sudut ruangan, diantara banyaknya tamu undangan, Athar menghela nafasnya lega, ia lega saat melihat senyum yang menghiasi wajah Shirleen.
Meski dalam hatinya terselip sedikit kesakitan, namun itu tidak sebanding dengan kelegaannya saat ini.
__ADS_1
Shirleen sudah bahagia, dan ia pun harus bahagia.
Ia hendak melangkah keluar, rencananya ia tidak akan bersalaman dengan Shirleen, ia malu.
"Athar..." panggil seseorang padanya.
"Ya" ia tidak mengenali suara yang memanggilnya, pelan ia berbalik melihat siapa pemilik suara.
"Pak Haris" ucapnya sedikit terkejut, sungguh bagaimana bisa seseorang yang sangat membencinya kini memanggilnya bahkan terlihat tersenyum ramah padanya.
"Terima kasih sudah melepaskan Shirleen kami, semoga kau bisa mendapatkan jodoh pengganti yang juga baik" ucap Pak Haris, awalnya ia ingin membenci Athar, namun setelah ia telusuri ternyata semua yang terjadi ialah karena permainan mantan besannya, semua karena ibunya Athar, sungguh kebencian telah membuat anak satu-satunya itu sangat menderita.
"Dia sudah bahagia" ucap Athar ragu.
"Iya, heemm mari duduk disini dulu, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ajak Pak Haris.
Athar pun menurut, sudah lama sekali ia berkeinginan berbicara dengan papanya Shirleen, layaknya dua orang yang baik-baik saja, namun dari dulu mereka sangat tidak akur, jadi ia tidak punya kesempatan untuk itu.
Athar tidak pernah benci, karena setelah ia menikahi Shirleen, benar ibunya memang tidak pernah menyukai Shirleen persis seperti apa yang ditakutkan Pak Haris saat menentang pernikahannya dengan Shirleen dulu.
"Ada apa Pak" tanya Athar, dalam hatinya tidak bisa tenang, takut pria paruh baya dihadapannya ini akan menyakiti hatinya.
"Sebenarnya Ibumu tidak menyukai Shirleen selama ini karena aku, akulah awal penyebab semuanya, semua bermula karena dulu aku merebut Aleyna dari Ayahmu, dulu ayahmu dan istriku berpacaran sudah sangat lama, mereka bahkan sudah merencanakan akan menikah, namun karena sebuah wasiat yang mengatakan bahwa kami, maksudku aku dan mamanya Shirleen sudah dijodohkan sedari kecil membuat hubungan ayahmu dan istriku harus berakhir dulunya" ucap Pak Haris, ia berat mengatakan ini, namun semenjak mengetahui Ibunya Athar sakit keras, ia merasa juga perlu mengatakan sebuah kebenaran ini pada Athar, toh tidak ada yang akan menghasut Athar lagi pikirnya.
"Haahh, ayahmu sempat mengalami trauma, ia bersikap sangat kejam, lalu kami dengar tak lama ibumu datang, seolah menggantikan posisi Aleyna istriku yang mungkin juga saat itu masih sangat membekas dihati ayahmu"
"Dia sangat tau, ayahmu tidak bisa hidup tanpanya" ucap Pak Haris, matanya menunjuk istrinya yang tengah bercengkrama dengan keluarga di negri asalnya.
"Ayahmu pernah datang pada kami, dan menyuruh kami bercerai, bukan menyuruh tepatnya memaksa kami bercerai, tapi Nenaku tidak mau, meski saat itu pernikahan kami belum juga dikaruniai seorang anak, namun Aleyna tetap memilihku"
"Ia juga mengatakan bahwa akan menceraikan ibumu jika Nenaku mau bercerai denganku, waktu itu kalau tidak salah ibumu sedang mengandung entah anak kedua atau ketiga, tapi sayangnya istriku tetap pada pendiriannya, Nena tetap ingin bersamaku"
"Ibumu sebenarnya hanya korban, namun ia juga sudah salah dalam tindakannya, itulah kenapa kami tidak bisa membiarkan kamu menikahi Shirleen, Ilen kami pasti akan dijadikan sarana untuk ibumu balas dendam"
"Saat ayahmu meninggal, bahkan ibumu mengutuk nama istriku, ia mengatakan akan selalu membenci nama Aleyna dalam seumur hidupnya, bagaimana kami bisa membiarkan kalian bersama"
Setetes air mata menggenang dipelupuk, Athar sejujurnya begitu sedih mendengar kenyataan yang sebenarnya, jadi inilah mengapa Ibunya sangat tidak menyukai Shirleen, dan bahkan membuat ia harus kehilangan Shirleen.
"Hidup kami tidak pernah tenang sedikitpun saat Shirleen berpacaran denganmu, dan hari itu tiba saat Ilen kami lebih memilihmu dari pada orang tuanya"
"Kami hanya bisa berdoa, semoga Ilen kami selalu dalam lindungan-Nya"
"Maafkan aku Pak, aku tidak bisa menjaga Shirleen dengan baik, aku mengecewakanmu" ucap sesal Athar, meski perselingkuhannya dan Riana karena dijebak, namun ia sadar, ia juga dulu sempat mencintai Riana, mencintai wanita lain adalah sebuah kesalahan yang ia perbuat, padahal Shirleen sangat mencintainya.
"Tidak apa, kamu sudah melepaskan Ilen kami dari sebuah kesakitan, terima kasih" ucap lirih Pak Haris.
Meski menyakiti Athar, namun ia harus mengatakannya, supaya semuanya jelas, supaya Athar tau mengapa dulu ia begitu menentang hubungannya dan Shirleen.
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
__ADS_1
Happy reading !!!