Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Sabar, ini ujian... Sabar, ini ujian...


__ADS_3

"By, katanya mau kepiting isi, ini kok malah dianggurin ?" Jason hendak menyuapi Shirleen makan, sungguh menggemaskan bukan ia sampai ke pasar tradisional membeli kepiting dan memerintahkan maidnya untuk membuat kepiting isi, sekalinya sudah ada didepan mata, sajian yang begitu menggugah selera itu malah tidak disentuh Shirleen sama sekali.


sabar, ini ujian... sabar, ini ujian...


"By..." manja Jason, tangannya cukup pegel menyodorkan umpan yang tidak disambar.


"By, kamu cuma makan dikit lho hari ini, kalau cuma kamu aja yang dikasih makan ya udah, ini ada anak aku lho didalem, dia butuh nutrisi" Jason sudah agak kesal dengan Shirleen yang sudah dua hari tidak selera makan. Ia tidak mau sampai terjadi sesuatu dengan ibu dan bayinya.


Diluar dugaan, bukannya menurut, Shirleen malah bangkit dari duduknya dengan mata yang berkaca-kaca. Ia pergi menuju kamar.


Jason yang melihatnya pun kebingungan, kemarin ia selalu semangat menanyakan kenapa Shirleen tidak mengidam, sekarang setelah dialami ia harus mengelus dada tak terhitung kalinya dalam sehari.


sabar mas ini ujian, sabar ini ujian...


Jason menyusul Shirleen ke kamar, dilihatnya wanita itu sedang menangis terisak. Entah apa yang salah baginya.


G**ue sebenernya bahagia dapet rezeki nomplok beli satu dapet tiga, namun bisa nggak kalau ujian ini teorinya aja dulu, gue bingung kalau langsung praktek gini, ternyata ngadepin betina bunting lebih sulit dari praktek kimia.


"By, hei... Aku minta maaf yaaa, kamu mau makan apa, ya udah kalau nggak mau, kepiting isinya aku bawa pulang aja" Jason sudah pasrah, beli mahal eh taunya disentuh aja nggak.


Shirleen tidak tahu, ada apa dengan dirinya, mungkinkah ini pengaruh hormon kehamilannya, ia lebih ingin dimanja oleh Jason, ingin melihat Jason, dan ketika Jason kesal padanya ia merasakan sedih.

__ADS_1


Kalau memang iya begitu ada apa dengan bayi dikandungannya dan Jason, mungkinkah karena Jason yang selalu ada disisinya, bayinya telah salah paham menganggap Jason adalah ayahnya.


Ia sama sekali tidak merindukan Athar, padahal anak yang dikandungnya ini adalah anak Athar.


"By, ngomong dong jangan kayak gini" Jason membelai kepala Shirleen dengan sayang.


"Aku mau tidur !" ketus Shirleen.


"Ya udah tapi minum obatnya dulu, ntar aku ambilin"


Jason pun pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih, ia lalu menyiapkan obat yang akan Shirleen minum, lalu ia berikan kepada calon istrinya itu.


Shirleen pun menurut, ia begitu senang karena Jason memperhatikannya.


Jason merasa tidak ingin mengganggu istirahat Shirleen, lagian hari ini ia juga sangat lelah, pekerjaan kantor yang menumpuk kadang ada kalanya membuat kepalanya sakit.


Namun diluar dugaan Jason, Shirleen malah memanggilnya.


"By..." Jason terdiam, untuk pertama kalinya Shirleen memanggilnya begitu, apakah Shirleen sudah membuka hati.


"Heemm, ulangi sekali lagi By" Jason belum puas mendengarnya, ia ingin memastikan ketajaman telinganya.

__ADS_1


"By, aku mau kamu disini" Manja Shirleen.


Jason melongo dengan permintaan Shirleen, ini bukan lagi lampu hijau, ini adalah jalan bebas hambatan.


Jason kembali duduk diranjang Shirleen, dan memeluk Shirleen dari belakang, tidak ada penolakan dari Shirleen membuat pikirannya tidak karuan.


Jangan salahkan Jason, ia adalah lelaki normal, berdua dikamar dengan posisi seperti itu apalagi dengan kekasih tercinta, bisa saja ia khilaf kan.


Ia mengelus kepala Shirleen pelan, ia ingin Shirleen segera tidur, karena kini sesuatu dibawah sana telah bangun juga dari tidurnya, membuat kedua tangannya harus berbagi tugas, si kanan menidurkan kekasihnya sementara si kiri menidurkan Jekinya.


sabar ini ujian, sabar ini ujian


Sound tiktok yang tengah tren saat ini, sepertinya cocok untuknya.


Bersambung...


*


*


*

__ADS_1


***Hallo readers jangan lupa like, koment dan vote yah, biar author yang halu ini makin semangat berkarya...


Happy reading*** !!!


__ADS_2