
Kini Athar sudah siap berkemas, hari ini ia akan berangkat ke luar negeri untuk mengobati istrinya. Ia sudah kehilangan Shirleen, ia tidak akan mau untuk kehilangan Riana dan bayi yang dikandungnya.
Pinjaman dana dan cutinya sudah disetujui, ia juga sudah mendapatkan seseorang untuk membantunya merawat Riana selama di luar negeri yang diambilnya dari jasa penyedia asisten rumah tangga.
Semoga saja langkah yang ia ambil kali ini tepat, dan ada hasilnya untuk kesembuhan Riana.
Riana hanya diam saja dari tadi, ia sudah tidak mampu bicara, makin hari tenggorokannya makin sakit, kulitnya kini melepuh seperti tersiram air panas, jangan kan orang lain, ia sendiri saja begitu jijik melihat keadaannya sekarang.
Ia tidak habis pikir mengapa penyakit datang padanya bertubi-tubi seperti ini, padahal ia sudah menjalankan segala saran dokter dan meminum obat dengan rutin, namun ia belum juga sembuh.
Dan lagi ini, ia harus keluar negeri untuk berobat, seharusnya dalam impiannya dulu ia akan keluar negeri bersama Athar untuk berbulan madu, namun bukannya bulan madu malah berbulan-bulan sakit yang ia dapatkan.
Jason sengaja tidak menemui kekasihnya dulu untuk saat ini, walaupun rasa rindu sudah menyeruak dalam dirinya, tak apalah ia mengalah, berikanlah waktu untuk Shirleen kembali dekat dengan kedua orang tuanya.
Ia memutuskan untuk menyempatkan diri nongkrong dengan ketiga sahabatnya itu, yah sudah lama sekali rasanya mereka tidak bernyanyi di cafenya melepas penat akan aktivitas sekolah.
Jason menghubungi Roy, mengatakan kalau ia tidak akan ke kantor hari ini, ia akan meninjau cafenya saja.
Roy pun dengan terpaksa mengambil alih pekerjaan atasannya itu termasuk bertemu dengan kolega bisnis yang untungnya mau diwakilkan olehnya.
Saat sedang manggung, Jason yang posisinya sebagai drummer mampu mengalihkan perhatian artis cantik pendatang baru yang ternyata juga mengidolakannya.
Ternyata Jason Ares Adrian lebih ganteng dari fotonya.
Gue nggak tau kalau dia biasa manggung disini, wah bisa tiap hari gue kesini.
Jason dan ketiga sahabatnya sudah selesai manggung menghibur para pengunjung cafe, mereka kini terlihat nongkrong santai di pojokan.
Sebenarnya Jason sudah menawarkan ketiga temannya untuk bersantai di private room saja, namun Angga dan Afik beralasan kalau dipojok seperti ini juga tidak akan ada yang mengganggu kenyamanan mereka, dan lagi bisa sekalian cuci mata.
__ADS_1
Jason kali ini memilih mengalah, karena ia berpikir tidak apalah sekali-kali, biasanya ketiga sahabatnya itu selalu mengalah bukan kalau berhubungan dengannya.
"Jason ya, boleh kenalan ?" Tiba tiba si artis pendatang baru tersebut mendatangi meja pojokan tempat Jason dan kawan-kawannya nongkrong. Ia menyapa Jason dengan ramah dan mengulurkan tangannya.
Jason tidak menyahut, ia hanya menampilkan wajah datarnya.
Dulu mungkin ia bisa mengatakan ya atau paling tidak tersenyum saat ada yang mengajaknya berkenalan, tapi itu dulu sebelum ia memantapkan hatinya untuk Shirleen.
Ia tidak ingin memberi harapan, walau barang secuil. Memang kesannya Jason terlihat sombong, tapi tak apalah, karena jelas sekali rata-rata yang ingin berkenalan dengannya bisa dipastikan mempunyai perasaan lebih. Katakan siapa yang tak tertarik padanya.
Sekarang ada hati yang harus ia jaga.
Afik yang merasa tidak ada tanggapan dari Jason pun jadi tidak enak dengan si artis pendatang baru itu.
Ia sudah hapal sifat Jason, kecanggungan pasti sedang melanda gadis didepannya ini.
"Afik... Dia emang gitu orangnya" Afik yang tak tega pun menyambut uluran tangan si gadis.
"Selena" ucap Si gadis dengan senyuman.
Yah gadis itu adalah Selena Asyifa, artis pendatang baru yang kariernya sedang bersinar karena sinetron yang dibintanginya naik rating dan banyak digilai masyarakat.
"Oohh jadi gini kelakuan pewaris Adrian Group yang fansnya seabrek, gak nyangka ya aslinya sombong banget" Selena mulai menyinggung Jason.
"Dia udah punya pacar neng, makannya gak mau kenalan, bucin banget nih anak, arap maklum yeee" Jelas Angga.
Jason tidak perduli, ia berdiri dan meninggalkan sahabat-sahabatnya itu ke ruangannya.
"Gue cabut, nanti gak usah bayar" ucap Jason dan ia pun berlalu.
__ADS_1
Tinggallah ketiga sahabatnya dan Selena dengan kecanggungan.
"Mohon maap nih ya neng, jangan berkecil hati karena baru aja ditolak, gue saranin jangan bikin berita macem-macem abis ini, gue cuma ngingetin, pokoknya jangan" ucap Angga lagi.
Selena hanya mendengus kesal, ternyata tampang cantiknya tidak mampu menggaet seorang Jason Ares Adrian.
Benar ternyata rumor yang beredar, lo emang gak mudah ditaklukin, tapi menarik juga, gue jadi makin suka. Selena.
Ia kini telah menargetkan Jason sebagai gebetannya, tanpa ia tahu bagaimana sengsaranya kehidupan seseorang yang berani menyentuh hidup seorang Jason.
Rumor memang mengatakan kalau Jason Ares Adrian adalah sosok lelaki yang dingin dan sulit ditaklukan, kehidupannya tidak suka disentuh.
Namun tidak banyak yang mengetahui kalau Jason bagaikan iblis berbentuk manusia yang suka bermain gila membolak-balikkan kehidupan seseorang termasuk menyangkut nyawa manusia.
Ia sangat suka suara jerit tangis manusia memohon meminta ampun.
Entahlah setelah mengetahui itu, apakah seorang Selena Asyifa masih mau memberikan hidupnya untuk bajingan berkedok tuan muda keluarga Adrian tersebut. Oh sungguh entahlah.
Bersambung...
*
*
*
***Hai readers, jangan lupa dukung cerita ini dengan like, koment, kasih hadiah dan vote yaaa
Happuly reading*** !!!
__ADS_1