
"Ting tong ting tong...
Suara bel di mansion mewah Shirleen berbunyi, untung saja pendengaran Shirleen tajam, karena kalau tidak tamunya itu bisa jamuran menunggu pintu dibuka.
Ia meninggalkan Jacob yang sedang tertidur dikamar, berjalan menuju lift untuk turun kelantai bawah.
Ia lalu bergegas membukakan pintu.
"Selamat pagi nona..." ternyata seorang wanita cantik yang bertamu kerumahnya itu.
"Siapa ?" Tanya Shirleen, wanita dihadapannya ini cantik sekali, seriusan apakah dia seseorang yang ditugaskan Jason untuk menemaninya, ia pikir orangnya akan seperti Ipah, walau cantik tapi tetap saja berpakaian seperti maid untuk menunjukkan statusnya.
"Saya Shakira, saya ditugaskan Tuan Muda untuk menemani nona"
"Oohh, iya suami saya tadi memang bilang kalau ada yang akan datang" Shirleen hanya bisa nyengir, untuk apa suaminya merekrut pekerja secantik wanita dihadapannya ini, tanpa Shirleen sadari sebenarnya ia kini sedang cemburu karena menganggap Shakira lebih cantik darinya sehingga ia menekankan kata suami saat berbicara dengan Shakira.
"Saya hanya ditugaskan untuk menemani nona, nona sangat cantik tidak perlu merasa iri dengan saya, saya juga tidak mungkin punya perasaan dengan tuan muda jadi nona tidak perlu cemburu"
Astagaah kenapa ia sama seperti Jason yang bisa tau apa yang sedang aku pikirkan, apa dia salah satu anggota mafia juga.
"Saya bawahan tuan muda nona" ucap Shakira lagi. Mudah sekali ia membaca apa yang tengah dipikirkan Shirleen, karena mimik muka Shirleen yang sangat mudah ditebak. Lain halnya saat dengan Roy, entah karena Roy juga punya sedikit keahlian sama dengannya ataukah karena ia yang selalu mematung dan tidak sadarkan diri duluan saat berhadapan dengan gebetannya itu sehingga tidak sempat membaca pikiran seorang Royand Zuhrizal.
"Yah masuklah" Shirleen mempersilahkan Shakira masuk, untuk apa Jason mengirimkan wanita super seperti ini pikirnya lagi.
"Nona bisa menyuruh saya untuk apa saja, tidak usah canggung anggap saja kita sedang berteman, dan kalau nona ingin cerita apapun saya siap mendengarkan atau bertukar pendapat" ucap Shakira sesuai apa yang bosnya perintahkan tadi.
Shirleen seperti memiliki ide, menurutnya wanita dihadapannya ini sudah lama mengabdi dengan suaminya dilihat dari cara kerjanya yang seperti itu dipastikan Shakira bukanlah orang sembarangan, ia akan bertanya apakah Shakira mengetahui sesuatu yang terjadi dirumah ini.
"Aku ingin bertanya, apa kau sudah lama bekerja dengan suamiku ?" tanya Shirleen saat mereka sudah berada di ruang keluarga yang dekat sekali dengan kamar, sengaja berbincang disitu supaya bisa sambil mengawasi Jacob.
Shirleen juga sudah membawa beberapa cemilan dan minuman untuk menemani bincang santai mereka.
"Sudah tiga tahun nona"
__ADS_1
"Kau kerja dibagian apa ?"
"Kalau itu rahasia nona, saya harus merahasiakannya sejak saya pertama kali mengabdi dengan Tuan Muda" jawab Shakira seadanya, baginya Shirleen boleh bertanya apapun padanya kecuali pekerjaan, karena jika ia memberi tau pekerjaannya bisa-bisa istri bosnya ini pingsan setelah mendengarnya.
"Ayolah katakan saja" rayu Shirleen.
"Maaf nona, tanyakan yang lain saja, pasti akan saya jawab"
"Aku sudah tau, kau pasti salah satu anggota mafia kan, apa kau tidak berniat berhenti juga mengikuti jejak bosmu, ah iya apa suamiku itu benar-benar sudah berhenti dari dunia gilanya itu ?" tanya Shirleen, katanya kan ia bisa bertanya apa saja, berarti termasuk privasi Jason kan, ia ingin tau seberapa kenal wanita dihadapannya ini dengan suaminya.
"Tuan Muda sudah berhenti nona" jawab Shakira.
Tuan Muda memang sudah berhenti, tapi duitnya ngalir terus, bosku itu mana mau rugi orangnya.
"Benarkah ? Kau tidak bohong kan"
"Benar Nona"
"Saya juga sudah berhenti nona" ucap Shakira jujur. Ia memang sudah berhenti kan, tidak lagi merampok bank, hanya merampok hati Roy saja yang belum juga ia dapatkan.
"Aahh syukurlah, kalian sudah insyaf semua"
Sedang yang tengah dibicarakan, saat ini sudah berada di kantor ARAD Group.
"Roy, keruanganku sekarang"
Jason menghubungi Roy untuk segera keruangannya, ia ingin mengetahui apa saja kegiatannya hari ini, jangan sampai ada undangan makan malam dadakan lagi, ia ingin pulang tepat waktu hari ini.
"Ya Tuan Muda" ucap Roy, saat sudah berada dihadapan Tuan Mudanya.
"Bacakan jadwalku hari ini, jika ada makan malam lagi maka batalkan"
"Baik Tuan Muda" Roy pun segera membacakan jadwal tuan mudanya itu, cukup padat tapi hanya sampai jam tujuh malam, setelah itu Tuan Mudanya bisa beristirahat.
__ADS_1
"Aku ingin tanya satu hal, kau tau cafe Jash yang baru-baru ini aku operasikan ?"
Roy mengangguk tanda ia mengetahui.
"Kira-kira kau punya ide tidak untuk memberikan kejutan pada Shirleen, aku sudah lama ingin menunjukkan cafe itu sebagai hadiah untuknya" Tanya Jason, ia hanya bertanya namun bagi Roy kata-kata tuan mudanya itu bagai sebuah perintah.
"Nona Shirleen akan senang, bawalah nona bersama Tuan Muda dan bilang pada Nona bahwa Tuan Muda menghadiahkan cafe itu untuknya" jawaban yang sangat sederhana, tidak bisakah bervariasi dari itu, Roy nampaknya dalam masalah besar.
"Yaahh kau benar" ucap Jason sembari mengangguk, "Benar-benar payah, dasar sialan kalau hanya seperti itu buat apa aku bertanya padamu" lanjutnya lagi dengan teriakan yang menggema, beruntung ruangan itu kedap suara, karena kalau tidak Mery yang berada diruangan sebelah bisa mati terkejut.
"Maafkan saya Tuan" Minta maaf dulu, itu adalah kebiasaan Roy, entah apa yang akan terjadi selanjutnya yang terpenting minta maaf dulu.
"Royand Zuhrizal, jangan kau kira aku tidak tau yah lamaran yang gagal dua minggu lalu" ucap Jason sambil tertawa puas, membuat wajah Roy pias menahan malu.
"Hahaha, aku akui romantis sekali caramu itu, tapi percuma soalnya gagal bahkan sebelum berperang" Jason masih melanjutkan tawanya.
Senang sekali hai tuan penguasa, senang sekali melihat derita orang lain.
"Kau kenapa ? Aku benar kan, apa salahnya aku menertawakanmu, kalau sudah gagal aku bisa apa ?"
Roy hanya bisa menahan kekesalannya, ini semua salah Shakira, kenapa juga harus mematung tidak sadarkan diri saat ia sudah berkoar-koar menyatakan perasaannya.
"Ya sudah ya sudah, sekarang kau duduk disitu, bantu aku memikirkan ide romantis memberi kejutan itu untuk istriku" ucap Jason, jarinya menunjuk sofa dihadapannya untuk Roy duduk dan mulai berpikir.
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
Happy reading !!!
Sssttttt, dan satu lagi, izinkan author halu ini promo novel baru, klik di profil author aja atau bisa langsung search di pencarian, judulnya Dia yang Berasal dari Langit. Ditunggu kedatangannya ya readers, jangan lupa juga bawa dukungan !!!
__ADS_1