
"Selamat siang, ada yang bisa dibantu?" sapa Zalin ramah, Angga beringset mundur pada posisi, sementara Afik mematung.
"Woy Fik, jaga sikap, ditanya itu!" bisik Angga, dirinya bahkan menarik pinggang Afik namun sayangnya yang ditarik enggan bergeser.
Seolah terhipnotis, Afik benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya menatap Zalin.
"Siapa nama lo?" tanya Afik spontan saat dirinya mulai menyadari sesuatu.
"Nama?" tanya ulang Zalin, apa penting sebuah nama ditanyakan sedang dirinya hanya seorang pelayan. Apa ada masalah?
"Iya! Nama lo!"
Angga mendengus heran pada sahabat kentalnya itu, kenapa nanyain nama pikirnya. Mau kenalan? Dilihatnya pelayan di hadapannya itu, rambut sebahu, tidak seperti kebanyakan pelayan lainnya, pelayan wanita tersebut sepertinya minim pengetahuan tentang cara merawat tubuh yang baik, sungguh tampil apa adanya, kesan tomboi mungkin cocok disematkan.
"Nama saya Zalin!" sebagai pelayan dirinya tidak ambil pusing jika ditanya perihal nama, namun heran saja apa pentingnya.
"Nama lengkap?" tanya Afik lagi. Jantungnya berdebar lebih cepat, ya Tuhan kemarin Zarin dan sekarang Zalin.
Kening Zalin mengkerut, kenapa harus?
"Zalinda!" singkat Zalin.
Afik terduduk lemas, ya Tuhan ini benarkah Zalinda?
"Lo kenapa Fik, kek abis kesurupan lemes gini?" tanya Angga ngasal.
"Temannya kenapa?" tanya Zalin juga, dirinya cukup heran dengan tingkah pemuda itu. Apa ada yang salah dengan dirinya?
"Nggak tau, heh kaki lo nginjek lantai nggak sih?" lagi-lagi Angga ngasal, tapi dirinya sedikit panik sih dan begonya malah berpikiran jangan-jangan Afik benar-benar melihat setan.
"Hah maksudnya?" tanya ulang Zalin tidak mengerti, apa maksudnya dikira gue setan batin Zalin.
Angga malah bangkit dan membuktikan sendiri ketakutannya, dan syukurlah pemikirannya tidak benar.
"Minum dulu!" pinta Zalin, gadis itu menyodorkan air kemasan yang dirinya ambik dari temannya.
Afik tampak shock. Zalin, apa benar ini Zalinnya?
Sementara di rumah sakit.
__ADS_1
Pintu diketuk, Roy memejamkan matanya sebelum masuk ke ruang rawat yang ditempati Nona Shirleen.
Ceklek,
"Ada apa?" tanya Jason.
Tanpa basa-basi Roy langsung saja masuk ke dalam, Tuan Gilbert sedang mengikutinya dari belakang, beruntung tadi sebelum ke ruang rawat Nona Mudanya, dirinya bisa menghindar dengan mengecoh Tuan Gilbert, Roy masuk ke salah satu ruangan VIP yang kemarin sore masih ditempati salah satu anak dari seorang pejabat kota Jakarta, cukup lama dirinya berdiam diri di situ, setelah di rasa aman barulah dirinya menuju ruang rawat Nona Mudanya yang asli.
"Tua bangka itu di sini!" tutur Roy.
"Aku sudah tau!" sahut Jason.
Ya Salam, kalau sudah tau lebih baik aku putar balik ke ruang rawat Shakira, bagaimana kalau Tuan Gilbert masih mengikutiku?
"Aku sudah mengirimkan pesan untukmu supaya berhati-hati, cek saja!" ucap Jason lagi seakan tidak mau disalahkan.
Roy segera mengambil ponselnya, gara-gara panik karena melihat Tuan Gilbert, dirinya lupa kalau ada ponsel penghubung segalanya supaya bisa lebih mudah.
"Maaf Tuan Muda!" ucap Roy.
"Sudahlah, sudah terjadi, tapi lain kali aku tidak mau kau ceroboh seperti ini, aku mengerti kau tidak bisa fokus karena Shakira, tapi meski begitu kita tetap harus menjalankan misi!" ucap Jason, tidak ada nada kemarahan saat dirinya mengatakan itu, Jason cukup mengerti hanya saja dirinya merasa perlu memberikan Roy peringatan, kalau Roy melakukan kesalahan lagi bisa sia-sia apa yang sudah dirinya rencanakan.
"Baik Tuan Muda!" ucap Roy.
"Kau siapkan segalanya!" perintah Jason lagi.
"Baik Tuan Muda!"
Roy kemudian membuka laptop yang dirinya bawa, masuk ke akun istrinya untuk meretas dan mengambil keuntungan dari perusahaan asing yang katanya di kelola oleh Tuan Gilbert tersebut.
"Berapa semuanya?" tanya Jason.
"Tiga Milyar USD Tuan Muda!"
"Ya sudah, semuanya!" titah Jason.
Lalu dana yang digadang untuk mengelabuhi Jason tersebut, yang dipinjami oleh Bayu Lesmana pada Tuan Gilbert sebagai penarik supaya Jason mau bekerja sama dengannya itu benar-benar diambil alih oleh Jason, bahkan tanpa permisi. Dasar rampok!
Jason menggunakan akun khusus untuk pengalihan dana kali ini, meski mungkin Pamannya itu pasti tau siapa yang berbuat namun Jason tidak bisa terang-terangan menunjukkan taringnya.
__ADS_1
"Kita lihat akan ada kepanikan yang tak terhingga setelah ini." Jason tersenyum smirk.
Sayang sekali nyawa anak mereka tidak bisa di beli dengan uang sejumlah demikian, jika saja bisa Roy pasti sudah melakukannya.
Namun setidaknya Roy bisa sedikit puas hati karena setelah ini Bayu dan Gilbert tua bangka itu akan merasakan sensasi keterpurukan, ketakutan, dan kehilangan karena mungkin bagi orang seperti Bayu Lesmana dan Gilbert uang adalah segalanya, tidak perduli mereka akan melawan keluarga jika hati dan mata sudah dikuasai oleh uang maka Roy yakin kedua manusia itu akan sangat merasakan pedihnya kehidupan.
"Hari ini juga banyak berita tentang Nona Shirleen yang mengalami keguguran Tuan Muda, namun saya sudah menuntaskannya sebelum berita itu mencuat ke publik." ucap Roy. Karena memang benar adanya, begitu banyak berita yang memuat rumor bahwa Shirleen mengalami keguguran, sayangnya Roy sudah waspada sehingga berita itu tidak ada yang bisa muncul sedikitpun. Pelakunya hanya satu pihak, namun ada setidaknya tiga puluh berita dengan isi yang sama.
Pihak lawan ingin mengandalkan berita tersebut sebagai senjata untuk membuat mental Jason down, padahal yang sebenarnya terjadi jauh sekali dari dugaan mereka.
"Bagus, setidaknya mereka mengetahui siapa yang berkuasa!" ucap Jason.
Jason melihat Shirleen yang tengah terlelap, kondisi Shirleen juga sempat drop karena semenjak dirinya meninggalkan Jacob di rumah dan bertahan di rumah sakit Shirleen sudah memutuskan untuk memberhentikan ASI untuk Jacob, perutnya semakin membuncit dan juga sudah saatnya melatih Jacob beralih ke susu formula.
Beruntung saat menghubungi Ipah semalam Jacob tidak rewel, masih ada stok asi di kulkas jika saja Jacob tidak mau diberikan susu formula, namun ternyata bayinya itu tidak banyak tingkah, bayi gembul itu tidak pemilih.
Sehingga saat ini Shirleen merasakan bengkak di buah da*anya. Jason ingin sekali membantu sekalian nganu namun Shirleen yang masih sadar itu mengatakan jangan, karena jika Jason yang menyusu padanya air susunya akan terus saja terisi banyak setiap kali setelah disusui.
Shirleen sedikit kurang fit karena bengkak di da*anya tersebut.
Setelah di berikan obat oleh dokter untuk meredakan bengkak dan nyerinya, barulah Shirleen bisa beristirahat, dan saat ini dirinya baru saja tertidur.
"Kau temani saja Shakira, perihal ini biar saja aku yang urus, tapi jika ada berita yang menyinggung tentang aku dan Ilen segera kau tuntaskan." titah Jason.
"Baik Tuan Muda!"
"Berhati-hatilah, tapi aku yakin Gilbert sialan itu akan segera pergi karena Bayu pasti langsung menghubunginya." ucap Jason.
"Iya Tuan Muda!"
Bersambung...
Hai readers, salam kenal yah aku Pee selaku Author dari Terjebak Cinta Berondong ini.
Di sini Author mau promo novel baru, semoga saja kalian berkenan untuk mampir dan baca juga.
Jagoan Author kali ini adalah "Yaren dan Ayaz" dikemas dalam Novel yang berjudul Seranjang dengan Bajingan.
Silahkan mampir dan jangan lupa dukungannya dengan Like, koment, dan Vote, Author tunggu kehadiran kalian yaaahh, salam sayang Pee 🥰🥰
__ADS_1