Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Lapar yang lain.


__ADS_3

"Bagaimana Pak Ustadz ?" tanya Sri pada Pak Safar.


"Begini Sri, sebenarnya Bapak sudah mendapatkan kontrakan untuk kamu, tapi Bapak tidak bisa menjamin keamanan kontrakan tersebut, disebelahnya saja rata-rata penyewanya laki-laki" ucap Pak Safar seolah menyanyangkan temuannya.


"Lalu Pak ?"


"Kontrakan yang lainnya penuh, entah kenapa susah sekali mencari kontrakan didaerah sekitar sini, memang ada kontrakan kosong dan layak tapi kebanyakan satu buah rumah, kasihan kamu sayang uangnya jika harus mengontrak di sebuah rumah"


"Iya sih Pak Ustadz, saya juga tidak yakin mampu bayar, kalau ada kontrakan yang harga sewanya antara sekitar tiga ratus sampai enam ratusan gitu pak Ustadz"


"Nah itu dia Sri, Bapak juga mikirnya begitu"


"Hehh" Sri menghela nafasnya berat, berati malam ini ia harus menginap disini lagi, dan pemuda yang bernama Dareen itu pasti tidak akan senang karena ia masih ada disini.


"Tapi Bapak punya solusi buat kamu" ucap Pak Safar.


"Maksud Bapak, apa solusinya ?"


"Kamu tinggal ditoko Bapak saja, disana ada satu ruangan untuk kami biasanya beristirahat lengkap dengan kamar mandinya, tidak luas memang tapi cukuplah untuk kamu tinggali berdua dengan Fahira" jawab Pak Safar.


"Apa Ibu dan Pak Ustadz yakin, lalu apa kehadiran saya tidak merepotkan keluarga Ibu jika saya tinggal disitu nanti ?" tanya Sri lagi. Ia sejujurnya enggan meminta tolong lebih banyak lagi seperti ini, namun mau bagaimana lagi, ia tidak punya siapapun disini.


"Kamu bisa sekalian kerja jagain toko kelontong kami jika kamu mau" ucap Bu Halima yang memang sudah diberi tau suaminya terlebih dahulu apa tujuan mereka berdua memanggil Sri sebelumnya.


"Eemm iya Bu, kalau gitu saya mau, saya hanya tidak nyaman jika hanya numpang tinggal ditempat Ibu dan Pak Ustadz"


"Lho jangan seperti itu nak, anggaplah kita ini keluarga kamu, toh kamu juga tidak punya siapa-siapa kan disini" ucap Bu Halima, saat mendengar cerita Sri pagi tadi, entah kenapa ia sudah jatuh hati pada gadis itu.


"Terima kasih Bu, Pak Ustadz, kalau tidak ada kalian entah bagaimana nasibku saat ini" ucap Sri penuh haru.


Sri kemudian mencium tangan Bu Halima sebagai tanda ia sangat berterima kasih, ia berjanji suatu saat nanti ia akan membalas kebaikan pasangan suami istri yang sudah sangat baik padanya ini.


Jason pulang cepat hari ini, setelah selesai menjamu tamu pentingnya di cafe Jash ia langsung pulang kerumah. Ia merindukan istrinya.


"By, kau masak apa ?" tanya Jason yang kini sudah memeluk Shirleen dari belakang, menghirup aroma khas dari ceruk leher istrinya, Aaah bahagianya punya istri.


"Ayam kecap, kau sudah lapar yaaa ?"


"Heemm, aku lapar yang lain, tapi belum boleh yaaa"


"Maksudnya ? Kau mau makan apa memangnya ?" tanya heran Shirleen, ia tidak mengerti tentang maksud Jason lapar yang lain.


"Mau makan yang enak, tapi belum bisa" keluh Jason.

__ADS_1


"Belum bisa, hei kau mau makan apa aku akan buatkan"


"Aaahh sepolos dirimu tidak akan mengerti, dasar tidak berpengalaman" ejek Jason.


"Tidak berpengalaman ? Tidak berpengalaman bagaimana, katakan kau mau makanan seperti apa, aku akan buatkannya untukmu, kau menantangku yaaa"


"Kau memang tidak berpengalaman, makanan yang enak saja tidak tau ?" Jason mangkin gencar mengejek istrinya itu.


"Hei dasar, emangnya kau berpengalaman ?"


"Ooh ohh ohh, jangan kau remehkan aku sayang, aku tentu berpengalaman" lanjut Jason lagi.


"Heh masak air saja kau itu tidak pernah" tuding Shirleen.


"Hahaha dasar payah, masih saja belum mengerti"


"Belum mengerti, apanya yang belum mengerti ?" heran Shirleen lagi, sebenarnya ada apa dengan suaminya ini pikirnya.


"Dasar payah, benarkan kau memang payah"


"Beraninya kau meragukan kemampuanku By" Shirleen menatikan kompor karena masakannya telah matang sempurna, ia ingin menyidak Jason yamg berani-beraninya bilang ia tidak berpengalaman.


"Sini kalau berani" tantang Shirleen.


"Kau bilang aku tidak berpengalaman ?" tanya Shirleen sekali lagi.


"Yaaa karena memang seperti itu kenyataanya kan"


"Katakan apa yang tidak aku bisa masak"


"Hahahahaha" Jason tertawa terbahak-bahak karena istrinya itu polos luar biasa.


"Dih malah ketawa ?"


"Kamu lucu By" ucap Jason masih dengan memegangi perutnya.


"Lucu kenapa lagi, kamu yang aneh ditanya gak ada yang nyambung ?" bela Shirleen pada dirinya sendiri.


"Hahahaha" Jason kembali tertawa saat Shirleen mengatainya tidak nyambung. bukankah saat ini Shirleen yang malah tidak nyambung menurutnya.


"Jason, gak lucu yaaa" bentak Shirleen.


"Ya baiklah kalau kau sangat ingin tau apa yang kau tidak bisa"

__ADS_1


"Iya katakan, aku akan melakukannya untukmu"


"Kamu tidak berpengalaman di bagian sini... cup" Jason mencium Shirleen lagi tiba-tiba, benar sekali Shirleen menegang dan tampak begong saja diperlakukan seperti itu.


Lama mereka berciuman, Jason ******* lembut candunya itu, mengulangi debut ciuman ala korea yang sempat ia tonton di koleksi film Shakira waktu itu. Sungguh pelajaran yang berguna. Ngomong-ngomong ia belum juga berterima kasih pada Shakira untuk pelajaran berharga ini.


Shirleen benar-benar terbuai, Jason memang tidak romantis tapi selalu saja penuh kejutan.


Ia selalu saja lupa diri, bahkan sekarang ia sudah mengalungkan kedua tangannya dileher suaminya itu, seakan bisa membaca situasi kalau mungkin Shirleen meminta lebih, Jason mendudukkan Shirleen diatas meja makan, keduanya kembali memanaskan diri.


Jason semakin turun kebawah, mengecupi tubuh Shirleen sehingga meninggalkan bekas kemerahan yang begitu banyak.


"Aaahhh" Shirleen mend*sah sebagai ungkapan bahwa ia menikmati.


"Mau yang lebih By ?" tanya Jason, matanya sudah diliputi kabut naf*u.


Tanpa sadar Shirleen malah mengangguk, ia tidak bisa berkata apapun selain menurut.


"Sabar, kau akan merasakannya jika sudah waktunya" ucap Jason ditelinga istrinya itu.


Shirleen mengangguk lagi, entah ada apa dengan dirinya.


"Aaahhh" de*ahan itu kembali terdengar lagi kala Jason menyesap si kiri dan si kanan secara bergantian. Tidak apa baginya kali ini cuma bisa mentok di ne*en saja dari pada tidak sama sekali.


Saat ini ia masih belum bisa menunjukkan betapa perkasanya ia, tapi tunggu saja saat hari itu tiba Shirleen tidak akan ia lepaskan dengan mudah.


Setelah dirasa sudah diujung, Jason segera mengecup singkat bibir istrinya mesra lalu berlalu ke kamar mandi yang berada didapur. Lagi dan lagi ia harus menuntaskan sesuatu sendiri.


Shirleen terbengong melihat gelagat suaminya, mengapa tiba-tiba menghentikan kegiatan panas mereka.


Shirleen masih memilah, apakah ia melakukan kesalahan, namun tak lama sebuah senyum mengembang dibibirnya, ia kini mengerti Jason lapar lainnya yang seperti apa, ia juga tau mungkin suaminya itu sedang main solo di kamar mandi.


Sungguh malang nasib lo Jek, tunggu sebentar lagi kita akan mendaki gunung melewati lembah Jek, sabar tahan dulu tidak akan lama lagi lo bakalan ketemu rumah lo.


Ucap Jason pada Jeki yang tampak lemas setelah tadi sempat bertransformasi menjadi naga api yang sudah memuntahkan laharnya.


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...


Happy reading !!!

__ADS_1


Sssttttt, dan satu lagi, izinkan author halu ini promo novel baru, klik di profil author aja atau bisa langsung search di pencarian, judulnya Dia yang Berasal dari Langit. Ditunggu kedatangannya ya readers, jangan lupa juga bawa dukungan !!!


__ADS_2