Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Ajakan foto Bersama


__ADS_3

"Sial, kemana dia ?" Athar masih saja terus mencoba menghubungi Rudi, keputusan dari pihak perusahaan sudah bulat ia harus mengganti ketekoran kas dalam waktu tempo dua minggu, jika tidak kasus ini akan berlanjut ke pihak berwajib.


Penjara, membayangkannya membuat Athar bergidik ngeri.


Baru saja ia menikmati hidup, namun bahagia seakan tidak berpihak padanya. Padalah ia sudah berangan untuk memboyong Shirleen ke rumah barunya, entahlah mungkin bebera hari yang akan datang rumah itu juga sudah akan menjadi milik Bank, karena hanya itu satu-satunya cara agar ia bisa lepas dari jerat kasus yang menimpanya.


Terancam di pecat, sedang ia masih terkait hutang yang tidak sedikit dengan perusahaan, begitu sulit yang akan ia hadapi, hidupnya kini benar-benar kacau.


Kali ini ia memilih mendatangi rumah Rudi, sebisa mungkin ia harus mendapatkan informasi keberadaan Rudi.


Tok tok tok. Pintu ia ketuk pelan, terdengar sahutan dari dalam semakin mendekat.


Nampak wanita yang ia tebak adalah istrinya Rudi membukakan pintu.


"Ada apa Mas ?"


"Pak Rudinya ada Mbak ?" tanyanya enggan berbasa-basi.


"Kenapa sih banyak banget yang cari Rudi, kemaren juga, hari ini juga, masalah Kantor ? saya nggak tau ya Mas yang jelas saya sama dia udah gak sama-sama lagi" ketus Dini istrinya Rudi. Dari nadanya Athar bisa menebak bahwa pasangan suami istri itu sedang tidak baik-baik saja.


"Maksud Mbak ?"


"Iya, dengar yaaa Mas, saya sudah akan bercerai dengannya tinggal tunggu putusan dari pengadilan saja, sudah hampir satu bulan kami gak tinggal satu rumah lagi, jadi kalau kalian tanya saya, saya nggak tau dimana Rudi" aura permusuhan jelas menyeruak disana.

__ADS_1


"Apa Mbak tau dimana dia tinggal selain disini, saya janji tidak akan mengganggu Mbak lagi, tolong saya Mbak ini demi hidup saya" ucap Athar dengan sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Saya nggak tau, saya sama anak-anak sudah tidak peduli lagi dia mau hidup dimana"


"Tolong Mbak"


"Duh Mas, maaf yaaa saya bukannya nggak mau nolong, saya benar-benar nggak tau, hubungan kami sedang tidak baik, tolong mengerti saya nggak tau itu si Rudi dimana"


Athar pun mengalah, ia memohon undur diri, entah kemana lagi ia harus mencari Rudi.


Jason sedang berada di sekolah Misca, hari ini ia akan mengantarkan Misca dan menunggui gadis kecilnya itu bersekolah, karena menurut penuturan Pak Ramli di sekolah Misca masih ada sinyalnya , namun ternyata setelah ia berada disini sinyal itu tidak memadai untuk membuka internet, koneksinya sangat lemah, sedang ia harus melakukan pengecekan pada perusahaannya, sudah dari kemarin ia tidak mendapatkan kabar terbaru karena susahnya sinyal.


Ia menggerutu kenapa harus menemukan Shirleen di tempat terpencil seperti ini.


Menjadi yang paling ganteng diantara para orang tua yang menunggui anaknya, ternyata bukanlah ide yang baik, apa lagi para Ibu-ibu doyan gosip di sekelilingnya ini nampak mengenali wajahnya.


Bisik-bisik mulai terdengar, walau risih namun Jason mencoba cuek saja.


"Jason yang artis itu kan ?" tanya salah satu Ibu-Ibu disitu, bertubuh gempal dengan uban yang sedikit menambah nilai seni dirambut hitamnya namun masih PeDe terbukti dengan lipstik merah merona yang ia kenakan.


Jason mengangguk pelan, ia tidak tau bagaimana cara yang baik menghadapi fans seperti ini, semoga saja tidak bar-bar, biarlah kalau hanya doyan gosip, baginya itu masih bisa diatasi.


"Boleh minta fotonya ?" tanya Ibu itu kemudian.

__ADS_1


Entah kekuatan apa yang merasukinya, Jason ternyata mengangguk teratur menyetujui, mungkin karena tubuh Ibu itu yang bagai atlit sumo jadi Jason enggan berbuat masalah.


Tapi bukankah Jason manusia yang tidak takut apapun.


Cekrek cekrek cekrek, wah indah sekali pemandangannya, kini wajah Jason sudah tersimpan di galeri ponsel milik Ibu-ibu bertubuh gempal itu.


Mengikut lagi rombongan yang lain, Jason melongo tidak percaya, siapa yang menyangka ternyata Ibu itu adalah testernya. Jika berhasil maka yang lain akan mengikuti. Dan terjadilah Jason jadi super model dadakan mereka.


Tidak ada saweran, hanya ada ucapan terimakasih seikhlasnya yang Jason terima, menyedihkan sekali, apa ada pahalanya jika ia melakukan ini semua.


Apa-apaan ini, dimana rumor yang katanya seorang Jason Ares Adrian hidupnya tidak suka disentuh, bahkan hari ini ia sudah bersentuhan dengan orang lain entah sudah berapa puluh kali dengan melayani foto bersama setidaknya sebanyak dua puluh lima orang.


Padahal ia sama sekali tidak tersenyum, berpose dengan ekspresi yang begitu kaku seperti itu masih saja dianggap tampan oleh Ibu-ibu dihadapannya ini yang tak hentinya mengagungkan bangga hasil jepretannya.


Satu hal yang ada dipikirannya saat ini, ia berharap Misca cepat keluar, ia hanya ingin pulang tidak peduli kelas putrinya sudah selesai apa belum.


Sebenarnya ia sangat beruntung, karena tindakannya yang menerima ajakan foto bersama membuat para ibu-ibu disitu lupa tujuan awal mereka menyapa Jason, tentu saja mereka para emak-emak julid ingin sekali menanyakan apa hubungan Misca dengan pewaris keluarga Adrian itu, bukankah Jason adalah anak tunggal.


Kini lihatlah mereka benar-benar lupa, dan sibuk mengamati hasil jepretan yang bagai maha karya itu.


Bersambung...


Like, koment, gift, dan vote.

__ADS_1


__ADS_2