Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Mencoba Mengerti.


__ADS_3

Jason kini sedang mengamuk di kamarnya, semua barang-barang dikamarnya hancur berserakan, ia sedang kesal dan melampiaskan pada semua benda mati dikamarnya.


Pintu kamarnya terkunci, namun Mamanya tau bahwa anak kesayangannya itu sedang marah karena saat Jason pulang kerumah siang tadi ia melihat anaknya itu berlari kekamar dengan raut wajah merah padam, ia tau anaknya itu sedang mengacak-acak seluruh isi kamar, walaupun dikamarnya tidak terdengar apapun karena kamarnya memakai peredam suara.


Mama Mila sedang berdiri didepan pintu kamar anaknya, ia ragu untuk mengetuk pintu, namun rasa penasarannya begitu tinggi. Karena baginya kalau Jason marah begini, berarti Jason tidak baik-baik saja. Jason akan berubah seperti orang kesetanan jika ia telah benar-benar marah.


"Jason, buka pintunya nak, turun makan siang dulu..." Mama Mila memanggil putra tunggalnya itu.


Tidak lama pintupun dibuka oleh Jason, Mama Mila terkejut melihat keadaan Jason dan kamarnya yang berantakan, tangannya yang berdarah, muka yang sangat kacau namun sangat lebih terkesan dingin semakin menambah aura menakutkan seorang Jason.


"Jangan seperti ini Nak, ada Mama..." Mama Mila membelai pipi anaknya itu dan lalu memeluk anaknya erat. Seketika Jason pun ambruk dalam pelukan Mamanya.


"Cerita nak, mama akan selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahmu, jangan seperti ini, kau menakuti mama sayang" Mama Mila mulai menangis.


"Sakit Ma" Memang Jason adalah seseorang yang dingin dari luar, namun jika ia telah menyayangi seseorang ia akan begitu mudah mengekspresikan dirinya, seperti saat dengan Mamanya dan begitu pula dengan Shirleen.

__ADS_1


"Cerita nak, ayok... Jangan seperti ini" Mama Mila menyuruh Jason untuk bangkit dan duduk di ranjang king size miliknya.


Jason hanya tertunduk lesu, sungguh ia malu mengatakan semuanya dengan sang Mama, walaupun mungkin Mamanya sudah mengetahui masalah ia yang mengejar-ngejar istri orang dari Papanya.


Jason tidak berani bersuara, bibirnya begitu kelu untuk menceritakan semuanya.


Namun baginya hanya dengan Mamalah ia bisa terbuka tentang semua masalahnya.


"Aku begitu mencintainya Ma" Akhirnya Jason mulai mengeluarkan isi hatinya.


Mama Dila hanya mengangguk, nampaknya ia kini sudah tahu apa masalah yang sedang putranya hadapi, karena beberapa hari sebelumnya suaminya sudah bercerita anak kesayangannya ini mencintai yang tidak harusnya dicintai oleh anaknya.


"Lalu" Mama Mila menanggapi ucapan Jason.


"Aku hanya adik baginya" Jason mulai mengepalkan tangannya, ia tidak bisa mengeluarkan apa yang dikatakan Shirleen tadi dari mulutnya.

__ADS_1


"Sayang, bagaimanapun merebut milik orang lain itu tidaklah benar nak, sama sepertimu, ia juga berhak bahagia, karena sesuatu yang dipaksakan itu tidaklah akan pernah menjadi baik" Mama Mila mulai memberikan petuahnya.


"Ma, Shirleen akan bercerai, suaminya menghianatinya dengan selingkuh dengan wanita lain, lalu aku datang untuk menghiburnya, aku datang untuk membalut lukanya, namun dia tidak mengerti perasaanku, segala yang aku tunjukkan padanya selalu saja diabaikan olehnya, aku tidak mau menjadi teman atau adik bagi Shirleen Ma, aku mencintai dia Ma" Kini Jason sudah bisa menjelaskannya dengan tenang.


"Nak, dengar Mama, dengan kau yang begitu mencintai Shirleen Mama akan terima Shirleen apapun statusnya, namun tanamkan dalam hatimu, ingat pesan Mama ini, Shirleen itu adalah wanita yang telah gagal dalam rumah tangganya, tidak mudah baginya untuk memulai sesuatu yang baru, berikan dia waktu untuk membuka hati, untuk mengikhlaskan kegagalan dalam rumah tangganya dan coba untuk belajar memahaminya namun tetap berusaha untuk mendekatkan diri padanya" Mama Mila memberi dukungan dan nasihat untuk menghadapi masalah putranya.


Jason pun melemah, ia merasa telah gegabah dalam bertindak, ia sangat marah tanpa tau apa yang dirasakan Shirleen.


Ia merasa selalu ingin dimengerti Shirleen, namun ia sama sekali tidak mengerti apapun dalam hidup Shirleen, mungkin ia tau segalanya tentang Shirleen, informasi pribadi dan masalah yang sedang Shirleen hadapi dapat segera ia ketahui dengan tinggal menjentikkan jari saja, namun isi hati Shirleen ia sama sekali belum bisa mengerti sejauh itu.


Ia merenung, kini yang ia takutkan, Shirleen akan marah kepadanya. Dan ia tidak mau itu terjadi.


Ya begitulah pemikiran bocah, sedewasa apapun kalau yang namanya bocah itu tetap ada sisi egoisnya. Walaupun ia mau mengerti dengan menerima saran dari orang lain, namun jiwa muda tetap selalu saja memberontak saat apa yang tidak ia sukai, apa yang ia inginkan, saat harapan tidak sesuai kenyataan.


Ia lupa, saat ia sudah berani mencintai seseorang, ia harus berani mengalah lalu terluka. Karena cinta yang sebenarnya adalah ketika melihat orang yang kita cintai tersenyum bahagia dan baik-baik saja, walau kita harus menahan apa yang tidak sinkron dengan hati kita sekalipun.

__ADS_1


"Maafkan aku By" Jason.


Bersambung...


__ADS_2