
Disinilah Jason sekarang, jari-jarinya begitu terampil mengetikkan sesuatu pada layar dihadapannya, disebelahnya tak mau kalah seorang wanita tampak berlomba menuntaskan sesuatu.
Sudah lima jam ia berkutat dengan jaringan dan sistem, masuk dari akun ke akun lainnya, mengerjakan pekerjaan gila yang telah membuatnya kaya raya.
Finished, usahanya tidak sia-sia hampir empat milyar USD terkirim ke berbagai rekeningnya yang sudah ia pecah berbeda, sebagian besar dari uangnya mengalir pada bank-bank yang berlokasi di tiongkok dan amerika, ia sudah biasa melakukan ini.
Kini rekening yang memang sudah gendut bertambah menggendut pula, hasil dari membobol berbagai bank di Asia.
Kini ia bisa bertos ria dengan rekan seperjuangannya, yaah hacker andalannya siapa lagi kalau bukan Shakira.
Tidak dipungkiri walau tampak elit, namun Jason tidak lebih dari seorang perampok. Meski begitu ia tidak pernah perduli, ia hanya tau menyenangkan hatinya, baginya memenangkan sebuah misi adalah suatu pencapaian luar biasa, kebanggan baginya.
"Kau masih mencintainya ?" tanya Jason pada anak buahnya itu, saat ini mereka berdua tengah menikmati malam bertabur bintang dari sebuah jendela yang ada di markas mereka.
"Tidak Tuan Muda" walau berat, ia masih ingat pesan tuan mudanya waktu itu, ia tidak punya banyak nyawa jika berhadapan dengan tuan mudanya ini.
"Kalau kau masih berhubungan dengannya, berarti kau pun sama" Kata-kata itu masih begitu melekat diotaknya.
Siapa ? Heh memangnya siapa yang berani lawan hei Tuan Penguasa ?
"Heh jangan dianggap serius, jika memang suka aku tidak melarang" ucap Jason dengan nada mengejek, namun justru membuat pipi Shakira memerah.
"Dia, dia akan menikah" ucap Shakira pelan namun masih bisa didengar oleh pendengaran Jason yang begitu tajam.
"Menikah ?"
"Iya, dia bahkan mengundangku"
__ADS_1
"Hah, apa dia sudah gila, menikah tanpa sepengetahuanku, kurang ajar bocah itu apa dia memang mau mati ?" Ucap Jason, sekarang lihatlah malah dirinya yang kebakaran jenggot mendengar kabar hendak menikahnya Roy.
"Apa Tuan Muda belum mengetahui ?"
"Yaaa bajingan sepertiku mungkin memang tidak akan diundang olehnya" Walau kesal Jason segera merubah ekspresinya, memalukan hanya karena tidak diundang menjadi sampai sebegitunya.
"Kapan pernikahannya ?" lanjutnya lagi.
"Minggu ini Tuan Muda, bukankah acaranya juga bertempat di hotel Tuan Muda"
"Hotelku ?"
"Iya, hotel ARAD" jawab Shakira malas.
Sudah hentikan, kenapa malah membahas pria tidak tau diri itu sih.
Dengan malas Shakira membuka tasnya, undangan itu selalu ia bawa kemanapun, kadang juga tak henti-hentinya ia pandangi, namun ia sama sekali tidak berani membukanya, menurutnya sebongkah hatinya pasti akan sangat sakit lalu patah menjadi kepingan jika melihat kenyataan ini, jujur saja ia belum siap atau mungkin tidak pernah akan siap.
"Ini Tuan Muda" disodorkannya kertas warna merah yang tampak elegan itu.
Jason membuka sebuah kesaksian itu, namun rupanya benda sialan itu berisikan hal diluar ekspektasinya, bahkan kini ia serasa dipermainkan.
"Kau datanglah ke acaranya, dia khusus mengundangmu" ucap Jason acuh. Sia-sia saja rasa penasarannya tadi.
"Tidak, jika Tuan Muda saja bisa tidak datang, aku juga bisa tidak hadir di acara itu" ucap Shakira namun terlihat jelas betapa berat ia mengatakan itu. Semburat kecewa menghiasi wajahnya yang belum ahli melakukan dusta.
"Hei, aku memang tidak akan datang, lagian kenapa juga aku harus menghadiri acara gila semacam itu, dasar kaum bucin" dengus Jason. Ia lupa mungkin saja Shakira belum membaca isi surat undangannya. Bukankah tadi Shakira bilang Roy akan mengundangnya untuk acara pernikahan.
__ADS_1
"Maksud Tuan ?"
"Ini, ini kau bacalah dengan mata melotot, biar makin jelas penglihatanmu, baca ditempat terang jangan remang-remang kayak gini, baca baik-baik jangan ada satu kata yang terlewat, undangan pernikahan macam apa ini ?"
Jason melemparkan undangan berwarna merah terang itu pada Shakira, kemudian dengan kesal ia berlalu pergi.
Pelan Shakira membaca undangan yang sempat tidak ingin ia buka itu.
Baru kalimat pertama saja ia sudah membulatkan matanya. Jantungnya marathon, sungguh, apa-apaan ini ? Ia merasa dikerjai.
To : Shakira.
Aku tunggu kau di Hotel ARAD jam tujuh malam, mau dinner denganku ?
Maaf belum bisa mewujudkan janjiku yang akan mengencanimu di Bali waktu itu, sebagai gantinya malam minggu ini bisakah kita anggap kencan pertama.
^^^From : Royand Z.^^^
Ternyata benar kata pepatah, jangan melihat isi hanya dari sampulnya, sama seperti undangan ini, siapa yang mengira kalau undangan berdesign romantis nan mewah dengan warna merah menyala serta tema bak undangan pernikahan itu ternyata isinya hanya ajakan untuk makan malam, oh Ya Tuhan makhluk tidak tau diri itu menyebalkan sekali.
Pantas saja Tuan Mudanya tampak kesal bukan main tadi. Ternyata undangan ini benar-benar sialan.
Shakira senyum-senyum sendiri, benar kata Roy waktu itu, benar saja ia pasti akan datang...
Aku pasti akan datang...
Bersambung...
__ADS_1
Like, koment, gift dan vote.