
"Plaaak"
Pipi Riska memerah karena tamparan keras Athar yang dilayangkan tiba-tiba.
"Keterlaluan kamu Riska, Tiara itu anak kandung kamu, sekecil itu udah mau kamu rusak hidupnya, dia itu baru kelas dua SMP, binatang aja masih bisa menyayangi anaknya kamu manusia malah tega melakukan hal sekeji itu, kamu bukan manusia Riska aku malu punya kakak kayak kamu" maki Athar, ia benar-benar tidak bisa membayangkan bahwa Tiara akan mengalami kekerasan seperti itu, salahnya yang kurang mengawasi karena menurutnya Riska adalah ibu kandung tidak akan mungkin menjerumuskan anaknya, cukup saja dengan kelakuan Riska yang selalu berbohong padanya meminta uang bilangnya untuk keperluan ini dan itu taunya untuk berfoya-foya.
Yah ia sudah tau, karena Delia kakaknya sudah menceritakan semuanya, termasuk ke tiga kakaknya yang ternyata tidak pernah terlambat mengirimkan uang untuk biaya pengobatan Ibu mereka setiap bulannya namun kenyataan sebenarnya uang itu tidak pernah sampai ke tangannya, ia sudah tau segalanya namun ia membiarkan karena untuk bulan ini kakak-kakaknya akan mentransfer langsung padanya tidak lewat Riska lagi.
"Maksud kamu apa sih ? Kenapa lagi itu anak Rendi" ujar Riska, ia benci karena mungkin Tiara sudah membongkar semua perlakuannya.
"Kamu jangan ikut campur yaaa, apa sih yang udah diomongin anak itu sama kamu" cerca Riska, ia memegangi pipinya yang memerah, sudut bibirnya juga berdarah, nampaknya Athar menggunakan seluruh tenaga untuk menamparnya tadi, ia berjanji dalam hatinya akan melaporkan tindakan Athar ini pada pihak yang berwajib.
Flashback.
"Sebenarnya..."
"Sebenarnya, Mama besok malam berencana mau jual tiara Om, sudah dua kali Tiara di jual oleh Mama, namun yang hari lalu Tiara bisa lolos karena ada Om yang kira-kira seumuran Om juga yang nolongin, depan Tiara kalau nggak salah namanya Om Roy dia bilang sama Om Om yang pengen beli jasa Tiara untuk berhenti gangguin Tiara, lalu Ara bilang terimakasih dan malah di kasih uang dua juta sama Om Roy, awalnya Tiara nolak karena takut tapi Om Roy itu bilang kalau Tiara pasti akan butuh uang itu, lalu Tiara pulang, lalu satu jutanya Tiara kasih ke Mama, bilangnya Tiara udah ngelakuin apa yang mama minta, untungnya mama percaya" jelas Tiara sambil terisak, ia malu mengatakan itu pada Omnya, ia malu dengan kelakuan bejat mamanya, tapi ia merasa hanya Om Atharnya lah yang bisa ia mintai tolong.
Athar menganga tidak percaya, bagaimana bisa saudara kandungnya melakukan hal sekeji itu. pada anak kandungnya sendiri lagi.
"Ara kira mama gak bakal lakuin itu lagi, tapi nyatanya mama kembali ngejual Tiara, Tiara hanya punya lima ratus ribu sisa dari satu juta tadi, karena lima ratus ribunya lagi udah Tiara bayarin ke SPP yang udah nunggak dua bulan"
Pilu, bagaimana bisa Athar tidak mengetahui penderitaan Tiara, kesibukannya di Kedai yang saat ini tiap hari sedang rame-ramenya pengunjung serta terlalu percaya dengan Riska membuatnya menganggap kalau Tiara baik-baik saja, padahal Rendi sudah mengamanahkan padanya untuk menjaga Tiara.
"Tiara nggak mau ngehancurin hidup Tiara Om, sebentar lagi Papa pulang, Tiara akan bebas dari Mama, bantuin Ara Om tambahin uang Tiara buat ngasih satu juta ke Mama" dengan isak tangis Tiara memohon, ia tidak tau lagi harus berbuat apa, berharap penderitaannya akan segera berakhir saat papanya sudah pulang, dan Mamanya akan tetap aman, karena ia juga berharap Om Atharnya tidak mengadukan semua perbuatan Mamanya ke Papanya, karena kalau iya bisa dipastikan Mamanya akan masuk penjara, dan Tiara tidak menginginkan itu terjadi.
__ADS_1
"Ara cukup" sanggah Athar "Ayo pergi dari sini, biar Om yang urus mama kamu nantinya" Athar sudah naik pitam, ia tidak menyangka ia mempunyai kakak sebejat seburuk Riska.
Kemudian Athar berkemas menutup kedainya, pengunjung yang masih nongkrong di kedainya dengan berat hati terpaksa ia suruh pulang, dengan mengendarai motornya ia menuju rumah Delia, ia harus membicarakan sesuatu pada Delia dan menyuruh Delia mengurus Tiara.
Sesampainya dirumah Delia, Athar langsung berteriak tidak karuan memanggil kakaknya itu, ia tidak punya banyak stok sabar karena apa yang terjadi pada Tiara sungguh membuatnya geram.
"Ada apa sih, jangan teriak-teriak Thar, malu sama tetangga" ucap Delia sembari mengelus dadanya, ia melihat Tiara yang masih banjir akan air mata membuatnya semakin tidak mengerti situasi yang terjadi.
"Tiara, ada apa sayang, mana Mamamu" tanya Delia lagi.
"Kak Del, kamu bawa Tiara ke Pelembang malam ini juga, kamu urus keberangkatannya dan dampingi dia sampai ke tempat tujuan, ini uangnya bawa dia menemui Mas Rendi dan keluarganya disana" ucap Athar, kemudian ia memberikan uang senilai enam juta rupiah yang sempat ia ambil sebelum berangkat ke rumah Delia tadi.
"Tapi kenapa Thar ? Tenang, tenang cerita sama kakak, dek tolong ambilin Om kamu minum" ujar Delia memerintah anak bungsunya.
Athar pun menceritakan apa yang di ceritakan Tiara tadi, Delia lebih menggeram, ia seorang Ibu yang tidak akan pernah rela jika itu terjadi pada anaknya, namun kakaknya tanpa bersalah dan takut dosa malah melakukan hal keji semacam itu.
Flashback off.
"Aku dan Mas Rendi pastikan kamu bakalan di penjara Riska" ujar Athar, ia kemudian berlalu meninggalkan kakaknya.
Riska terdiam, ia lalu menuju kamar anaknya berniat untuk mengancam Tiara lagi, hal itu selalu ia lakukan supaya Tiara bisa tutup mulut tentang semua yang telah ia lakukan.
Namun ternyata Tiara tidak ada di kamarnya, entah kemana perginya Tiara pikirnya.
...###############...
__ADS_1
"Aku mau bilang, surat nikah kita udah di daftarin, bentar lagi aku kan lulus SMA nih, kamu siap kan untuk go public, aku nggak mau main rahasia-rahasiaan lagi dengan gitu semua orang bakalan tau status kita, kamu beneran milik aku dan aku milik kamu" ujar Jason sambil menarik hidung mancung Shirleen.
"Iihh sakit By" adu Shirleen "Ya itu gimana baiknya aja By, aku sih ngikut ajah, paling pasti fans kamu yang bakalan nangis kejer dan pastinya bisa-bisa aku di bully" jawab Shirleen.
"Nah makannya siapin mental aja, bukannya nakutin yaaa, kan aku udah pernah bilang aku itu sampe masuk ke mobil kamu waktu itu ya karena fans aku emang bar bar gak kenal ampun"
"Iya sih aku pecaya kalau itu, aku pernah lho koment foto kamu di IGe, eh malah di bully katanya aku iri, iri bilang bos dibales gitu ama netizen yang begitu mendewakan kamu" aku Shirleen, ia geli sendiri kala mengingat ia yang pernah diserang fans garis keras.
"Oh yaaa, foto yang mana, kalau aku tau, aku malah pengen bales, apa istriku gitu biar geger warganet" tanya Jason antusias.
"Iihhh lupa aku, tapi adalah nanti aku cek kalau gak tenggelam" jawab Shirleen.
"Hahahahahaha" keduanya tertawa bebas bersama.
"I love you By..." ucap Jason kemudian.
"I love you too" Jawab Shirleen dengan senyum manisnya, keduanya kemudian berpelukan hangat, menciptakan suasana romantis bercumbu mesra kala surga ini hanya milik mereka berdua, malam telah beranjak naik dua anak manusia itu siap melakukan tugas lemburnya.
Bersambung...
Hai readers, maaf yaaa di bab ini banyakan cerita Tiara, soalnya aku udah mau selesaikan konfliknya satu persatu, rencananya mau tamatin season 1 nya, nanti untuk season ke duanya masih mikir akan di gabung disini atau buat novel baru.
Terimakasih sudah membaca dan selalu mendukung karya receh ini, salam sayang dan peluk jauh dari aku "Pee" author tukang halu 😘😘😘
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
Happy reading !!!