
Hari ini Rendi pulang ke Jakarta, ia sudah geram-geram ingin melaporkan tindakan Riska pada kepolisian, namun semalaman juga Tiara menangis memohon padanya untuk tidak memperpanjang masalah, Tiara berdalih tidak terjadi apapun padanya dan ia sudah memaafkan segala perbuatan ibunya, namun apa yang telah di lakukan Riska begitu membuatnya terluka, bagaimana bisa seorang Ibu kandung menjual anaknya yang masih belia.
Riska baginya sudah diluar batas sudah gila. benar-benar tidak waras.
Tidakkah sangat mengharukan, seorang anak yang masih saja menyayangi ibunya meski sudah diperlakukan sangat buruk, saat ia masuk ke kamar anaknya dan Tiara sedang memakai hotpants saat itu, sehingga ia bisa melihat ada luka memar di paha anaknya, ia langsung bertanya dan Tiara menjawab kalau ia sempat terjatuh saat berolahraga di sekolah, tapi lagi dan lagi ia melihat dari mata Tiara bahwa anaknya itu sedang berbohong.
Seorang ayah yang benar-benar menyayangi anaknya tidak akan bisa terima, begitupun ia jika terjadi sesuatu dengan Tiara baik fisik ataupun mental ia tidak akan menerima.
Cukuplah Tiara menjadi korban atas perceraiannya dengan Riska, tidak untuk kesakitan yang lain.
Ia berencana menemui Athar, tapi Athar mengatakan ia tidak bisa, karena harus berjualan di kedainya, Rendi mengerti karena hanya kedai itulah yang bisa menghidupi iparnya itu serta untuk membiayai pengobatan Ibu mereka.
Sementara Athar, ekonominya sudah mulai membaik, karena kedainya sedang ramai pengunjung, apapun yang ia jual selalu saja habis setiap harinya.
Hal itu membuatnya tidak pernah lupa untuk selalu bersyukur, karena setelah melewati banyak hal, Tuhan tidak pernah membiarkan ia lama dalam keterpurukan. Kini ia sudah menerima apapun yang terjadi padanya.
Dan untuk Shirleen, meski nama itu sering kali melintas di pikirannya namun sekarang ia merasa tidak pantas bersanding lagi dengan mantan istrinya itu. Begitu banyak luka yang ia torehkan, ia melihat contohnya pada Riska yang nampak sangat trauma akan sebuah perceraian, ia berharap Shirleen tidak memiliki sifat seperti kakak sulungnya itu meski ia yakin sekali Shirleen tidak akan pernah begitu, Misca akan selaku di hujani kasih sayang jika bersama Shirleen, saat ini hanya itulah harapannya.
"Mas, kok melamun sih" ujar pembeli yang datang ke kedainya.
"Hemm, biasa lah kalau duda mah gitu, pasti lagi mikirin malam jumat yaaa, udah lama nggak tarung" ucap salah satu pengunjung juga yang menimpali, benar malam ini ternyata malam jumat, Athar bahkan lupa.
Rombongan ibu-ibu ini adalah langganannya yang rata-rata bertempat tinggal tidak jauh dari rumah Ibunya, sering kali mereka memborong semua dagangan Athar, semboyan mereka kalau ganteng yah sikat aja, Athar sampai tersipu malu karena sekarang ia sudah menjadi buronan ibu-ibu.
"Duh Ibu bisa aja, mau pesen apa Bu" tanyanya ramah.
"Nanti kami ada arisan rumah Bu Neli jam dua,mau pesen pisang gorengnya tiga ratus biji, tapi Thar kau buatlah yang versi biasa, jangan kau kasih pula itu tabur-tabur segala, soalnya tabur-taburnya itu yang bikin mahal ye kan" ucap Bu Ros, yang bisa Athar kenali pasti ibu itu suku batak.
__ADS_1
"Apa lagi kelen, sudah ku bilang Thar aku aja tadi yang pesen kesini, tapi para Ibu ibu ini udah kek ulat nangka girang kali mau ikut" lanjut Bu Ros lagi bicara pada Athar.
"Yeee kak Ros, jangan lah kayak gitu, Mas Athar pesen itu jus orangenya satu" ucap Bu Neli, sang pemilik acara nanti.
"Iya Mas Athar, aku juga mau dong, bobanya juga, kalian apa ?"
"Aku sama deh Mas, jus jeruk, ini yang tiga samaan aja"
"Oke, jadi jus jeruknya lima, bobanya satu yah, Bu Ros mau pesan apa lagi ?" tanya Athar.
"Heemm, pesen kau lah jadi mantuku, pantesnya kau itu jadi mantuku ganteng gini" jawab Bu Ros.
"Heehh, bisa aja Bu, saya sudah duda Bu, anak Ibu masih perawan cari yang sama aja biar nggak nyesel dan rugi" jawab Athar meladeni sembari mulai membuatkan pesanan para ibu-ibu itu.
"Aahh biar dudalah gak papa, sama kali itu nggak ada bedanya kalau laki"
"Sudah tua Bu, saya sudah tiga puluh satu" jawab Athar.
"Aahh gak tua amatlah itu, masih cocok kau sama perawanku di rumah, umurnya sudah jalan dua delapan tapi masih belum juga dia kawin entah apa yang ditunggunya"
"Padahal aku udah mau gendong cucu pun, tapi si gila itu gak ngerti sudah, heeehh kesal kali aku kadang Thar, nengok mukanya pun males aku"
"Ya mungkin anak ibu belum mau menikah Bu" jawab Athar ramah.
"Ku lamar saja kau ya Thar, cemana mau gak kau ?" ucap Bu Ros spontan, ia hanya bercanda tapi kalau Athar mau ya buat apa berlama-lama.
"Sudah Bu, kalau memang jodoh nggak akan kemana, saya masih mau sendiri dulu, fokus menjalankan usaha saya dulu biar sukses" tolak halus Athar.
__ADS_1
"Aahh sudah ku duga kalau kau gak mau, tapi kalau kau berubah pikiran bilang ya, ku kasih lah kau modal buat bikin resto baru, senang hidup kau kalau jadi mantuku" bujuk Bu Ros lagi.
"Iya Bu, kalau jodoh pun nggak bakalan kemana"
"Nah ini, sudah jadi Ibu Ibu, maundi bungkus satu satu atau gimana ?" lanjut Athar.
"Gak usah di bungkus Mas, langsung minum saja" jawab Bu Neli.
Lalu Athar memberikan semua pesanan ibu-ibu itu.
"Gimana Mas Athar, DP dulu seperti biasanya kan, ini tiga ratus dulu sisanya nanti pas anter pesanannya yaaa" ujar Bu Neli.
"Iya Bu, seperti biasa, nanti jam setengah dua pesanannya pasti sudah sampai di rumah Ibu, terima kasih Bu" balas Athar, ia mengambil uang dari tangan Bu Neli.
"Iya, makasih lho Mas Athar"
"Iya Bu, saya berterima kasih juga"
Masih ada sisa empat jam untuk menyiapkan segalanya, setelah para ibu-ibu rempong itu pergi Athar mulai menyiapkan segala bahan supaya nanti tidak terlambat menghidangkannya.
Ia berkutat dengan pekerjaannya, ia tidak menyangka kalau ia ternyata akan menjadi pedagang seperti ini, dulunya ia selalu mengandalkan ijazah sarjananya mencari kerja kesana kemari namun begitu sulit rasanya, saat ia berada di titik terendah, lalu ia mencoba bangkit dan memulai perubahan pada dirinya, hingga kini pelan tapi pasti ia berhasil dan sudah menuju kesuksesan.
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
__ADS_1
Happy reading !!!