
"Aku tau seorang pengecut sepertiku tidak pantas untukmu, selama ini aku tidak punya nyali untuk sekedar membalas perasaanmu, bagiku kau sangat sempurna hingga aku serasa patah hati duluan jika mencoba berandai disandingkan denganmu, ini bukan gombalan, aku tidak belajar dari buku atau quotes manapun, ini otodidak dari apa yang ada hatiku"
Shakira terpaku, benarkah dihadapannya kini adalah seorang Royand Zuhrizal.
"Shakira, kuharap aku tidak terlambat, kuharap kau masih Shakira yang sama, yang katanya sangat menggilaiku, hari ini bolehkah aku ingin membalas perasaanmu, Shakira... maukah kau menikah denganku ?" Yah Roy memutuskan untuk melamar Shakira pada kencan pertama mereka, disukai gadis secantik Shakira adalah sebuah keberuntungan baginya, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.
Hanya satu yang ia sayangkan, Shakira sama dengan Tuan Mudanya, terlibat pekerjaan haram, dan itu akan menjadi tugasnya merubah wanita dihadapannya ini, jika nanti Shakira menerima lamarannya.
Roy masih berlutut menunggu jawaban dari Shakira, satu tangannya memegang kotak kecil berwarna merah yang berisikan sebuah cincin lamaran yang tidak tau akan sampai atau tidak dikenakan pada jari manis Shakira, nafasnya tercekat nadinya melambat dan jantungnya serasa ingin melompat sudah lima menit berlalu Shakira masih betah memandangi wajahnya tanpa mengatakan apapun.
Sayang sekali, Roy mulai pegal di posisi berlutut seperti itu, entah apa yang dirasakan Shakira hingga betah mematung begitu.
Apa begitu terkejutnya mendapat pernyataan cinta dariku, hei hacker sialan lututku mulai kram ini.
Sepuluh menit, lima belas menit saat Roy melirik rolexnya, apa iya ada wanita yang mengekspresikan keterkejutannya seperti ini ? Berlebihan sekali batinnya.
"Shakira, sudah belum mikirnya, kakiku mulai pegal" hancur sudah suasana romantis yang tadi ia rencanakan, ia tadinya sudah berbesar hati bahwa dengan secepatnya Shakira akan mengatakan "Ya" namun sayang sekali harapan tidak sesuai dengan kenyataan.
"Eehh, maaf, kau tadi bilang apa ?" ucap Shakira bagai orang yang baru sadar dari terhipnotis.
Oh yaaa Tuhan, cobaan apa lagi ini, apa dia tidak dengar kalau aku ngajakin dia married tadi, sia-sia saja.
"Tidak ada, lupakan"
"Roy, kau tadi bilang apa ?" rengek Shakira.
__ADS_1
"Tidak ada, aku tidak bilang apa-apa" Terlanjur kesal, Roy memilih duduk lalu menyantap steak dihadapannya dengan garang, ia kesal sekesal-kesalnya.
Shakira masih berdebat dengan pikirannya, sebenarnya apa yang telah terjadi padanya.
Ia mencoba mengulang memori ingatannya mengapa seolah-olah Roy marah padanya. apa lagi yang sudah ia perbuat kali ini.
Flashback.
Shakira masih menunggu kedatangan Roy setelah tadi ia dipersilahkan resepsionis untuk menunggu di ruangan yang telah disediakan.
Alangkah terkejutnya ia, tema candle light dinner adalah pilihan Roy untuk kencan pertama mereka.
Ternyata mausia tidak punya hati itu bisa romantis juga.
Tidak lama datanglah sang pangeran yang ia tunggu, Roy tampak begitu tampan dengan setelan jas formal namun tetap elegan sangat cocok bersanding dengan gaun yang Shakira kenakan.
"Kau suka ?" Tanya Roy setelah sepersekian menit keduanya hening tanpa suara.
"Yah, ini sangat romantis !" jawab Shakira, ia memberikan senyum malu-malu terbaiknya. Jurus memikat lelaki yang ia pelajari di buku berjudul Tata cara kencan yang baik.
Keduanya terlihat berbincang santai sambil bersantap, ini pertama kalinya bagi Shakira dan Roy bicara banyak tanpa adanya perdebatan, biasanya selalu saja ada bahan untuk memulai pertengkaran. Namun kali ini sebisa mungkin keduanya menyampingkan ego dan bersikap nyambung dengan obrolan masing-masing.
Roy bangkit dari duduknya, berlutut dan memegang lembut tangan Shakira, satu tangannya lagi mulai memperlihatkan kotak kecil berwarna merah yang berisikan cincin dengan inisial S.
Apa dia mau melamarku, oh my God, jantungku, jantungku jangan dulu berhenti...
__ADS_1
Dilihatnya bibir Roy seperti mengatakan sesuatu, namun ia sama sekali tidak mendengar, ia terus memandangi wajah yang telah membuatnya jatuh cinta berkali-kali seperti malam ini, ia kembali jatuh cinta lagi.
Shakira terpaku, benarkah dihadapannya kini adalah seorang Royand Zuhrizal.
Lama ia memandangi wajah yang selalu ia idamkan itu, rasanya ia ingin waktu berhenti disini saja, biarkan seperti ini, ini sangat romantis.
Tanpa ia ketahui pria dihadapannya itu sudah pegal berlutut sedari tadi.
Flashback off.
"Apa tadi kau melamarku ?" pekik Shakira tiba-tiba, Shakira sudah benar-benar sadar dari keterkejutannya, ia menebak-nebak apa yang terjadi karena mengingat sebuah cincin yang ia yakini bukan hanya khayalannya saja.
"Uhhukk uhuukk" Roy tersedak makanannya, segera Shakira mengambilkan minum untuk gebetannya.
"Maaf mengagetkanmu, aku sungguh baru sadar, apa tadi kau melamarku ?" ucap Shakira lagi, kali ini pelan.
"Lupakan saja, ayo makan, mari nikmati kencan pertama kita"
Apa ? Baru sadar kau bilang, lalu kau mematung seperti itu tadi kenapa, pingsan duduk ?
Dasar sia-sia saja aku cuap-cuap menciptakan kesan romantis melamarnya tadi, dia saja tidak dengar...
Roy sudah tidak mood makan malam, seumur hidupnya ini yang pertama kalinya melamar wanita, bahkan pertama kalinya mengungkapkan perasaannya pada wanita, malah seenaknya bilang tidak sadar.
Dasar sialan...
__ADS_1
Bersambung...
Like, koment, gift, dan vote.