Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Kenapa sakit.


__ADS_3

Jason dan Shirleen sudah kembali ke rumah mereka, Jason tampak begitu lelah entah apa yang dikerjakan suaminya itu di kantor tadi pikirnya.


"Kau tampak lelah By" tanya Shirleen.


"Sedikit, kenapa ? Tapi aku tidak lelah jika kau mau..."


"Dasar mesum" umpat Shirleen, ia sudah tau apa yang akan dikatakan suaminya itu hanya dari kerlingan mata saja.


"Memangnya aku mau apa ?" tanya Jason.


"Kau... Kau mau..." gagap Shirleen. "Sudahlah, mau dibikinin kopi nggak ?" alih Shirleen.


"Eemm, apa ada pilihan lain ?" tanya Jason lagi, mata itu menatap genit pada istrinya.


"Teh, mau teh ?"


Jason menggelengkan kepalanya, istrinya itu memang susah untuk diajak berkompromi nampaknya.


"Susu ?"


Jason mengangguk patuh, nampaknya minum susu di siang hari juga tidak terlalu buruk.


"Baiklah sebentar akan aku buatkan" Shirleen hendak menuju dapur namun langkah kakinya tertahan kala Jason menarik tangannya dan sayangnya tubuhnya berbalik malah berakhir di pelukan Jason.


"Mau kemana By ?" tanya Jason.


"Mau bikin susu kan" jawab Shirleen, ia menundukkan wajahnya malu, aah suami berondong ini selalu saja seperti ini membuat jantungnya sedikit sulit di kondisikan.


"Lebih hemat waktu dan biaya, kalau untuk susu aku lebih suka yang dari sumbernya" Jason malah sudah membuka kancing kemeja Shirleen, dan terpampanglah yang menantang berisi sumber makanan Jacob dan mungkin sebentar lagi akan direbutnya.


"Kau mau ap..."


"Plup" Jason sudah merasai duo keny*l itu, menyesapnya dengan sedikit rakus, sebenarnya tadi ia tidak letih, ia hanya tidak mau kalah dengan Roy yang baru malam pertama semalam, sungguh otak bocilnya telah bekerja dengan baik.


"Aahh" dengan masih di posisi berdiri Shirleen hanya bisa mere*as rambut Jason untuk menahan sensasi yang menggelikan ini.


Jason lalu membopong istrinya itu menuju kamar mereka, Jacob sudah tertidur karena habis di perjalanan tadi, sementara Misca belum juga pulang dari kedai ayahnya ditemani Ipah, Jason tau itu hanya Shirleen yang tidak mengetahuinya.


Bukannya malah membaringkan istrinya itu di ranjang, Jason malah membawa istrinya itu ke kamar mandi, mendudukkan Shirleen di atas wastafel.


Menautkan keningnya dan Shirleen, kemudian bercumbu mesra saling bertukar saliva, ciuman yang pelan itu tak lama berubah memanas bergairah.

__ADS_1


Tangan Jason tidak tinggal diam, jari laknat itu terus saja memainkan bukit kembar Shirleen.


Nafas keduanya memburu, ah sudahlah nikmati saja.


Jason melepaskan ciumannya, membiarkan Shirleen meraup oksigen sebanyak-banyaknya sebelum kemudian mulai lagi.


Tatapannya penuh naf*u, Shirleen tau mereka akan melakukannya lagi, disini di kamar mandi.


Dan terjadilah sesuatu yang memang harus terjadi, di temani gemercik air pasangan berbeda usia itu tampak menikmati setiap moment yang ada.


Entah apa yang kali ini Yudha lakukan, dari tadi ia terus saja berbaring di tempat tidur, matanya terus saja menangkap pada layar ponselnya.


Ia belum pernah segila ini, menjadi stalking profesional, saking dilanda akan penasarannya, ia rela melakukan semua ini, awalnya ia mengunjungi akun instagram sahabatnya itu, lalu ia bisa menemukan akun instagram Shirleen dari banyaknya folowers @Jason_Arad, dan disinilah ia menjelajah akun @Weniwen sambil senyum sendiri dan kadang tertawa melihat hasil pencariannya.


"Ternyata lo cukup dekat dengan istrinya Junedi" gumamnya.


Ia belum memfollow Weni namun beruntung akun instagram wanita pujaannya itu ternyata tidak terkunci, dan itu membuat semuanya menjadi lebih mudah.


"Banyak kegiatan seputar pekerjaannya, banyak foto-foto baju, apa semua karyawan harus ikut promo baju-baju di Butik bosnya ?" tanyanya karena heran, akun instagram Weni begitu banyak postingan foto kebaya dan gaun.


Ia membuka beberapa komentar dan menemukan sebuah keganjalan, ada beberapa akun yang mengomentari menanyakan detil dan harga pada baju yang Weni promosikan.


"Nanya-nanya kok sama pegawai ?" gumamnya.


Karena makin ganjal, ia terus saja melanjutkan stalkingnya, di foto-foto bagian terakhir ia menemukan foto Weni dan Shirleen bersama seorang laki-laki, di foto itu ketiganya nampak berpenampilan seperti anak kuliahan, dengan caption Tuhan jangan hancurkan kebahagiaan kami hanya karena sebuah perbedaan, aku sayang kalian...


Yudha mengklik kolom komentar, nampak Shirleen mengomentari foto yang ternyata di unggah delapan tahun lalu itu.


@Ilensdj @Weniwen amiinn...


@Weniwen Harus ada traktirannya dong, hari special ini mana PJnya @Atr_Adj


@Ilensdj @Weniwen minta aja itu sama @Atr_Adj.


Ia mengklik akun @Atr_Adj, sungguh kekepoan sudah menguasai otaknya.


Namun sayangnya akun tersebut ternyata terkunci, ia tidak punya keahlian seperti Jason yang bisa membuka apa saja, ia hanya manusia biasa yang bernafas menggunakan paru-paru.


Ia kembali menjelajahi instagram Weni, dari tadi waktu tidur siangnya hanya ia gunakan untuk berselancar menstalking saja.


"Kenapa dia imut sekali waktu dulu, benar menggemaskan ?"

__ADS_1


Sementara di belahan bumi lainnya,


"Ayah, Misca pulang dulu yaaa, nanti kapan-kapan Misca kesini lagi" ucap Misca, ia puas sekali bisa bermanja lagi pada ayahnya itu.


Hari sudah menjelang sore saat ia menanyakan pada Bi Ipah tadi, dan baginya sudah cukup melepas rindu pada sang ayah.


"Misca dan Bunda tinggal dimana saat ini ? Kalau Ayah mau main nanti boleh kan" tanya Athar, sebenarnya ia begitu penasaran.


"Kata Papa nggak ada yang boleh tau kami tinggal dimana, Misca tidak bisa bilang" jawab Misca.


"Kok gitu ?"


"Apa Bundanya sudah menikah lagi ?" kali ini Athar menanyakan tentang Shirleen lagi pada Ipah.


"Iya Tuan" singkat Ipah.


"Dengan siapa ?"


"Saya tidak bisa menjawab apapun diluar pekerjaan saya Tuan"


"Ck, selalu saja begitu" ujar Athar, karena maid dihadapannya ini serasa sangat patuh akan tuannya, bagaimana mungkin ia tidak bisa mengorek sedikit saja informasi tentang Shirleen kecuali satu yang ia tau Shirleen sudah menikah.


"Tapi apa dia baik-baik saja ?" tanya Athar lagi.


"Saya tidak bisa menjawab apapun jika itu diluar pekerjaan saya"


"Ah iya memangnya aku bisa apa, aku yang bodoh ini bisa-bisanya bertanya pada robot sepertimu" kesal Athar.


"Ayah, Bunda baik-baik saja, adik bayi juga, ada Papa yang selalu jagain kita" ucap Misca.


Athar tersentak kala mendengar jawaban Misca ada Papa yang selalu jagain kita, itu berarti posisinya benar-benar sudah tergantikan, yang sudah dilepaskan memang tidak akan pernah pulang, ia tidak seharusnya berharap demikian.


"Papa baik kok Ayah, selalu sayang Bunda, Misca dan adik bayi" ucap Misca lagi.


Papa, kata-kata itu bagai berdengung di telinganya, ia yang pernah menggantikan posisi Shirleen dengan wanita lain, tapi nyatanya meski kata ikhlas sudah keluar dari mulutnya, mengapa ada rasa sakit yang terselip saat posisinya tergantikan, terlebih Misca anaknya itu nampak dengan senang hati menerima penggantinya yang mereka panggil dengan sebutan "Papa"


Apa ini yang Shirleen rasakan saat posisinya tergantikan dulu, kenapa sakit...


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...


Happy reading !!!


__ADS_2