Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Berhenti menjadi baik.


__ADS_3

"Jangan sentuh dia !!!"


"Yudha..." ucap spontan Sarah saat melihat siapa yang menahan tangannya.


Mantan terindah yang sudah ia lupakan itu kini berada di hadapannya.


"Lepasin, gue pengen nampar ini muka ja*ang" ucap geram Sarah.


"Yang lo katain ****** itu pacar gue" ucap Yudha tegas, membuat Weni melongo tidak percaya, sungguh pengakuan semacam apa ini ?


Sarah pun tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, bertahun-tahun yang ia tau Yudha tidak bisa move on darinya, lalu kenapa hari ini Yudha malah mengatakan kalau wanita yang baru saja bermasalah dengannya ini pacarnya.


"Bohong, kalian..."


"Kami pacaran" potong Yudha, ia bahkan memeluk tubuh Weni paksa untuk membuktikan pada Sarah bahwa ia dan Weni memang berpacaran.


Ingin sekali Weni protes akan pengakuan Yudha, namun entah mengapa lidahnya memilih kelu tidak mampu bicara apapun, mungkin ketakutan tadi belum juga hilang dari perasaanya.


"Lo itu belum bisa move on dari gue, sehingga lo ngaku-ngaku pacaran sama dia, Yudha Yudha gimana bisa coba" ucap remeh Sarah.


"Cup" Yudha mencium Weni, setan sudah merasukinya karena ia merasa harus membuktikan pada Sarah bahwa sudah tidak ada lagi nama itu di hatinya, ia malah bertindak gila diluar batas kebijakan pacaran di tanah air ini. Namun nampaknya aksinya memang berhasil, Sarah seakan mematung tidak bisa mempercayai.


"Dia pacar gue, dan lo, lo yang begitu yakin kalau pacar gue yang udah godain laki lo, oke gue kasih bukti, Ga putar CCTVnya" ucap Yudha memerintah Angga.


Lalu Angga menghubungkan rekaman cctv yang tadi sudah ia salin di ponselnya itu ke TV di cafe tersebut.


Terpampang nyatalah siapa yang bersalah, para pengunjung cafe pun terhenyak, ternyata mereka telah salah menilai.


Weni begitu malu, meski namanya berhasil bersih namun rasa malunya sudah sampai di ubun-ubun kala terlihat dengan jelas ia sedang di goda lelaki, sungguh ia tidak sudi melihat semua itu.


Yudha yang merasakan pergerakan Weni yang semakin menyembunyikan wajah di dadanya itu pun segera mematikan rekaman peristiwa tersebut.


"Ada gue" lirih Yudha berbisik pada Weni.

__ADS_1


"Heh, yang lebih bejatnya lagi, saat ada yang mengetahui tapi gak tertarik buat menghentikannya, gue rasa disini ada beberapa pengunjung yang mengetahui kejadian sebenarnya tapi anehnya mereka malah diam saja seolah bukan menjadi urusan mereka, semoga saja tidak terjadi dengan keluarga kalian para orang-orang yang beranggapan tidak perlu urus dengan hal semenjijikan ini" sindir Yudha pada semua orang disitu.


Sarah geram sekali rasanya, ia sudah membela orang yang salah, ternyata suaminya lah yang telah main gila.


Namun ia juga tidak menyukai Weni, karena Weni yang ternyata adalah pacarnya Yudha. Mantan terindah memang sulit dilupakan, ia tidak bisa menepis bahwa perasaan itu sebenarnya masih ada.


Weni melepaskan diri dari pelukan Yudha, lalu segera mengambil tasnya, ia memilih pergi meninggalkan cafe yang sudah mencemarkan nama baiknya itu.


"Ga kejar dia" perintah Yudha lagi.


"Gue pastiin laki lo bakal mendekam di penjara atas pencemaran nama baik cewek gue" ujar Yudha mengancam dengan sangat serius.


Kemudian Yudha berlalu pergi, ia harus menyusul Weni dan menjelaskan semuanya, kini tinggal urusannya dengan Weni saja.


Dreett dreettt, sebuah pesan dari Angga masuk ke ponselnya.


📩 Dia di tempat biasa kita latian, sengaja gue bawa kesini biar nggak ada lagi orang yang liat dia.


Yudha memutar langkahnya, ia masuk ke sebuah ruangan yang biasanya ia dan para sahabatnya berlatih band.


Disamping itu, ia segera menyuruh Angga untuk pergi ke ruang CCTV untuk menyalin apa yang telah terjadi, jadi begitu nanti ia kesana maka ia sudah mempunyai bukti.


Saat ia melihat Sarah yang datang dan langsung marah-marah ia jadi penasaran, siapa yang telah menjadi korban suami mantannya itu, dan ia merasa ia harus menolong wanita itu dengan menjelaskan pada semua orang siapa yang bersalah.


Dan alangkah terkejutnya ia kala ternyata wanita yang di goda oleh suaminya Sarah adalah gebetannya sendiri, ia menjadi murka dan terlebih inilah saatnya ia menunjukkan pada Sarah bahwa ia sudah move on.


Bak pahlawan ia berhasil membersihkan nama Weni, meski sebenarnya ia tau Weni juga pasti akan marah padanya.


"Dia baik-baik aja ?" tanya Yudha pada Angga.


"Tidak terlalu, tuh cewek siapanya lo sih, main ngaku-ngaku aja lo, mana nyosor lagi" ujar Angga, ia penasaran karena tidak mungkin sahabatnya itu bisa berkata seyakin tadi, kalau hanya untuk memanas-manasin Sarah, ia rasa Yudha tidak akan senekat itu.


"Pacar gue" ucap gampang Yudha.

__ADS_1


"Buset dah, halu aje si cebong" ejek Angga.


"Lo keluar bentar, gue mau ngomong ama dia"


"Ati ati yang ketiga setan" ucap Angga sebelum akhirnya ia keluar.


"Makannya gue suruh lo keluar pe'a, kalau nggak mau jadi setannya" umpat Yudha.


"Wen, maafin gue ya" ucap Yudha, saat ini ia sudah duduk di sofa di ruang latihan band mereka.


Weni tidak bergeming, tatapannya kosong, bayang-bayang Rasya yang menggodanya, melecehkannya masih sangat membekas diingatannya.


Apa lagi saat ia di fitnah, saat seolah-olah ialah yang ja*ang penggoda, bagaimana bisa.


Air mata mengalir dari sudutnya, "perawan tua" sungguh baru kali ini ia menyesal menyandang status tersebut. Apa karena ia belum menikah di usianya yang tak lagi muda sehingga ia bisa dianggap rendah seperti itu.


Dulu ia hanya tau mengejar karier, baginya ia akan menikah dengan orang yang tepat, apa lagi saat ia melihat sendiri apa yang telah terjadi pada Shirleen, ia semakin percaya bahwa lebih baik lambat menikah namun dengan orang yang tepat dari pada cepat menikah tapi hanya akan bikin sakit hati saja.


"Wen, gue tau lo marah, tapi..."


"Udahlah Yud, gak perlu bahas itu lagi, jangan menunjukkan kalau kamu adalah seorang yang dengan gagah berani menunggang kuda untuk menyelamatkan sang putri, tidak kamu pun sama brengseknya" ucap Weni, ia kecewa, untuk kedua kalinya Yudha telah mencuri ciuman darinya, apa lagi ia sudah menduga alasan Yudha melakukan itu padanya.


"Gue, brengsek, maksud lo apa ?" heran Yudha.


"Berhenti menjadi baik, kalau pada kenyataannya kamu tidak melakukan semua itu atas dasar cinta, bisa-bisanya kamu nyium aku didepan orang banyak kayak gitu, aku begitu menjaganya, padahal aku hanya akan memberikan ciuman ini pada orang yang aku cintai bukan kamu yang dengan mudahnya berbuat demikian" ucap lantang Weni.


"Wen, aku..."


Bersambung...


Tuh udah dibonusin ceritanya Yudha, siapa tadi yang request, ceritanya Yudha ini masih panjang yaaa, makannya aku selipin sedikit-sedikit disini karena ini lapaknya Jason, nanti kalau udah sempat aku bikinin deh sequel mereka.


Siapa yang setuju, mari cung tangan ☝

__ADS_1


Btw minta votenya dung readers, minta bunga sama hadiah lainnya juga seikhlasnya, semangatin aku yaaa biar bisa crazy up 😁😁


Happy reading gaesss !!!


__ADS_2