
Hai ποΈ selingkuhannya Jason menyapa...
Selamat pagi, siang, sore, malem untuk semua readers Terjebak Cinta Berondong π Ada yang kangen nggak nih? Kalau sama Authornya kangen nggak? π€
Author mau promosi nih, Novel baru Author yang baru banget rilis.
Genrenya sci-fi gitu, kali aja ada yang minat cerita dengan genre kayak gitu.
Oke, langsung aja yaaa. Ini dia sinopsisnya!!!
Pernahkah berpikir mengenai sebuah teknologi yang bisa menjangkau masa depan?
Novel ini menceritakan seorang pria bernama Axle Lazarus yang tiba-tiba menerima panggilan telepon misterius dari seorang wanita yang tidak dirinya kenal.
Ternyata, sosok yang meneleponnya tersebut bukanlah manusia, melainkan sebuah program komputer cerdas yang bernamakan The Closer.
Sistem ini mengontrol setiap gerakan Axle dan memintanya untuk melakukan sebuah misi berbahaya untuk menyelamatkan dunia dari serangan *******.
Axle harus terjebak di tahun 2100, dalam situasi bumi yang sangat kacau.
Dia diberikan misi harus menghentikan serangan perbudakan manusia yang dilakukan oleh mesin, di mana pada kenyataannya banyak manusia mati mendadak jika tidak mengikuti apa yang diperintahkan oleh sebuah chip yang bersarang di kepala mereka.
Mampukah Axle menjalankan tugas yang mempertaruhkan nyawanya ini untuk menyelamatkan dunia? Atau dia malah terjebak di tahun mengerikan itu selamanya?
...Dan ini, cuplikan Babnya βΊοΈ...
Axle menyeringit heran kala melihat sesuatu yang aneh pada layar ponselnya. Sebuah panggilan asing tanpa nomor menghubunginya, sudah dari tadi ia mengabaikan namun siapapun di seberang sana tampaknya juga tidak menyerah.
Axle menggeser tombol hijau dan mulai mendekatkan ponselnya ke telinga, "Axle Lazarus, kau bisa menemui Ibumu setelah ini, apa kau berencana mengambil resiko?"
Suara seorang wanita menyapanya, ia terkejut kala seorang wanita itu mengenal namanya, "Siapa kau?" tanyanya keras.
"Temui kami di sebuah gedung tua, jika kau ingin Ibumu hidup lebih lama..."
"S*it..." Axle langsung saja menutup panggilan telepon itu, ia menganggap wanita di seberang sana sedang membual. Apa lagi menurutnya di tahun yang semakin sulit mencari pekerjaan ini, banyak sekali oknum tidak jelas yang melakukan penipuan.
__ADS_1
Axle Lazarus, pemuda dua puluh delapan tahun itu bekerja di sebuah Bank swasta yang cukup berpengaruh di negaranya. Selama ini, Axle hanya tinggal bersama Ibunya karena Ayahnya sudah meninggal sejak umurnya dua tahun.
Membahagiakan Ibunya adalah hal yang rasanya tidak akan pernah cukup dirinya lakukan, Axle adalah anak yang penurut, ia cukup berprestasi selama masa sekolahnya, pun setelah bekerja, kariernya termasuk cemerlang, hal itu tentu saja membuat Ibunya semakin bangga atas apa yang telah dicapainya.
Mendengar seorang wanita di seberang telepon mengancam keselamatan Ibunya, Axle sungguh muak, baginya menjadi pengemis pun masih cukup bisa dihargai ketimbang seorang penipu.
Namun tak berselang lama, sebuah pesan masuk ke ponselnya, ia awalnya ingin mengabaikan namun melihat yang dikirimkan padanya itu adalah sebuah vidio, jadi Axle memutuskan untuk membukanya.
Ternyata pesan tanpa nomor dari wanita misterius itu lagi, Axle mengklik mulai pada video itu dan seketika matanya pun melebar tidak percaya, terekamlah gerak gerik Ibunya yang sedang bersenandung riang sembari mengeluarkan kue dari oven.
Axle ingin mengabaikan, namun langkah kakinya malah sudah dengan cepat menuju dapur untuk melihat apa yang saat ini sedang Ibunya lakukan.
"Ibu..." serunya, Axle mendekat dan langsung saja mendekap tubuh Ibunya. Tidak percaya dengan apa yang terjadi, mengapa apa yang dilakukan Ibunya begitu sama persis dengan apa yang dikirimkan di vidio itu.
"Hei, ada apa?" tanya Marry, Ibunya Axle heran.
Axle belum menjawab, matanya mengedar pada seluruh ruangan, apa ada kamera pengawas yang terpasang, tapi siapa kiranya yang dengan gila berbuat demikian? Mengancam keselamatan Ibunya, apakah ini semacam prank, tapi mengapa harus membawa-bawa Ibunya.
Masih dengan keterkejutannya, tiba-tiba saja ponsel Axle kembali berdering, ia langsung saja menjauh, kesehatan jantung Ibunya sedikit memburuk akhir-akhir ini.
"Kami berada di mana-mana, tentukan pilihanmu sekarang!β
"Siapa kau?" tanya Axle lagi, ia berteriak karena merasa dipermainkan.
"Apa kau sudah memutuskan? Nyawa Marry Haffner berada di tanganmu. Dua belas kilo meter dari sini menuju arah barat, ada sebuah gedung tua yang tidak berpenghuni, kau bisa memulainya dari sekarang."
"Hei hei... Siapa kau!"
"Axle Lazarus, lakukan atau kau harus melihat Ibumu dalam kesulitan?"
Axle masih terus bertanya, sebenarnya siapa wanita yang meneleponnya itu, namun bersamaan dengan itu gerak Axle dengan cepat juga sudah mengambil mantel dan memakainya. Axle meninggalkan rumah tanpa berpamitan, ia kalut dan langsung saja menuju arah barat sesuai dengan apa yang diperintahkan.
___
Axle menemukan gedung tua yang terlihat usang, dengan perasaan ragu kemudian berdiri di depan pintu, percayalah Axle sedang mengurungkan niatnya untuk masuk.
Tiba-tiba ponselnya kembali berdering, Axle langsung saja mengangkatnya, ia bertanya lagi siapa sosok yang menelponnya itu dan berteriak menyuruh wanita itu menampakkan diri.
__ADS_1
"Masuklah!" titah suara wanita itu, dan kemudian panggilan itu terputus.
Axle masuk dan membuka pintu yang ternyata tidak dikunci itu, ruangannya sangat gelap dan pengap, lalu ia menekan saklar lampu dan betapa terkejutnya ia kala menjumpai sebuah cetak biru sudah mengambang di hadapannya bersamaan dengan lampu yang menyala.
Dari cetak biru tersebut juga, Axle mulai mengetahui, ternyata sosok yang menelponnya itu bukanlah manusia, melainkan sebuah program komputer cerdas yang bernamakan The Closer.
Sistem ini mengontrol setiap gerakan dan memintanya untuk melakukan misi berbahaya untuk menyelamatkan dunia dari serangan tero*is.
"Apa aku sedang bermimpi? Ini sulit dipercaya..." gumam Axle takjub. Ia ingin menolak, namun di cetak biru tersebut juga terpampang wajah Ibunya dan apa yang saat ini sedang Ibunya lakukan. Axle tau jika ia tidak menurut maka nyawa sang ibu adalah taruhannya.
"Mengapa harus memilihku?" tanyanya, ia menggeleng pelan, sejujurnya jika diberikan pilihan, ia tidak ingin terlibat dalam misi ini, meski jika Axle berhasil itu berarti Axle sudah berjasa menyelamatkan dunia dari bencana yang sebenarnya belum dimulai.
Yah, di cetak biru itu terpampang nyata apa saja yang harus dilakukannya. Axle harus terjebak di tahun 2100, dalam situasi bumi yang sangat kacau.
Ia harus menghentikan serangan perbudakan manusia yang dilakukan oleh mesin, di mana pada kenyataannya banyak manusia mati mendadak jika tidak mengikuti apa yang diperintahkan oleh sebuah chip yang bersarang di kepala mereka.
Chip itu ditembakkan oleh robot kecil berbentuk serangga sehingga serangannya kadang tidak bisa disadari oleh manusia.
Penetapan tujuan dan sasaran serta penyusunan strategi sudah terangkai di sana, Axle diberikan tiga nyawa saat ia menjalankan misi di masa depan, level kekuatannya akan bertambah seiring berjalannya waktu dan juga saat ia bisa memenangkan misi.
Axle mengamati cetak biru itu, ia membaca dengan teliti apa yang akan ia hadapi selama bertransmigrasi ke masa depan.
Misi pertama adalah ia harus menyelamatkan 500 nyawa. Jika Axle berhasil maka ia bisa mendapatkan ilmu bela diri yang tak terkalahkan.
Misi ke dua, menyelamatkan 1000 nyawa. Pada misi ini jika Axle berhasil, maka matanya akan mampu melihat benda sekecil apapun, jadi dengan kekuatan ini Axle bisa mendeteksi serangan robot serangga itu dengan mudah dan bisa meminimalisir serangan.
Misi ke tiga, menyelamatkan 5 negara pertama yang sudah tercemar wabah serangga, misi ini menghadiahkan nilai kecerdasannya bisa meningkat berkali-kali lipat. Dengan otak jeniusnya, Axle berupaya untuk mencari jalan keluar dari masalah perbudakan manusia itu, Axle mulai berusaha menemukan keberadaan pihak tero*is yang menjadi dalang dari semua kekacauan yang terjadi.
Misi ke empat, jika Axle bisa berhasil menemukan di mana keberadaan pihak tero*is yang mengandalkan mesin untuk perbudakan manusia itu, maka hadiah dari misi ke empat adalah dia bisa menghentikan dunia selama dua menit lamanya, dan di waktu dua menit itu Axle juga bisa membayangkan dengan nyata apa yang akan terjadi setelahnya.
Misi ke lima, Axle harus memberantas tero*is yang mengendalikan mesin perbudakan manusia itu. Dalam misinya kali ini, kekuatan akan datang dengan sendirinya jika Axle benar-benar membutuhkannya, Axle bisa menghilangkan diri tanpa jejak atau hanya meninggalkan bayangannya saja yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Dia harus menghacker sistem rancangan tero*is tersebut supaya bisa menghentikan kekacauan dunia.
...Oke, segini aja dulu yaaa, novel ini baru 2 bab, karena ini adalah novel yang rencananya akan diikutkan di event, jadi untuk lanjutnya harus nunggu dari pihak Noveltoon karena kerangka babku juga masih pending saat ini. ...
...Jika kalian suka sama ceritanya, kalian bisa tap β€οΈ Favorit dulu simpan di rak buku, biar nanti bisa tau kalau Author udah update. ...
Salam hangat dari selingkuhannya Jason, Eh... Dari Author maksudnya π€βΊοΈππ
__ADS_1