Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Lisa.


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Lisa bekerja, meski hanya menjadi pelayan cafe namun dirinya akan bekerja dengan sungguh-sungguh.


"Kamu tau kan ini cafe siapa?" tanya Ririn, dirinya mengenali Lisa, karena vidio asusila Lisa yang sempat viral.


Jantung Lisa berdegup kencang kala mendengar pertanyaan Ririn.


"Aku salut sama kamu, masih bisa..."


"Kak Ririn maaf, aku tidak ingin berbuat ulah, aku hanya ingin menjalani hidup normalku terlepas dari apa yang pernah aku lakukan, kalian yang melihat vidio itu boleh menganggap apapun tentang aku, termasuk menyebutku wanita hina pun terserah, tapi perlu kalian tau, kalian hanya mengenalku, tau namaku, namun tidak dengan hidupku!" ucap Lisa tegas, dia sudah menyiapkan mental sejak memutuskan untuk menghadapi dunia.


"Masih punya nyali kamu ya, aku heran kenapa Bu Shirleen bisa memilihmu, apa beliau tidak tau apa yang pernah kau lakukan?"


"Sangat disayangkan! Ck ck ck, kau cantik tapi sudah bolong!" ejek kawan Ririn lainnya.


"Mungkin ini yang dinamakan janda gak ada suratnya?" tambah yang lainnya lagi.


Lisa mencoba menguatkan hatinya, bullyan, dikucilkan, tidak diterima, dirinya tau kalau itu semua akan terjadi, dan dia sudah menyiapkan mentalnya, semoga saja hatinya sekuat baja untuk bisa menerima segala hinaan dan penolakan.


Matanya bisa kuat untuk tidak meneteskan air mata, namun hatinya sudah hancur berkeping-keping lagi.


"Lihatlah, dia bahkan masih bisa bersikap biasa saja, tidak punya malu!" pekik Ririn lagi.


"Kak, maaf jika saya ikut campur, tapi ini masih jam kerja, kami baru saja para anak baru mau memulai kerja, terlepas dari Lisa pernah melakukan hal buruk di masa lalunya, kita tidak boleh menyudutkannya seperti itu, setiap orang layak untuk mendapatkan kesempatan kedua, begitupun Lisa!" ucap salah satu anak baru sama seperti Lisa.


"Yah, memang benar sih apa yang kamu bilang, tapi aku cuma heran aja."


"Melihat tampang tanpa dosanya ini..."


"Sudahlah Kak Ririn, tolong biarkan kami bekerja seperti kalian." ucap anak baru yang tadi membela Lisa.


Ririn pun mengalah, meski dalam hatinya terbesit rasa tidak puas.


Lisa bekerja dengan baik bersama anak baru lainnya kira-kira sepuluh orang, mereka di tempatkan terpisah ada yang menjadi waiters ada juga yang bekerja di dapur, beruntung Lisa mendapat pekerjaan di bagian dapur sehingga dirinya bisa mengasah kemampuannya untuk membuat beraneka makanan dan minuman yang menjadi menu di cafe Jash tersebut.


"Terimakasih yaaa!" ucap Lisa pada anak baru yang menolongnya tadi. Saat ini mereka sedang beristirahat, Lisa masuk pada jadwal istirahat bagian ke dua, yaitu dari jam 12:30-13:30, setelah istirahat bagian pertama tadi dari jam 11:30-12:30.


"Nyantai aja lagi, gue juga pernah liat berita lo, tapi anda kalanya kita ini harus belajar nggak perduli sama hidup orang lain, yah biar ngurangin dosa lah minimal." ucap cewek itu.

__ADS_1


"Siapa nama lo? Kita belum kenalan kan." tanya Lisa.


"Zalin, nama gue Zalin!"


"Sekali lagi makasih ya Zalin!"


"Iya sama-sama nyantai aja kali, lo bawa bekal apaan tuh, enak kayaknya!" tanya Zalin sembari matanya menatap isi dari kotak bekal Lisa.


"Ini ikan kuah tauco, masakan kampung, enak banget lho, mau cobain nggak? gue bagi kalau mau!" jawab Shirleen, dirinya tampak antusias karena inilah yang dirinya harapkan ada seseorang yang bisa menerima dirinya menjadi teman, Lisa sangat merasa kesepian dalam hidupnya.


"Mana gue coba!"


Lisa membagikan lauk bekalnya pada Zalin yang dilihatnya hanya membawa bekal mie goreng, dirinya tidak tau bagaimana kehidupan Zalin si teman barunya itu, namun dirinya bukan lagi Lisa yang dulu yang akan memilih-milih teman untuk menjadi dayang-dayangnya di sekolah, dirinya akan berteman dengan tulus kali ini, dan dia juga mengharapkan perasaan yang sama pada Zalin.


"Enak!" puji Zalin "Siapa yang masak?" tanyanya lagi.


"Gue sih, Alhamdulillah kalau enak mah!" ujar Lisa.


"Lo bisa masak, astagah..."


"Ya gue kagum aja, gue aja yang miskin nggak bisa masak, lo kan berkecukupan!" ujar Zalin.


"Jangan bilang gitu dong, kita di sini semua sama, gak ada yang miskin atau kaya, kalau gue Alhamdulillah bisa hidup berkecukupan." ucap Lisa mencoba menjadi teman yang baik.


"Lisa, kenalin gue Naura..." ucap anak baru lainnya yang juga sama istirahat dengannya.


"Hai Naura!" sapa Lisa.


"Gue Vita! Dulu gue suka banget ngikutin lo di tik-tok sama IG, meski lo pernah ada kasus, gue tetep suka kok sama lo." ujar yang lainnya lagi.


Lisa tersenyum, senang tapi juga menyayat hati memikirkan kehidupannya dulu.


"Makasih yah, kalian udah mau nerima gue!" ujar Lisa.


"Nyantai aja kali, gue sih selama orang nggak ngerugiin idup gue, mau masa lalunya dia gimana juga gue oke oke aja." ucap Zalin.


"Iya betul banget itu, gue setuju dong." sambut Naura, yang nampak lebih imut dari mereka berempat.

__ADS_1


Lisa tersenyum, bahkan matanya sudah berkaca-kaca, saat di hina oleh Ririn tadi dirinya masih bisa menahan untuk tidak menangis, namun kali ini melihat ada tiga orang yang mau menerima dirinya sungguh Lisa terharu.


Benar apa yang selalu dirinya tanamkan dalam hatinya, semua akan indah pada waktunya, apa lagi saat kita sudah bisa menerima.


Athar sedang sibuk-sibuknya saat ini, seperti biasa ada pesanan mendadak dari Ibu-ibu komplek yang membuat dirinya harus bekerja lebih ekstra.


"Selalu aja gini, dua jam sebelum acara baru deh pesen, dari pagi kek!" gerutu Athar.


Namun meski begitu, duda anak satu itu tetap menikmati pekerjaannya, tujuannya hanya satu, sukses!


Drett drett,


Sebuah notif chat dari aplikasi warna hijau di ponselnya membuat Athar menghentikan sejenak kegiatannya.


📩 Hari ini, hari pertama aku kerja, doain ya Mas!


Ternyata sebuah pesan dari Lisa, gadis belia yang sempat mengajaknya kenalan tempo hari.


Gadis itu selalu mengirimkannya pesan seputar kegiatan hidupnya, sejauh ini tidak pernah Athar balas, namun mengingat betapa sulitnya mencari kerja di zaman seperti ini, apa lagi dirinya pernah mengalami sulitnya mencari kerja, Athar jadi tergerak untuk memberikan dukungan dan semangat.


📨 Iya, semoga sukses.


Jawabnya tidak dibumbui dengan emoticon apapun, begitu datarnya seperti tidak niat.


Namun begitulah Athar, baginya Lisa bukan lagi pantas untuk dijadikan teman ngobrol, Lisa masih muda sedang dirinya, Athar hanya tidak mau memberikan harapan pada gadis itu, sehingga dirinya memilih cuek saja.


📩 Terimakasih Mas, akhirnya dibalas juga 🤗🤗


Athar hanya membaca sekilas, lalu dirinya melanjutkan kegiatannya, waktu tinggal satu jam setengah lagi, mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu.


*


*


*


Like, koment, dan Vote !!!

__ADS_1


__ADS_2