Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Kau yang memulainya.


__ADS_3

Jason sudah sampai dirumah, namun tidak ada tanda kalau istrinya itu pernah atau akan pulang.


Ia mulai frustasi, pelan ia membuka lemari pakaian istrinya, syukurlah semuanya masih ada dan tersusun rapi, ia mulai dihantui perasaan bersalah karena telah secara sadar membohongi istrinya, ia takut kalau istrinya suatu hari nanti mengetahui bahwa ia tidak benar-benar berhenti dari dunia hitamnya.


Sekitar setengah jam ia menunggu, namun Shirleen belum juga pulang.


"Dimana dia ?"


Baru saja Jason akan keluar mencari istrinya, bersamaan itu juga Shirleen hadir di ambang


pintu.


Shirleen datang sendiri tidak membawa anak-anaknya, dengan baju yang compang-camping, muka penuh darah dan luka memar, rambut yang berantakan serta tangan yang membiru, sungguh mengerikan mungkin sepertinya telah terjadi sesuatu. Entahlah Jason tidak mau menduga-duga.


"By..." ucap Jason lirih.


Ia tidak kuat untuk menanyakan apa yang telah terjadi, melihat tubuh Shirleen seperti itu saja sudah membuatnya gemetar.


Namun saat ia menundukkan wajahnya sebentar, tiba-tiba Shirleen menghilang, ia tidak percaya akan secepat itu bagai satu kali kedipan mata.


Jason mulai berpikiran buruk, namun dirinya mencoba untuk tetap tenang, ia menuju ruangan cctv lagi untuk memastikan apa yang tadi ia lihat, sayangnya ternyata yang ia lihat bukanlah Shirleen, karena istrinya itu sama sekali belum pulang.


"Mengapa seperti nyata ?" gumamnya.


Ia kembali ke dapur untuk mengambil air minum, nampaknya kehilangan Shirleen seperti ini saja sudah membuat ia setengah gila.


"By..."


Jason terkesiap, dengan jelas ia mendengar suara istrinya seperti memanggilnya, namun dilihatnya rumah masih tampak sepi, bergegas ia menuju pintu utama, tidak ada siapapun atau tanda-tanda orang lain penah datang.


Jason bukanlah orang yang penakut, sungguh ia bukan orang yang seperti itu.


Namun bayangan Shirleen yang datang dan berdiri diambang pintu dengan keadaan mengerikan membuatnya tidak bisa untuk tidak berpikiran buruk.

__ADS_1


Ia memutuskan untuk keluar mencari keberadaan istrinya, ia tidak bisa berbuat apapun selain mencari, dimanapun akan ia cari ia tidak tau apa yang terjadi pada istrinya malam-malam begini.


Duarrrr


Suara guntur yang bersahutan dengan kilasan petir membuat jantung Jason berdegup kencang, otaknya tidak bisa memikirkan hal lain selain kemana istrinya saat ini, hujan sudah turun membasahi bumi dengan lebatnya, langit seakan menangis sejadinya.


Jason tidak peduli, ia mulai memasuki mobil dan mulai melajukan mobilnya, ia akan kerumah mertuanya dan akan memastikan Shirleen ada atau tidak disana.


Hari sudah menunjukkan pukul sebelas malam, ia sudah sampai di gerbang kediaman keluarga Julian.


"Assalamualaikum Bu..." salam Jason sembari mengetuk pintu.


Mama Nena yang sudah tidur saat itu malah samar mendengar suara orang mengetuk pintu. Diliriknya jam dinding yang menunjukkan hari sudah sangat larut dengan jarumnya.


"Pah Pah, coba itu kamu turun, siapa yang bertamu malam-malam begini" ucap Mama Nena sambil membangunkan suaminya.


Pak Haris menajamkan telinganya, benar saja pintu rumahnya terus saja diketuk. Ia segera turun untuk melihat siapa tamunya, baginya kalau orang bertandang kerumah malam-malam begini hanya ada dua kemungkinan, kalau tidak sangat penting yaaa mungkin orang yang berniat jahat, semoga saja kemungkinan yang kedua tidak.


Pak Haris terkejut kala mendapati menantunya yang ternyata bertamu, dengan masih mengumpulkan nyawa ia menyuruh menantunya masuk.


"Tidak apa aku hanya mampir sebentar" jawab Jason.


"Apa terjadi sesuatu dengan Shirleen atau cucu-cucuku, kenapa tidak menghubungi kami saja nak, kami akan segera kesana" ucap Pak Haris.


Jason menjadi semakin gusar hanya saja ia masih bisa mengendalikan dirinya dihadapan sang mertua, pertanyaan yang dilontarkan Pak Haris mengartikan kalau istrinya itu tidak berada di sini.


Lalu kemana Shirleen.


Ia segera berpamitan dan menyuruh mertuanya bersiap-siap mulai besok, ia terpaksa mengatakan berencana akan mengalihkan salah satu proyeknya pada perusahaan Julian sebagai alasan, Pak Haris nampak senang dengan berita mengembirakan dan sangat menguntungkan perusahaannya tersebut namun bersamaan juga aneh mengapa jika hanya ingin memberitahukan hal semacam itu haruskah menantunya itu bertamu di jam larut malam begini, memang berita penting akan tetapi tidak bisakah besok pagi saja.


Namun ia tidak berani bertanya banyak, meski ia mengkhawatirkan putri dan cucunya.


Lalu setelah Jason pergi ia segera menghubungi putrinya, tidak tersambung dan itu berhasil membuatnya gelisah, mungkinkah menantunya kesini karena ingin memastikan Shirleen ada dirumah orang tuanya atau tidak pikirnya.

__ADS_1


Jason sudah berada agak jauh dari rumah mertuanya, ia menghentikan mobilnya di pinggiran jalan, hujan mangkin lebat dan dalam keadaan begini ia masih tidak tau istrinya itu kemana.


Ia ingat, ia juga memasak penyadap di ponsel istrinya, ia mulai melacak dan mengotak atik ponselnya untuk memastikan sesuatu, namun tidak ada yang mencurigakan, bahkan istrinya tidak pernah menghubungi siapapun hari ini.


Dengan kecepatan penuh ia melajukan mobilnya lagi, kali ini kembali ke cafe Jash. Ia akan mengecek cctv di cafe istrinya.


Sudah tidak ada siapa-siapa lagi, jalanan juga sudah lumayan sepi, mungkin karena hujan mengguyur lebat bumi ini, sehingga hanya ada beberapa kendaraan saja yang nekat menerobos hujan seperti dirinya.


Jason berlari ketika ia sudah sampai di tujuannya, ia melihat mobil istrinya masih terparkir rapi di parkiran, Jason masuk dan langsung menuju ruang cctv.


Semuanya berjalan lancar, hanya saja di bagian meja pengunjung saat jam 10:52-11-33 tidak bisa dilihat atau seakan ada yang menutupi kamera di bagian tersebut.


Hal itu tentu saja menyulut kecurigaannya, ia mulai meneliti segala kemungkinan, siapa saja yang datang dan keluar saat berdekatan diantara waktu tersebut, namun sayangnya ia tidak menemukan apapun.


Semuanya sudah dirancang, ia tau hal semacam ini bukanlah suatu kebetulan, Shirleen tidak akan pulang malam ini, kalau ia tidak segera bertindak, besok atau lusa pun mungkin Shirleen tidak akan pulang.


Jason mengangguk mengerti, lawan mainnya kali ini bukanlah orang sembarangan, karena dari taktik mereka bermain, segala tindakan yang mereka lakukan benar-benar tidak meninggalkan jejak, dan rasanya ia tau siapa dalang dari semuanya.


Tanpa basa basi lagi, ia keluar dari cafe Jash dan segera melajukan mobilnya lagi ke suatu tempat.


Jason benar-benar tidak bisa mengerti, mengapa semua orang senang sekali mencari masalah dengannya. Tidak bisakah membiarkannya hidup bahagia, hidup bahagia dengan cintanya, ia tidak menginginkan hal lain sungguh hanya keluarga kecilnya.


Bak seekor singa yang siap menerjang apapun untuk melindungi keluarganya, begitupun ia, jika menyangkut istri dan anaknya ia tidak bisa berdamai. Sekali lagi jika Shirleen harus dilibatkan ia tidak akan bisa menerima itu.


Di sebuah ruangan bawah tanah, rasanya sudah lama sekali ia tidak mengunjungi tempat itu, ia datang untuk mengambil sesuatu yang ia perlukan, mungkin ini berat baginya namun tidak ada pilihan lain selain melawan.


Kau yang memulainya, jangan salahkan aku...


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...

__ADS_1


Happy reading !!!


__ADS_2