Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Kejadian


__ADS_3

Shirleen dan Misca kini sedang berbelanja di supermarket yang dekat dengan apartemennya. Ia membeli beberapa bahan makanan dan keperluan lain untuk menunjang hidupnya selama ia tinggal diapartemen Weni.


Sebelumnya ia juga membeli sebuah mobil sebagai kakinya untuk pergi kemana-mana.


Ia memang masih punya tabungan semasa ia belum menjadi istri Mas Athar, yang hampir tidak pernah sama sekali ia gunakan, maka ia tidak perlu takut akan hidup susah jika keadaannya seperti ini.


Bahkan tabungannya itu masih cukup untuk membiayai hidup Misca sampai kuliah nanti. Karena Shirleen termasuk anak orang yang berada sebelum ia menjadi istri dari Mas Athar. Ia anak yang selalu dimanja bagaikan sang putri oleh kedua orang tuanya. Apapun yang ia mau, ia tinggal meminta pada orang tuanya, namun Shirleen bukanlah anak sultan yang boros dan suka berfoya-foya, jatah bulanan yang diberikan untuk ayahnya biasanya sama sekali tidak ia pakai dan selalu ia simpan ditabungannya, karena setelah lulus kuliah ia akan membuka toko kue sebagai usahanya.


Tapi itu hanya impiannya sebelum ia berpacaran dengan Athar, ia telah terlena dengan sikap manis Mas Athar sampai ia begitu sangat senang dan menyetujuinya saat Mas Athar mengajaknya menikah. Ia bahkan melawan orang tuanya yang menentang hubungannya dengan Mas Athar dulu. Dan itu adalah sebuah kesalahan terbesarnya.


Semenjak menjadi istrinya Mas Athar lalu menjadi seorang ibu, ia begitu menikmati perannya hingga ia melupakan impiannya untuk membuka usaha.


Ia membeli segala bahan makanan untuk dimasak maupun untuk cemilan. Misca juga dengan senang hati memasukkan segala yang ia inginkan kedalam troli belanja.


Namun tiba-tiba ada yang membantunya mendorong troli belanjanya, dia menoleh dan ternyata Jason sudah ada disampingnya.


Shirleen tersenyum manis, ia juga merasa bersalah telah membuat Jason marah, bagaimanapun seharusnya ia tau jiwa muda yang tidak suka dibantah itu tidak akan menerima kenyataan dengan begitu mudah saat ia mengatakan hanya menganggap Jason sebagai adiknya.


Namun disamping itu juga, tindakannya itu tidaklah salah sepenuhnya, ia hanya tidak ingin memberikan harapan sementara hatinya sekarang begitu sangat luka dan entah sampai kapan akan membaik. Ia rasanya begitu belum siap untuk menerima kehadiran orang baru. Sungguh yang ia inginkan sekarang hanyalah menenangkan diri.


Jason membalas senyum manis Shirleen, ia akan memerima segala kesulitan Shirleen, dan akan mencoba mengerti keadaannya.


"By, maafkan aku ya..." Bahkan sekarang Jason sudah berani minta maaf.

__ADS_1


Dalam hidupnya, mendengar permintaan maaf Jason adalah sebuah keajaiban, Jason adalah orang yang bersikap selalu semena-mena, ia tidak pernah memperdulikan perasaan orang, bahkan jika ada yang menyatakan cinta padanya, ia tidak akan pernah merasa bersalah dan meminta maaf karena telah menolaknya. Ia juga tidak memikirkan perasaan sahabat-sahabatnya saat sahabatnya dengan panjang lebar berbicara padanya namun ia hanya menanggapinya dengan "heemmm". Maka tidak salah jika keempat sahabatnya sering kali mengumpat padanya.


"Ya, aku juga minta maaf, ku harap kita masih bisa berteman baik setelah ini" Shirleen menanyakan hal yang menyakitkan lagi bagi Jason.


"By, kumohon... Aku tidak akan pernah mau menjadi temanmu, walaupun kau belum bisa menerimaku, tapi biarkan seperti ini saja, dan jangan katakan yang seperti itu lagi" Jason berkata dengan sangat lembut.


"Kau tau bukan, sudah berapa kali aku katakan aku mencintaimu" Lanjutnya lagi.


Shirleen pun tertunduk, disatu sisi ada yang pergi mungkin disatu sisi lagi ada yang akan datang. Ia sedikit menghangat mendengar kata-kata Jason, namun ia segera menepis perasaannya.


"By, percayalah aku tidak akan memaksamu, aku akan menunggu saat kamu benar-benar telah bisa membuka hati" Jason mengatakan itu seolah ia adalah orang paling sabar didunia.


"Aku tidak yakin bisa membalasmu" Shirleen pun tersenyum, kini ia mencoba untuk lebih mengerti dengan kondisi hatinya.


Lalu mereka pun sama-sama belanja, namun sebuah hujatan seseorang mengejutkan mereka.


"Oh bagus yah, setelah menggugat cerai anak saya, kamu malah udah jalan aja sama pria lain, dasar gak tau malu, perempuan ******" Ibu Athar tiba-tiba datang dengan marah-marahnya, ia dengan tanpa bersalah memepermalukan Shirleen dan Jason di seluruh pengunjung supermarket tersebut.


"Bu, jangan seperti ini, ini tidak seperti yang ibu bayangkan" Shirleen mencoba menjelaskan, Ia merasa sangat malu untuk saat ini.


"Apa, apa... Hei perempuan gatel, untung aja anak saya udah mau cere sama kamu, pergi kamu dari hidup anak saya, jangan ganggu dia lagi" Ibunya Athar semakin menjadi.


Semua pengunjung supermarket itupun masing-masing menghujat Shirleen, ada yang menyoraki ada pula yang mengumpat, bahkan ada juga yang memvidiokan moment tersebut, lalu mengunggah kekacauan itu, ia bagaikan wanita hina disana. Padahal kenyataan yang sesungguhnya sungguh terbalik baginya, ia tidak pernah berselingkuh suaminya lah yang menghianati keluarga kecilnya.

__ADS_1


Shirleen hanya bisa menangis menghadapi apa yang kini terjadi padanya, Jason yang saat itu sedang mencoba menggendong Misca pun topi dan maskernya sempat saja terlepas sehingga menampakkan wajahnya yang begitu terkenal dan digilai gadis-gadis itu.


Kericuhan semakin bertambah, orang-orang yang berada disupermarket pun mulai lebih banyak mengabadikan kejadian hina itu, mungkin sebentar lagi Shirleen dan Jason akan trending topic dijagat maya.


Namun Jason tidak lagi perduli, ia hanya memikirkan Misca dan pujaan hatinya itu, ia menggendong Misca dan segera menarik tangan Shirleen untuk keluar dari kerumunan.


Kini ia sudah berada di mobilnya, ia langsung melajukan mobilnya untuk pulang ke apartemennya dan Shirleen. Shirleen hanya bisa menangis sambil memeluk Misca yang kebingungan.


Hati yang telah hancur, kini semakin hancur saja rasanya.


Jason hanya bisa merasa bersalah, karena selalu saja ingin berada didekat Shirleen, ia sama sekali tidak perduli tentang gosip yang akan bermunculan tentangnya setelah ini, namun ia tidak akan bisa terima segala perlakuan yang akan merusak mental Shirleen akibat ulah netizen yang minim akhlak, setelah ini dipastikan akun lambe-lambean akan menguasai jagat maya, netizen akan menyerang dengan bringas menghantam mental pujaan hatinya itu, dan ia tidak akan sanggup jika itu terjadi.


Ia segera menelpon Roy untuk menuntaskan maslah ini secepatnya.


"Roy, tolong kau urus berita tentangku dan Shirleen yang sekarang mungkin sudah mulai mencuat di media, dan urus Ibunya Athar Adjiandanu suami dari Shirleen itu, aku tidak mau tahu, secepatnya" Jason memerintah Roy dengan penekanan.


"By, maafkan aku, semuanya pasti akan baik-baik saja By" Jason membelai kepala Shirleen dan Misca dengan sayang.


Shirleen masih saja terisak, ia begitu sakit menerima segala penghinaan ini.


Jason tidak akan tinggal diam dan menerima segala penghinaan ini. Jason begitu marah dengan apa yang dilakukan Ibunya Athar, ia tidak akan memaafkan orang tua berhati iblis itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2