Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Murid Baru


__ADS_3

Saat ini sudah dua minggu semenjak kejadian Shirleen diserang Riana, Shirleen sudah pulih kembali dan bisa beraktivitas seperti biasanya, walau si cerewet Jason melarangnya bepergian, namun tak apalah yang penting ia sudah bisa kembali tinggal di apartemennya.


Semenjak ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit, Jason dan keluarga Adrian memintanya untuk tinggal dirumah utama, dengan alasan supaya ada yang mengurus Shirleen dan Misca, ada yang mengantar jemput Misca kesekolah, karena Shirleen benar-benar harus istirahat total.


Shirleen semakin akrab saja dengan Mama Mila, Mama Mila begitu perhatian padanya, dan itu semakin mengingatkan Shirleen dengan mamanya, yang sampai kini ia masih malu untuk bertemu. Shirleen menganggap salahnya begitu besar hingga menyakiti hati orang tuanya.


Jason juga sudah menjalankan kerja sama dengan perusahaan Julian, segalanya berjalan lancar, Pak Haris nampak terkesan dengan kecerdasan Jason yang masih sangat muda namun bertalenta.


Namun sayangnya Pak Haris belum mengetahui, ada rencana Jason dibalik kerja samanya, ya misi memikat hati mertua. Pak Haris belum tahu orang yang telah membuatnya terkesan itu, malah telah dibuat tergila-gila oleh anaknya.


"Jangan bepergian kemana-mana, kalau butuh sesuatu telpon saja aku, atau Roy" ucap Jason sebelum berangkat kesekolah.


Jason sendiri yang mengantarkan Shirleen ke apartemennya sebelum ia berangkat ke sekolah, sementara Misca ia diantarkan supir, beserta satu maid untuk menungguinya, lalu baru kemudian pulang ke apartemen.


Kini Jason sudah sampai di sekolahnya, seperti biasa, riuh suara penggemar menghalukan dirinya. Itu sudah biasa baginya, ia membiarkan saja, karena tidak mau ikutan gila jika menanggapi.


Jason masuk ke kelasnya, karena sebentar lagi jam masuk kelas, bel pun berbunyi, Afik ngos-ngosan berlari karena takut telat.


"Syukur nggak telat !" Gumam Afik.


Wali kelas mereka masuk ke kelas, diikuti siswi cantik yang nampaknya murid baru yang akan menghuni kelasnya.


Jason masih cuek saja, ia bahkan sudah lupa kalau pernah bertemu dengan si murid baru.


Ya, benar sekali murid baru tersebut adalah Lisa.

__ADS_1


Banyak pasang mata yang melihat Lisa bagai mendamba, tak terkecuali Afik.


"Son, lo nggak liat tuh murid baru cakep anjir ?" Afik menepuk nepuk lengan Jason.


"Heemmm" sahut Jason.


"Yah gini nih kalau seleranya janda anak mau dua, nggak niat liat perawan" sindir Afik.


"heemmm" lagi lagi Jason memang sukses membuat Afik kesal.


Wali kelas mereka pun menyuruh Lisa untuk memperkenalkan dirinya.


"Hai, nama gue Ralisa Imanuella Syarif, biasa dipanggil Lisa, saya pindahan dari SMA Bunga Bangsa"


"Minta nomor wa dong cantik"


"swiitt swiitt"


Riuh suara dikelas Jason karena kedatangan murid baru, namun si murid baru nampaknya lebih memilih memandang kearah Jason, tampak pemuda itu tidak bergeming sama sekali, Jason diam saja dengan wajah datarnya.


"Baiklah Lisa, silahkan duduk, itu dipojok kanan ada tempat kosong" ucap wali kelas.


"Baik Bu" Lisa berlalu dan segera menuju tempat duduknya.


Tempat duduknya masih sebarisan dengan Jason, namun ia menempati deretan terakhir sementara Jason duduk di posisi kedua dari depan bersama Afik.

__ADS_1


Ia menoleh kearah Jason saat hendak melewati tempat duduk Jason, ia mengembangkan senyumnya dengan menggoda namun Jason sama sekali tidak bergeming, yang ada Afik malah kini sudah kejang dibuat senyumnya.


S**ial, dia memang susah ditaklukkan. Lisa.


Pelajaran pun berlanjut, Jason kembali menjadi murid teladan, sementara Lisa menatap punggung Jason dari jauh, ia akan mendekati Jason nantinya.


Lisa memaksa papanya untuk memindahkan ia ke sekolah yang sama dengan Jason, papanya sempat menolak namun Lisa melakukan aksi mogok makan sebelum permintaannya dikabulkan.


Pak Jefri yang makin kesal dibuat anaknya pun tidak bisa berbuat apa-apa, ia membiarkan anaknya itu kelaparan, namun nampaknya Lisa benar-benar tidak bercanda, dua hari Lisa tidak menyentuh makanannya, tubuhnya mulai pucat dan akhirnya Pak Jefri yang mengalah.


Ia hanya berharap semoga tuan muda Jason tidak merasa terusik dengan kehadiran putrinya, karena kalau tidak, entah apa yang akan terjadi pada putrinya dan perusahaannya nanti.


Tapi sepertinya harapan tinggallah sebuah harapan.


Saat ini saja Lisa sudah berencana akan lebih gencar mendekati Jason, karena itulah tujuan awalnya.


Aku akan membuat kau bertekuk lutut Jason, siapa yang tidak terpesona denganku, lihat saja nanti. Lisa.


Bersambung...


*


*


*

__ADS_1


***Hallo readers, dukung cerita ini dengan like, koment, dan vote yah...


Happy reading*** !!!


__ADS_2