
Shirleen merasakan hidungnya sensitif membau makanan pagi ini.
Ia dibangunkan bau menyengat makanan yang ternyata sudah tersaji di nakas samping tempat tidurnya.
"Selamat pagi, By..." Jason dengan senyum genitnya kini telah duduk mendekati Shirleen di ranjang.
"Heemmm, selamat pagi juga jagoan Papa" Jason lalu mengusap dan mencium perut Shirleen dengan sayang.
"Kapan kamu kesini ?" Tanya Shirleen.
"Subuh tadi, kamu nggak dengar suara klentang klenteng, aku udah ngobrak abrik dapur kamu dari subuh" ucap Jason.
"Enggak, aku nyeyak banget kayaknya"
"Tumben nggak bangun subuh, biasanya udah bangun, adek nihh pasti sengaja bikin mama malesan" ucap Jason lagi, memanjakan perut Shirleen.
"Ih apaan sih bawa-bawa dia, kasian tau belum juga lahir udah disalahin" protes Shirleen.
Jason memeluk Shirleen, kemudian mencium keningnya. Ia rindu sekali dengan kekasihnya itu.
"By, kasih aku semangat pagi, boleh nggak ?" Jason menaik turunkan alisnya.
"Apaan ?" Shirleen nampak tak mengerti.
"Biasa By..." Jason mengedipkan matanya genit.
"Ngapain kedip-kedip, keremian kamu" ucap Shirleen.
Shirleen lalu bangkit dan berlalu ke kamar mandi meniggalkan Jason.
"By masa kamu nggak tau sih" tanya Jason dari luar pintu kamar mandi.
Tidak ada jawaban dari Shirleen, ia masih asyik dengan kegiatan mandinya.
Jason pun kembali duduk di ranjang menunggu Shirleen.
Tak lama Shirleen pun keluar dengan hanya memakai handuk, dan itu sukses membuat si jeki Jason bersemangat.
"By, kamu tega" ucap Jason sambil memandangi Shirleen, yang kini telah menuju kamar mandi lagi untuk berganti pakaian.
"Tega apaan sih" Jawab Shirleen dari dalam sana.
"By, aku lemes butuh asupan vitamin" ucap Jason yang kini sudah mendekati pintu kamar mandi lagi.
__ADS_1
"Ya beli di apotik" jawab Shirleen.
"By, aku serius" Jason mulai tegas.
"Ya siapa yang ngajakin bercanda" Jawab Shirleen lagi membuat Jason semakin kesal.
"By..." Manja Jason.
"Apaan sih ?" Shirleen sebenarnya memang tidak mengerti maksud Jason, ia sama sekali tidak ingat keuwuan pasangan romantis seperti apa, ia sudah lama tidak menggunakan kode-kodean semacam itu jadi ia sudah agak lupa.
"By, kamu beneran nggak ngerti, atau cuma pura-pura, kalo sampai kamu berani main-main beneran aku telen lho kamunya" Ancam Jason, berharap Shirleen akan mengerti kode panasnya.
Shirleen mengkerutkan keningnya heran, kok jadi ngancem pikirnya.
Jason menatap lesu tanggapan Shirleen.
Ampun dah, gue pikir dapet MakJan bakalan berpengalaman, kode ginian aja nggak paham.
"Aku mau morning kiss baby" Jason yang sudah tidak tahan pun membawa Shirleen ketempat tidur dan membaringkannya.
"Jason apaan, kita belum halal" Shirleen panik, kini ia sudah mengerti Jason menginginkan apa.
Ia takut Jason melakukannya, bagaimana jika Jason melewati batasannya, mereka belum halal.
Shirleen pun spontan membuka mulutnya, dan Jason tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Jason bermain-main dilidah Shirleen, Shirleen yang merasa terbawa suasana pun kini membalas permainan lidah Jason. Mereka sangat menghayati sarapan pagi mereka.
Jason pelan-pelan tangannya juga mengelus perut Shirleen, Shirleen pun menggeliat karena merasa membutuhkan lebih. Maklum saja ia sudah lumayan lama tidak disentuh.
Namun Jason menghentikan aktivitasnya setelah dirasa cukup, ia masih tau batasan, hanya morning kiss tidak akan lebih.
Jason mengecup kening Shirleen, dan membelai pipi wanitanya itu dengan sayang.
"Terima kasih asupan vitaminnya" ucap Jason genit.
Shirleen hanya bisa mengangguk seperti terhipnotis, ia terbengong tidak menyangka Jason akan menghentikan kegiatan panasnya, ia kira ia akan habis pagi ini.
Namun ternyata tidak, Jason masih tau batasannya.
"Yuk sarapan." ucap Jason lagi.
Lalu mereka pun membawa nasi goreng di atas nakas tadi ke dapur.
__ADS_1
"Siapkanlah makanan, aku akan membangunkan Misca sebentar" ucap Jason.
"Baiklah" Jawab Shirleen.
Jason pun menuju kamar Misca.
"Pagi My Princess..." Jason mengecup kening Misca sayang.
"Pagi Papa" jawab Misca.
"Papa kok udah disini ?" tanyanya lagi.
"Hari ini papa kan libur sekolah, kita harus jalan-jalan pastinya, masa mau dirumah aja, Princess mau jalan-jalan ?" Tanya Jason.
"Iya mau, Misca mau ke kebun binatang boleh ?" tanya Misca antusias.
"Emmm, Oke ! Ayok bangun, mandi trus kita sarapan bersama" Suruh Jason pada Misca.
"Siap Bos !" ucap Misca sambil tangannya hormat, ia lalu menuju kamar mandi untuk mandi sendiri.
Jason pun mengambil pakaian Misca dilemari, dan meletakkannya diranjang.
"Sayang, papa ke meja makan dulu sama bunda, pakaiannya udah papa siapin nanti salin yah" ucap Jason dari luar kamar mandi.
"Iya Pa" Misca menjawab dari dalam sana.
Jason bahagia saat ini, meski ia sudah seperti menjadi papa dadakan, namun tidak masalah selama wanitanya senang.
Jika segalanya dijalankan dengan ikhlas dan hati yang lapang, semuanya akan terbiasa dan mudah saja.
Anggap saja ia sedang latihan dalam berumah tangga.
Bersambung...
*
*
*
***Hai readers, dukung karya ini dengan like, koment. dan vote yah...
Happy reading*** !!!
__ADS_1